Kamis, 7 Januari 1999
Peta Situs
------------
Beranda
Dapur
Gudang Data
Kotak Pos
------------
Analisa
Berita
The Net
Wawancara
Info Iklan
Jumlah Kamra di Jakarta 12.000 Personel
Wiranto: Mahasiswa, Ayo Catat Itu!
detikcom. Jakarta. Menhankam/Pangab Jenderal TNI
Wiranto mengingatkan para mahasiswa agar
berhati-hati. "Kami akan menempatkan 12 ribu
personil kamra di Ibukota. Harap informasi ini
dicatat mahasiswa," kata Wiranto, Kamis (7/1/99) di
DPR.
Ucapan itu, walau dilakukan dengan agak bercanda,
tapi seolah memberikan ancaman pada mahasiswa agar
tidak berbuat macam-macam. Sebab, menurut Wiranto
yang memberikan penjelasan soal Ratih/Kamra dan
DPKSH (Dewan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum) di
Komisi I DPR RI, pendirian kedua badan itu dijamin
dalam undang-undang.
Dijelaskan, Kamra atau Keamanan Rakyat acuan
hukumnya adalah UU no 20/82 tentang pokok-pokok
pertahanan negara, terutama pasal 11 dan 32.
Sedangkan DPKSH didasarkan pada Keppres nomor 1/98.
Walau sampai sekarang masih terjadi silang pendapat,
Wiranto memastikan bahwa 40 ribu anggota Kamra
segera direkrut pada Januari-Februari ini. Lantas
pada Februari-April sudah dilakukan pendidikan. Dan
selanjutnya, mereka sejumlah itu akan ditempatkan di
16 daerah rawan hukum di Indonesia.
Teknis pelatihannya ditugaskan pada Dephankam,
selanjutnya dilakukan oleh Rindam Jaya. "Saya
membantah anggapan yang mengatakan bahwa Kamra akan
dilatih di tempat pelatihan tempur. Itu tidak
benar," katanya.
"Anggota Kamra akan mendapat perlengkapan seperti
ABRI tapi warna sepatu atau pakainnya berbeda.
selain dapat gaji, Kamra juga mendapat fasilitas
kesehatan, santunan bagi yang sakit atau cacat,"
tegasnya.
Dijelaskan, Ratih atau Kamra adalah rakyat yang
dilatih dengan fungsi keamanan rakyat. Menurutnya,
latar belakang pembentukan ini adalah karena
Indonesia saat ini terancam oleh tidak ditegakkan
hukum. "Sekarang telah melewati batas toleransi
keamanan negara," jelasnya.
Hal ini penting, kata Wiranto, karena jumlah polisi
terlalu sedikit 1-1100. "Nah, kalau saya merekrut
polisi beneran, selain waktunya lama biayanya juga
besar. Dalam situasi ekonomi Indonesia seperti ini,
kalau kita melakukan rekrutmen polisi, dikira saya
nggak waras," jelasnya yang disambut tawa anggota
DPR.
Adapun alasan selengkapnya tentang pembentukan Ratih
atau Kamra itu, kata Wiranto adalah: 1.Waktunya
pendek dibanding bentuk polisi baru; 2. Untuk
tingkatkan kesadaran bela negara, dan statusnya
Kamra adalah rakyat bukan polisi; 3. Rekrutmen Kamra
juga untuk memudahkan penambahan jumlah polisi bila
dibutuhkan; 4. Mengurangi beban pengangguran, sebab
di Jakarta saja 700 ribu penganggur: 5. Kamra
berprinsip wilayah, jadi ditempatkan di wilayahnya,
ehingga Dephankam tak menyiiapkan fasilitas
pendukung.
Dalam penjelasan itu, Menhankam masih didampingi
oleh Kasum ABRI Letjen TNI Fachrul Razi, Kaster
Susilo Bambang Yudhoyono, dan Kepala Staf Ketiga
ngkatan dan Polri.
Yang menarik, begitu sesi tanya jawab digelar,
sedikitnya 20 pertanyaan sudah menggelinding. Dan
sampai berita ini di-up load, tanya jawab sedang
berlangsung.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
Indonesia without violence!