Maaf Pak Pendeta, juga perlu diluruskan bahwa :
1. Tidak hanya orang K yang mengungsi, tapi juga orang I atau yang lain, yang
ingin selamat juga mengungsi. Mereka mengungsi ke kota - kota terdekat yang
aman, dengan hanya membawa pakaian di badan.
2. Pengrusakan yang terjadi pada umumnya dilakukan oleh massa yang kalap baik
dari K maupun I, baik dari Poso maupun dari luar kota Poso.
3. Gereja-gereja, Masjid-masjid, dan tempat2 ibadah lainnya tidak mengalami
pengrusakan. Bahkan kedua belah pihak saling menjaga agar tidak ada oknum2
yang merusak tempat2 tersebut.
Apapun yang telah terjadi, marilah kita renungkan kembali makna kebebasan yang
telah kita capai.
Saya percaya, pers sudah berusaha memberitakan yang benar, namun tentunya perlu
kehati-hatian agar tidak menjadi alat untuk melakukan provokasi.
Demikian yang bisa saya lihat dan saya sampaikan.
Met tahun baru rekan - rekan sekalian.
Moga2 tahun depan hidup kita menjadi lebih baik.
Dadang Darmawan
Yang jauh di rantau - Sulawesi
Tedy The Kion wrote:
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] On Behalf Of
> Yanvantius Tulai
> Sent: 31 Desember 1998 0:27
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Meluruskan Pemberitaan Pers.
>
> Menjawab Pertanyaan Pak Dr. Yohanes Santosa dan Pak Jaap C Levara:
> Ada beberapa kesalahan mendasar dari pemberitaan koran dibawah ini, baik
> dari segi kronologis, tempat kejadian, tanggal kejadian, pelaku dan inti
> kejadian sebenarnya.
>
> >Kerusuhan di Poso, seperti diketahui, bermula dari perbuatan Roy Runtu yang
> >tengah mabuk, membacok seorang warga setempat bernama Ridwan yang sedang
> >berada di Masjid Saiyo pada Sabtu dinihari (26/12) pukul 02.30 Wita.
> >Pembacokan ini menimbulkan kemarahan di pihak Ridwan dan Roy Runtu yang
> >kebetulan non-muslim. Mereka lantas saling serang dan terjadilah
> >pengrusakan-pengrusakan.
>
> 1. Tgl. awal kejadiannya bukan 26/12 tetapi 24/12 (malam natal).
> 2. Insiden awal bukan di Masjid tetapi di jalan raya.
> 3. Berita yang dimuat sebuah Tabloit (?) yang mengatakan bahwa ada 4
> orang K masuk mesjid dan membantai Ridwan, adalah tidak benar. Yang benar
> ada 2 pemuda K yang mengejar Ridwan, itupun bukan di dalam masjid tetapi di
> halaman masjid.
>
> Kronologis awal peristiwa kerusuhan Poso:
> Tgl. 24 Des. (malam natal) pemuda Roy Runtu Bisalemba dan Stenly (Kristen)
> naik sepeda motor, entah mengapa sepeda motornya bersenggolan dengan sepeda
> motor milik Ridwan (Islam). Roy yang habis minum minuman keras langsung
> memukul Ridwan. Terjadilah duel yang tidak seimbang. Merasa kualahan Ridwan
> lari ke Masjid di Sayo.
>
> Roy dan Stenly pulang ke rumah sebentar ambil parang dan mengejar ke Masjid
> Sayo. Rupanya di halaman Masjid Roy dan Stanley salah sasaran. Yang kena
> goresan parang adalah anak mantan Lurah Sayo. Melihat tangannya luka anak
> Mantan Lurah ini langsung naik ke teras masjid, lalu meneteslah darah dari
> tanganya di teras masjid. Hal ini langsung didramatisir oleh pihak tertentu
> yang mengatakan: "pemuda kristen membantai pemuda islam ketika pemuda islam
> sedang sholat mengangkat tangannya di dalam masjid". Malam itu juga
> kawan-kawan Ridwan menyerbu dan merusak rumah Roy dan Stanley.
>
> Tgl. 25/12 terjadi pembakaran terhadap 16 sasaran seperti Hotel, Toko-toko,
> Salon Kecantikan, Rumah Makan, Diskotik, tempat pembuatan miras, rumah
> Sekwilda dan Pastori gereja.
>
> Tgl. 26/12 masa semakin bringas. Yang menjadi sasaran adalag rumah-rumah
> jemaat. Sebenarnya tanggal 26/12 itu sudah ada kesepakatan damai diantara
> toko-tokoh masyarakat K dan I. Tapi karena ada yang memprovokasi, terjadilah
> pengrusakan dan pembakaran rumah-rumah penduduk oleh masa I yang semakin
> brutal.
>
> Saya sangat tidak mengerti mengapa 1.200 jemaat yang mengungsi ke gunung
> tidak diberitakan oleh mas media. Padahal itu realita yang terjadi saat ini.
> Pemberitaan mas media yang tidak obyektif memang sangat berbahaya. Sebab
> bisa memancing kemarahan pihak-pihak tertentu.
>
> Ini yang bisa saya jelaskan.
>
> Salam keprihatinan,
>
> Pdt. Y. Tulai
> Jl. Patimura 48 Palu, 94112 Sul-Teng
> Telp. 0451-28290 Fax: 0451-21259
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> ** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
>
> Indonesia without violence!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
Indonesia without violence!