LANJUTAN POSTING SEBELUMNYA....

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.


     BINCANG-BINCANG DALAM DALAM SEBUAH SEMINAR IMAJINIER
     _________________________________________________________________

     Seminar  itu  dihadiri sekitar  dua ratus orang peserta.  Semuanya
     adalah  karyawan  dari sebuah perusahan  yang  bolehlah   dibilang
     beken  dinegeri  ini  yang  juga dalam melangkah  beranjak  menuju
     kaliber  WORLD  CLASS.  Mereka  berkumpul  disana  sekedar   untuk
     pengisi  waktu  libur  mereka  diakhir  pekan  setelah  lima  hari
     bekerja  tiada  henti.  Jadi sekedar pelepas  rasa  suntuk  mereka
     dikantor merekapun menyempatkan diri  untuk   hadir disana  dengan
     tujuan  penyegaran  kehidupan keagamaan  bagi  mereka  disela-sela
     kebisingan industri dan persaingan yang kian tajam ini.

     Ruangan  dimana  seminar itu berlangsung cukup dingin   dan  sejuk
     karena  dialiri Central AC yang sengaja dipersiapkan agar  peserta
     betah  mendengar  uraian  pembawa makalah yang  konon  bernafaskan
     keagamaan.Ketika   itulah   seorang   pembicara   muncul    dengan
     makalahnya  yang diberinya judul: PEMBAHASAN  DAN KUPASAN  AYAT  2
     SAMPAI  5  SURAT AL-BAQARAH DAN KAITANNYA KEBANGKITAN ISLAM  KEDUA
     KALINYA.  Judulnya  yang  serem  memang,  maklumlah  para  peserta
     seminar itu terdiri dari berbagai lapisan dan tingkatan. Baik  itu
     mereka  yang  mempunyai pendidikan formil atau tidak, dari  segala
     lapisan jabatan dari tingkat rendah, menengah, sampai yang  tinggi
     dari  berbagai  macam  jabatan. Mulai dari tingkat menejer  sampai
     pekerja  yang  tidak punya anak buah, dari level eksekutif  sampai
     subordinat yang terbawah. Dari insiyur para sarjana sampai  kepada
     pekerja yang hanya tingkatan  SMA  saja. Semuanya berkumpul mende-
     ngarkan  uraian itu,dengan  harapan  akan memperoleh suatu masukan
     baru  semacam refreshmentlah kira-kira dalam  kehidupan  keagamaan
     mereka.

     Pembawa  makalah  adalah salah seorang diantara  mereka   sendiri,
     seorang  pekerja  biasa yang  bukan level bawah  tapi  juga  bukan
     eksekutif.  Posisinya  diperusahaan itu  biasa  saja.  Dia  adalah
     karyawan  diperusahan itu dengan masa kerja  lebih  dari  duapuluh
     tahun,  yang hanya bermodalkan ijazah SMA. Dia hadir disana dengan
     perasaan  bangga dan merasakan suatu kehormatan bagi dirinya  bisa
     hadir ditengah tengah peserta seminar dan  membawakan makalah lagi.

     Seumur-umurnya  dia  yang  kini telah menginjak  perjalanan empat-
     puluhan barulah pertama kali  ini  dia  membawakan makalah.

     Agak  kikuk  memang, maklumlah pesertanya lebih  banyak  karyawan-
     karyawan  yang  sehari-harinya  memakai  dasi.  Bagaikan   seorang
     ustadz yang memberikan khotbah Jum'at, pembicara pertama ini  maju
     kedepan.  Dengan  menoleh kekiri dan kekanan kepada  para  peserta
     dan  mengangguk  kepada  moderator,  kemudian  beliau  mengucapkan
     salamnya.

     Makalah  itu  dimulai dengan uraian Surat Al-Baqarah ayat 2 sampai
     17  dimana  manusia  itu dibagi oleh Pembawa Makalah  dengan  tiga
     golongan  yang  mana  ketiga golongan  itu  mempunyai  sikap  yang
     berbeda  terhadap   Utusan Allah yang dalam hal ini  disebut  para
     Nabi-Nabi  yang diutus oleh Tuhan kepada suatu kaum. "Apabila kita
     melihat  Junjungan  kita Rasulullah SAW", katanya  lebih   lanjut,
     ketiga  golongan inipun muncul dengan sikapnya  masing-masing yang
     tidak berbeda terhadap utusan Allah yang lain, yang datang sebelum
     kedatangan Nabi Besar  Muhammad SAW.Seakan  akan  apa yang dialami
     oleh Rasulullah SAW itu juga  dialami  oleh  Nabi-Nabi     sebelum
     beliau.Disitulah letak kebenaran Rasulullah SAW dimana sunnatullah
     (hukum-hukum  Allah)  yang  berlaku  terhadap Nabi-nabi sebelumnya
     juga  berlaku  untuk Rasulullah SAW.

