http://www.mediaindo.co.id/publik/1999/01/10/OP02.html Berikut surat pembaca menarik yg ditulis dg kepala dingin. Si penulis bukan mengkritik pribadi Theo Syafei, tapi isi transkrip pidato ybs. Soal Ceramah Theo MENCERMATI sisi lain transkrip lengkap pidato Mayjen (Pur) Theo Sjafei yang diekpos beberapa media cetak edisi 24-30 Desember lalu, ada empat hal yang patut dikemukakan. Pertama, transkriptor mungkin lupa bahwa mayoritas anggota serta simpatisan PDI Perjuangan adalah umat Islam yang detik ini sedang menunaikan ibadah puasa. Setiap hujatan terhadap kelompok Islam dan tokohnya, otomatis bisa menyinggung perasaan mereka sebagai sesama umat muslim. Pula, selaku salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan, rasanya kurang profesional. Sebab, tereksposnya transkrip terkait secara luas, dapat mengurangi perolehan suara pada Pemilu 1999 mendatang, khususnya dari para simptisan PDI Perjuangan yang berpredikat umat Islam. Di samping dapat terpecah belahnya opini antarelite orsospol tersebut. Sungguh pekerjaan rumah yang teramat berat bagi Mbak Megawati selaku ketua umum. Kedua, dari sisi perkembangan agama umat manusia, tampaknya transkriptor tak mengaitkan data sejarah global yang mendahuluinya. Bahwa peristiwa politik sejak tahun 1511 tak terlepas dari pasang surut perjalanan sejarah politik umat beragama mulai abad pertama, bahkan sejak seputar tahun kelahiran Kristus. Ketiga, untuk menganalisis perkembangan agama umat lain, guna kepentingan politik tertentu, terlebih dahulu harus menguasai benar seluk beluk agama sendiri. Seperti, segi bahasa di era Kristus. Sejarah perkembangan bahasa umat manusia dari abad pertama sampai saat kini. Paham benar materi kitab Perjanjian Lama dalam naskah/bahasa aslinya. Mampu memilah-milah makna ayat-ayat kitab sucinya sesuai perkembangan bahasa umat manusia. Belum terkuasainya hal-hal tersebut, berakibat segala macam opini politik menyangkut agama lain bersifat semu. Bahkan dapat menyesatkan iman umat agama terkait itu sendiri serta melahirkan pelbagai kesalahpahaman antarumat beragama seperti tragedi Kupang dan lainya. Keempat, pada umumnya sadar atau tak sadar materi transkrip justru mengandung tenaga pendorong positif serta kuat bagi motivasi umat beragama di Indoensia menyongsong Pemilu 1999 mendatang. Dorongan kuat menyalurkan aspirasi politik pada partai-partai bernapaskan, berasaskan, bernuansa agama. Umat Islam pada partai-partai Islam, umat Kristen Protestan pada Parkindo, umat Kristen Katolik pada partai Katolik. Demikian pula saudara-saudara kita dari umat Hindu maupun umat Buddha pada partai yang bersasaskan agamanya. Kotak Pos 7984/BDTUS ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html ** Indonesia without violence!
