Kabar dari PIJAR From: Admin GSJ [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Selasa, 15 Desember 1998 1:11 MENIMBANG: Sinyalemen rencana Pangab Wiranto dan Menko Polkam Feisal Tanjung untuk membentuk Ratih (Rakyat Terlatih) berkekuatan 70.000 orang yang akan dipersenjatai sebagai tenaga pengaman Pemilu 1998. MEMPERHATIKAN: 1. Bukti sejarah bahwa pembentukan laskar rakyat yang dilatih dan dipersenjatai untuk mempersiapkan konflik dengan rakyat sipil lainnya demi kekuasaan adalah adalah cara-cara komunis yang dijalankan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan ide "Angkatan Kelima"-nya. 2. Bukti tindakan Pam Swakarsa yang pembentukannya direkayasa oleh ABRI dan lembaga keagamaan nasional di sekitar pelaksanaan Sidang Istimewa MPR 1998 yang memancing keributan, meresahkan masyarakat, mencetuskan kebencian, tidak profesional, tidak bertanggungjawab, dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang sia-sia. 3. Bukti dan sinyalemen penggerakan preman serta provokator yang notabene adalah rakyat sipil dalam tiap kerusuhan selalu merugikan masyarakat, baik materiil, spirituil, korban jiwa, maupun berdampak saling curiga dan saling membenci bermuatan SARA yang mengganggu ketentraman hidup masyarakat dan mengancam keutuhan nasional bangsa Indonesia. 4. Bukti bahwa ABRI termasuk Kepolisian tidak pernah bertanggungjawab atas segala tindakan dan akibat tindakan tiap kelompok rakyat sipil yang direkayasa sebagai alat ABRI, baik aspek kriminal Pam Swakarsa, maupun pemicu kerusuhan Ketapang, Kupang, dan kasus-kasus tragedi lainnya. MENGINGAT: 1. Perwujudan konsep Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata) tidak boleh dilaksanakan asal-asalan dengan dalih konstitusional karena negara tidak dalam keadaan darurat perang di bawah ancaman invasi negara lain. 2. Tanggungjawab keamanan negara termasuk keselamatan warga negara sepenuhnya di tangan ABRI, khususnya Kepolisian Republik Indonesia untuk ketertiban sipil dan dalam negeri. 3. Rakyat telah memenuhi kewajibannya membayar pajak dan segala pungutan negara lainnya sehingga berhak penuh atas jaminan negara untuk keamanan, kententraman, dan keselamatan pribadi dan keluarganya. 4. Kekurangan tenaga aparat keamanan, khususnya tenaga kepolisian dapat diatasi dengan rekrutmen anggota baru melalui proses pendidikan standar, bukan dengan mempersenjatai rakyat sipil model PKI. MEMUTUSKAN: A. MENYATAKAN: MENOLAK RENCANA PEMBENTUKAN "RAKYAT TERLATIH" DAN LASKAR RAKYAT APAPUN SEBAGAI KELANJUTAN PAM SWAKARSA UNTUK PENGAMANAN PEMILU DAN KEPENTINGAN APAPUN KARENA BERPOTENSI MENGANCAM KEUTUHAN BANGSA DAN TIDAK SESUAI DENGAN ESENSI PRINSIP HANKAMRATA. B. MENUNTUT: Sehubungan dengan itu kami menuntut: 1. Pemerintah khususnya ABRI tidak perlu melanjutkan dan mewujudkan ide Partai Komunis Indonesia untuk melatih dan mempersenjatai rakyat SIPIL yang diorganisir dengan cara apapun dengan tujuan apapun. 2. Pemerintah khususnya ABRI HARUS MEMBATALKAN seluruh rekayasa dan mobilisasi berpotensi konflik horizontal antar anggota masyarakat termasuk rencana pembentukan laskar rakyat yang disebut Rakyat Terlatih (Ratih), Pam Swakarsa, atau apapun nama dan bentuknya, baik untuk mengamankan Pemilu atau kepentingan apapun. 3. Pemerintah khususnya ABRI tidak mengubah dan membelokkan konsep dan doktrin hankamrata dan konstitusi hankamnas yang berkaitan demi kepentingan kekuasaan sesaat. C. MENYERUKAN: 1. Kepada pemerintah khususnya ABRI dan lembaga keagamaan nasional beserta seluruh tokoh masyarakat dan alim ulama agar demi keutuhan bangsa dan negara dapat lebih bijaksana dalam mengemban amanat Tuhan Yang Maha Esa dengan tidak menyalahgunakan kepemimpinannya masing-masing untuk merekayasa premanisme dan mobilisasi rakyat sipil untuk melakukan kekerasan terhadap sesama anggota masyarakat lainnya atas nama kekuasaan. 2. Kepada segenap rakyat Indonesia untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu dalam lindunganNya serta tidak mudah terpancing dan tertipu oleh rekayasa mobilisasi rakyat untuk memecahbelah sesama rakyat dengan dalih bela negara. Jakarta, 13 Desember 1998 (1 bulan Tragedi Semanggi) GERAKAN SARJANA JAKARTA Indonesia without violence! --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