     Golongan  yang  pertama adalah golongan orang-orang  yang  beriman
     (yukminuun)    disusul   oleh   golongan  kedua  adalah   golongan
     orang  kafir  (kafiruun), sedangkan  golongan  yang ketiga  adalah
     golongan  ragu-ragu  atau munafik atau lain dimulut  lain  dihati,
     iman   dimulut  kafir dihati (munafiquun). Lebih  lanjut   pembawa
     makalah   menjelaskan  ciri-ciri ketiga golongan itu.

     Adapun   ciri-ciri   orang  yang beriman adalah  sebagai  berikut:
     Beriman  kepada  yang Ghaib (apa yang tidak bisa  dimonitori  oleh
     panca indra dan keberadaanya juga tidak bisa pula dipungkiri  oleh
     akal  pikran)  (yukmi nuna  bilghaibi), sekaligus  ia   menegakkan
     sholat   (yuqimunasshalata)  sebagai   media   hubungannya  dengan
     Allah   Ta'ala   secara   vertikal   keatas   serta    menafkahkan
     sebahagian  rezki  yang dianugerahkan Allah kepada
     manusia   (wamimma   razaqna  hum  yunfiquun)   sebagai   hubungan
     horizontalnya  kesamping   terhadap   sesama   manusia.   Hubungan
     baik  dengan  Allah itu hanya  bisa  terwujud  sekaligus  terbukti
     bila  hubungan  sesama manusia kelihatan   lewat   manifestasi   "
     penafkahan rezki yang diberikan Allah kepada manusia itu.

     Lebih   lanjut   Al-Quran  menjelaskan  IMAN  KEPADA  YANG  GHAIB,
     SHOLAT  DAN  MEMBELANJAKAN  HARTA  DIJALAN  ALLAH  merupakan  tiga
     kerangka  yang  kokoh  dan   kuat  untuk  menyempurnakan  keimanan
     kita  dalam  melangkahkan kaki mewujudkan  kehidupan  insan   yang
     bertakwa sebagai buah dari keimanan kita.

     Iman  kepada  yang  Ghaib melingkupi iman  kepada  Junjungan  kita
     Rasulullah  SAW  yang  kepadanya Al-Qur'an diturunkan,  kendatipun
     kita  tidak  pernah  berjumpa  dengan  beliau sekaligus  mengimani
     apa  yang  diturunkan  kepada beliau  (bima  unzila  ilaika),  dan
     kepada yang diturunkan sebelum beliau ( wama unzila minqablika  ),
     dan    kepada   yang   diturunkan  kemudian  kita  harus  meyakini
     (wabilakhiratihum yuqinuun).

     Selanjutnya   pembawa   makalah   menyimpulkan  uraiannya   dengan
     mengatakan  bahwa   setelah  kita  menyempurnakan   KEIMANAN  KITA
     KEPADA  YANG GHAIB, MENEGAKKAN  SHOLAT  SERTA MEMBELANJAKAN  HARTA
     KITA  DIJALAN  ALLAH, Allah akan  menganugerahkan   kita   derajat
     TAQWA  (MUTTAQIIN)  dan inilah yang dikatakan sebagai  orang  yang
     diberi  petunjuk  (ulaa ika 'ala hudammirrabbihim)  dimana   Allah
     sendiri   akan  menjanjikan kemenangan bagi  mereka  (wa  ula  ika
     humul muflihuun).

     
     ........bersambung.

BERSAMBUNG...

