-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] On Behalf Of
Yanvantius Tulai
Sent: 31 Desember 1998 0:27
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Meluruskan Pemberitaan Pers.


Menjawab Pertanyaan Pak Dr. Yohanes Santosa dan Pak Jaap C Levara:
Ada beberapa kesalahan mendasar dari pemberitaan koran dibawah ini, baik
dari segi kronologis, tempat kejadian, tanggal kejadian, pelaku dan inti
kejadian sebenarnya.

>Kerusuhan di Poso, seperti diketahui, bermula dari perbuatan Roy Runtu yang
>tengah mabuk, membacok seorang warga setempat bernama Ridwan yang sedang
>berada di Masjid Saiyo pada Sabtu dinihari (26/12) pukul 02.30 Wita.
>Pembacokan ini menimbulkan kemarahan di pihak Ridwan dan Roy Runtu yang
>kebetulan non-muslim. Mereka lantas saling serang dan terjadilah
>pengrusakan-pengrusakan.

1. Tgl. awal kejadiannya bukan 26/12 tetapi 24/12 (malam natal).
2. Insiden awal bukan di Masjid tetapi di jalan raya.
3. Berita yang dimuat sebuah Tabloit (?) yang mengatakan bahwa ada 4
   orang K masuk mesjid dan membantai Ridwan, adalah tidak benar. Yang benar
ada 2 pemuda K yang mengejar Ridwan, itupun bukan di dalam masjid tetapi di
halaman masjid.

Kronologis awal peristiwa kerusuhan Poso:
Tgl. 24 Des. (malam natal) pemuda Roy Runtu Bisalemba dan Stenly (Kristen)
naik sepeda motor, entah mengapa sepeda motornya bersenggolan dengan sepeda
motor milik Ridwan (Islam). Roy yang habis minum minuman keras langsung
memukul Ridwan. Terjadilah duel yang tidak seimbang. Merasa kualahan Ridwan
lari ke Masjid di Sayo.

Roy dan Stenly pulang ke rumah sebentar ambil parang dan mengejar ke Masjid
Sayo. Rupanya di halaman Masjid Roy dan Stanley salah sasaran. Yang kena
goresan parang adalah anak mantan Lurah Sayo. Melihat tangannya luka anak
Mantan Lurah ini langsung naik ke teras masjid, lalu meneteslah darah dari
tanganya di teras masjid. Hal ini langsung didramatisir oleh pihak tertentu
yang mengatakan: "pemuda kristen membantai pemuda islam ketika pemuda islam
sedang sholat mengangkat tangannya di dalam masjid". Malam itu juga
kawan-kawan Ridwan menyerbu dan merusak rumah Roy dan Stanley.

Tgl. 25/12 terjadi pembakaran terhadap 16 sasaran seperti Hotel, Toko-toko,
Salon Kecantikan, Rumah  Makan, Diskotik, tempat pembuatan miras, rumah
Sekwilda dan Pastori gereja.

Tgl. 26/12 masa semakin bringas. Yang menjadi sasaran adalag rumah-rumah
jemaat. Sebenarnya tanggal 26/12 itu sudah ada kesepakatan damai diantara
toko-tokoh masyarakat K dan I. Tapi karena ada yang memprovokasi, terjadilah
pengrusakan dan pembakaran rumah-rumah penduduk oleh masa I yang semakin
brutal.

Saya sangat tidak mengerti mengapa 1.200 jemaat yang mengungsi ke gunung
tidak diberitakan oleh mas media. Padahal itu realita yang terjadi saat ini.
Pemberitaan mas media yang tidak obyektif memang sangat berbahaya. Sebab
bisa memancing kemarahan pihak-pihak tertentu.

Ini yang bisa saya jelaskan.

Salam keprihatinan,

Pdt. Y. Tulai
Jl. Patimura 48 Palu, 94112 Sul-Teng
Telp. 0451-28290 Fax: 0451-21259


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **

Indonesia without violence!

Kirim email ke