SUARA PEMBARUAN DAILY
----------------------------------------------------------------------------
----

Vatikan Menyambut Hari Raya
Idul Fitri 1419 H

Jakarta, Pembaruan

Ketua Dewan Penasihat Kepausan untuk Dialog Antarumat Beriman Vatikan,
Kardinal Francis Arinze menyampaikan pesan untuk menyambut Hari Raya Idul
Fitri 1419 H kepada umat Islam. Pesan itu disampaikan dalam Bahasa Indonesia
untuk kedua kalinya.

''Bahasa Indonesia resmi dipergunakan dalam menyampaikan pesan-pesan
Ramadhan serta Idul Fitri pertama kalinya dalam tahun 1998, di mana
sebelumnya hanya menggunakan Bahasa Inggris, Perancis, Arab dan Italia,''
kata Irawan Abidin Dubes RI untuk Vatikan dalam siaran pers, yang diterima
Pembaruan hari Sabtu (9/1). Siaran pers itu berisi pesan Vatikan menyambut
Hari Raya Idul Fitri 1419 H.

Jika tahun lalu tema pokoknya adalah ''Kaum Kristiani Dan Kaum Muslim
Bersama-sama Dalam Harapan'', maka tema tahun 1999 ini adalah ''Umat
Kristiani dan Muslim: Saksi-Saksi Cinta Dan Kasih Tuhan''.

Arinze antara lain mengatakan bahwa hari-hari raya seperti Idul Fitri yang
dirayakan oleh kaum Muslimin pada akhir Ramadhan adalah saat-saat istimewa
bagi Tuhan dan sekaligus bagi manusia, teristimewa bagi Tuhan, karena
hari-hari raya tersebut mengingatkan kita semua pada kehadiran dan tindakan
Tuhan dalam sejarah ma-nusia dan dalam hidup pribadi serta keluarga kita
masing-masing. Juga menjadi istimewa, karena menjadi kesempatan untuk
beristirahat, berdoa serta refleksi, kemudian juga saat yang baik untuk
bertemu dengan handai taulan, sahabat serta para tetangga.


Bersedekah

''Tuhan mengasihi manusia tanpa kecuali. Tuhan adalah sumber segala kasih
dalam keluarga, masyarakat dan dunia. Hanya dari Tuhan kita bisa belajar
saling mengasihi tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balas jasa di dunia. Tuhan
itu Maha Penyayang dan selalu mendengarkan doa kita. Karena itu dapat
dikatakan bahwa kepercayaan kepada Tuhan mengajak kita semua untuk bersikap
baik terhadap saudara-saudara kita'' kata Arinze lagi.

Selanjutnya Arinze juga menyebutkan bahwa banyak cara untuk menunjukkan
kasih sebagai ungkapan kesetiaan kita kepada Tuhan, misalnya dengan
bersedekah. Sedekah dalam kesempatan Idul Fitri memiliki makna penting yang
istimewa karena merupakan bentuk kepeludian kepada para yatim piatu, lanjut
usia dan lain-lain yang membutuhkan. Sedekah juga merupakan keterlibatan
untuk memajukan martabat manusia. Sedangkan tradisi saling memaafkan,
berdamai serta membuka dialog yang terputus - semua ini merupakan aneka cara
untuk mengungkapkan kasih.

''Di dalam agama kita berdua terdapat sebuah kesepakatan untuk dapat secara
berdaya guna menunjukkan belas kasih kepada sesama. Bukankah disini terdapat
sebuah bidang yang luas untuk membangun sebuah kerja sama antara umat
Kristiani dan kaum Muslim?'' kata Arinze lagi.

Mengutuk

Lebih jauh Kardinal yang berasal dari Benua Afrika ini mengatakan bahwa di
dalam agama kita masing-masing terdapat arah yang kuat menuju titik temu
yang sama dalam mengutuk kesalahan-kesalahan seperti misalnya melalaikan
kebutuhan orang lain, menolak kewajiban untuk setia kawan, sikap saling
membenci, diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, keturunan atau agama dan
lain sebagainya.

Kemudian ia pun menjelaskan bahwa kasih Tuhan kepada manusia bersifat
universal, melampaui batas-batas politik, perbedaan ras, kebudayaan ataupun
agama. ''Karena itu atas dasar iman kepercayaan kita, kita dipanggil untuk
saling mengasihi. Kasih sejati memang terdapat pada inti cara bertindak
orang beriman'' lanjut Arinze.

Dalam akhir sambutannya yang ditujukan kepada kaum Muslimin, Arinze
mengatakan, dengan kesadaran penuh kita mengetahui bahwa baik orang
Kristiani maupun Muslim tidaklah selalu saling mengasihi dan menghormati
sebagaimana yang dituntut oleh Tuhan. Sayang, bahwa kurangnya kasih timbal
balik ini tidak saja merupakan fakta sejarah masa lampau, tapi juga
merupakan kenyataan masa kini.

Walau demikian, pada kesempatan ini tetaplah penting untuk kita catat dan
sampaikan berbagai macam situasi dimana kaum Kristiani dan kaum Muslim
menjalankan hidup yang damai dan membawa buah. Contoh semacam ini mendorong
kita untuk selalu mengusahakan semua upaya yang mungkin dilakukan, sehingga
orang Kristiani dan Muslim dimana saja dapat hidup bersama dengan damai.

''Kaum Muslim, sahabat yang terkasih, dengan harapan akan berkat Tuhan yang
melimpah bagi saudara-saudari, atas nama pribadi dan umat Katolik diseluruh
dunia, saya sampaikan lagi ungkapan persahabatan dan hormat'' kata Arinze
menutup pesannya. (A-7)



----------------------------------------------------------------------------
----
Last modified: 1/10/99

--------------------Martin Manurung---------------------------
E-mail: [EMAIL PROTECTED] & [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
_________________________________________
                "If anyone wants to be first,
  he must be the very last, and the servant of all"


------------------------------------------------------------------------
HarmonyHouse.com gives you 20% off all CDs all the time!
HarmonyHouse.com has over 150,000 titles available right now!
So what are you waiting for? Check out http://offers.egroups.com/click/175/0
Music is all we do.


eGroup home: http://www.eGroups.com/list/reformasitotal
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

Kirim email ke