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


> ----------
> From:         Nadri Saadudin[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Wednesday, February 03, 1999 6:21 PM
> To:   '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject:      [Kuli Tinta] 3/15] SEMINAR IMAJINIER...
> 
> LANJUTAN POSTING SEBELUMNYA....
> 
> Bismillahirrahmanirrahim
> Assalamu'alaikum wr.wb.
> 
> 
>      Assalamualaikum wr.wb.
> 
> 
>      BINCANG-BINCANG DALAM DALAM SEBUAH SEMINAR IMAJINIER
>      _________________________________________________________________
> 
>      Seminar  itu  dihadiri sekitar  dua ratus orang peserta.  Semuanya
>      adalah  karyawan  dari sebuah perusahan  yang  bolehlah   dibilang
>      beken  dinegeri  ini  yang  juga dalam melangkah  beranjak  menuju
>      kaliber  WORLD  CLASS.  Mereka  berkumpul  disana  sekedar   untuk
>      pengisi  waktu  libur  mereka  diakhir  pekan  setelah  lima  hari
>      bekerja  tiada  henti.  Jadi sekedar pelepas  rasa  suntuk  mereka
>      dikantor merekapun menyempatkan diri  untuk   hadir disana  dengan
>      tujuan  penyegaran  kehidupan keagamaan  bagi  mereka  disela-sela
>      kebisingan industri dan persaingan yang kian tajam ini.
> 
>      Ruangan  dimana  seminar itu berlangsung cukup dingin   dan  sejuk
>      karena  dialiri Central AC yang sengaja dipersiapkan agar  peserta
>      betah  mendengar  uraian  pembawa makalah yang  konon  bernafaskan
>      keagamaan.Ketika   itulah   seorang   pembicara   muncul    dengan
>      makalahnya  yang diberinya judul: PEMBAHASAN  DAN KUPASAN  AYAT  2
>      SAMPAI  5  SURAT AL-BAQARAH DAN KAITANNYA KEBANGKITAN ISLAM  KEDUA
>      KALINYA.  Judulnya  yang  serem  memang,  maklumlah  para  peserta
>      seminar itu terdiri dari berbagai lapisan dan tingkatan. Baik  itu
>      mereka  yang  mempunyai pendidikan formil atau tidak, dari  segala
>      lapisan jabatan dari tingkat rendah, menengah, sampai yang  tinggi
>      dari  berbagai  macam  jabatan. Mulai dari tingkat menejer  sampai
>      pekerja  yang  tidak punya anak buah, dari level eksekutif  sampai
>      subordinat yang terbawah. Dari insiyur para sarjana sampai  kepada
>      pekerja yang hanya tingkatan  SMA  saja. Semuanya berkumpul mende-
>      ngarkan  uraian itu,dengan  harapan  akan memperoleh suatu masukan
>      baru  semacam refreshmentlah kira-kira dalam  kehidupan  keagamaan
>      mereka.
> 
>      Pembawa  makalah  adalah salah seorang diantara  mereka   sendiri,
>      seorang  pekerja  biasa yang  bukan level bawah  tapi  juga  bukan
>      eksekutif.  Posisinya  diperusahaan itu  biasa  saja.  Dia  adalah
>      karyawan  diperusahan itu dengan masa kerja  lebih  dari  duapuluh
>      tahun,  yang hanya bermodalkan ijazah SMA. Dia hadir disana dengan
>      perasaan  bangga dan merasakan suatu kehormatan bagi dirinya  bisa
>      hadir ditengah tengah peserta seminar dan  membawakan makalah lagi.
> 
>      Seumur-umurnya  dia  yang  kini telah menginjak  perjalanan empat-
>      puluhan barulah pertama kali  ini  dia  membawakan makalah.
> 
>      Agak  kikuk  memang, maklumlah pesertanya lebih  banyak  karyawan-
>      karyawan  yang  sehari-harinya  memakai  dasi.  Bagaikan   seorang
>      ustadz yang memberikan khotbah Jum'at, pembicara pertama ini  maju
>      kedepan.  Dengan  menoleh kekiri dan kekanan kepada  para  peserta
>      dan  mengangguk  kepada  moderator,  kemudian  beliau  mengucapkan
>      salamnya.
> 
>      Makalah  itu  dimulai dengan uraian Surat Al-Baqarah ayat 2 sampai
>      17  dimana  manusia  itu dibagi oleh Pembawa Makalah  dengan  tiga
>      golongan  yang  mana  ketiga golongan  itu  mempunyai  sikap  yang
>      berbeda  terhadap   Utusan Allah yang dalam hal ini  disebut  para
>      Nabi-Nabi  yang diutus oleh Tuhan kepada suatu kaum. "Apabila kita
>      melihat  Junjungan  kita Rasulullah SAW", katanya  lebih   lanjut,
>      ketiga  golongan inipun muncul dengan sikapnya  masing-masing yang
>      tidak berbeda terhadap utusan Allah yang lain, yang datang sebelum
>      kedatangan Nabi Besar  Muhammad SAW.Seakan  akan  apa yang dialami
>      oleh Rasulullah SAW itu juga  dialami  oleh  Nabi-Nabi     sebelum
>      beliau.Disitulah letak kebenaran Rasulullah SAW dimana sunnatullah
>      (hukum-hukum  Allah)  yang  berlaku  terhadap Nabi-nabi sebelumnya
>      juga  berlaku  untuk Rasulullah SAW.
> 
>      Golongan  yang  pertama adalah golongan orang-orang  yang  beriman
>      (yukminuun)    disusul   oleh   golongan  kedua  adalah   golongan
>      orang  kafir  (kafiruun), sedangkan  golongan  yang ketiga  adalah
>      golongan  ragu-ragu  atau munafik atau lain dimulut  lain  dihati,
>      iman   dimulut  kafir dihati (munafiquun). Lebih  lanjut   pembawa
>      makalah   menjelaskan  ciri-ciri ketiga golongan itu.
> 
>      Adapun   ciri-ciri   orang  yang beriman adalah  sebagai  berikut:
>      Beriman  kepada  yang Ghaib (apa yang tidak bisa  dimonitori  oleh
>      panca indra dan keberadaanya juga tidak bisa pula dipungkiri  oleh
>      akal  pikran)  (yukmi nuna  bilghaibi), sekaligus  ia   menegakkan
>      sholat   (yuqimunasshalata)  sebagai   media   hubungannya  dengan
>      Allah   Ta'ala   secara   vertikal   keatas   serta    menafkahkan
>      sebahagian  rezki  yang dianugerahkan Allah kepada
>      manusia   (wamimma   razaqna  hum  yunfiquun)   sebagai   hubungan
>      horizontalnya  kesamping   terhadap   sesama   manusia.   Hubungan
>      baik  dengan  Allah itu hanya  bisa  terwujud  sekaligus  terbukti
>      bila  hubungan  sesama manusia kelihatan   lewat   manifestasi   "
>      penafkahan rezki yang diberikan Allah kepada manusia itu.
> 
>      Lebih   lanjut   Al-Quran  menjelaskan  IMAN  KEPADA  YANG  GHAIB,
>      SHOLAT  DAN  MEMBELANJAKAN  HARTA  DIJALAN  ALLAH  merupakan  tiga
>      kerangka  yang  kokoh  dan   kuat  untuk  menyempurnakan  keimanan
>      kita  dalam  melangkahkan kaki mewujudkan  kehidupan  insan   yang
>      bertakwa sebagai buah dari keimanan kita.
> 
>      Iman  kepada  yang  Ghaib melingkupi iman  kepada  Junjungan  kita
>      Rasulullah  SAW  yang  kepadanya Al-Qur'an diturunkan,  kendatipun
>      kita  tidak  pernah  berjumpa  dengan  beliau sekaligus  mengimani
>      apa  yang  diturunkan  kepada beliau  (bima  unzila  ilaika),  dan
>      kepada yang diturunkan sebelum beliau ( wama unzila minqablika  ),
>      dan    kepada   yang   diturunkan  kemudian  kita  harus  meyakini
>      (wabilakhiratihum yuqinuun).
> 
>      Selanjutnya   pembawa   makalah   menyimpulkan  uraiannya   dengan
>      mengatakan  bahwa   setelah  kita  menyempurnakan   KEIMANAN  KITA
>      KEPADA  YANG GHAIB, MENEGAKKAN  SHOLAT  SERTA MEMBELANJAKAN  HARTA
>      KITA  DIJALAN  ALLAH, Allah akan  menganugerahkan   kita   derajat
>      TAQWA  (MUTTAQIIN)  dan inilah yang dikatakan sebagai  orang  yang
>      diberi  petunjuk  (ulaa ika 'ala hudammirrabbihim)  dimana   Allah
>      sendiri   akan  menjanjikan kemenangan bagi  mereka  (wa  ula  ika
>      humul muflihuun).
> 
>      
>      ........bersambung.
> 
> 
>      -----------------------------------------------------------------
>      Sasudah makan parak siang.....4)
>      -----------------------------------------------------------------
> 
>      Assalamualaikum wr.wb.
> 
> 
>      BINCANG-BINCANG DALAM DALAM SEBUAH SEMINAR IMAJINIER...4)
>      _________________________________________________________________
> 
>      Pak   Malin  dengan  wajah  merah  padam  menahan  emosi   kembali
>      mengangkat    tangan   minta   diizinkan   berbicara    menanggapi
>      pembicaraan  Pak  Mantiko tapi malah tak  dilihat  oleh  moderator
>      yang  nampakanya mempersilakan peserta yang lain untuk ikut bicara
>      menanggapi  pembicaraan  Pak Mantiko.  Drs  Sasongko  (bukan  nama
>      sebenarnya)  maju  kedepan  dan dengan tangkas  meloncat  kemimbar
>      untuk menyampaikan tanggapannya.
> 
>      "  Perbedaan  pendapat dikalangan kita adalah lumrah.  Dan  setiap
>      kita  bebas memilih pendapat yang kita sukai. Tidak ada seorangpun
>      yang  berhak  memaksa  kita  untuk menerima  pendapat  orang  lain
>      kendatipun  pendapat  orang lain itu benar adanya.  Allah  sendiri
>      memberikan kebebasan bagi kita untuk beriman atau kafir dan  Allah
>      tidak mau memaksa kita beriman semuanya. Saya tak menyalahkan  Pak
>      Mantiko  yang menafsirkan WABIL AKHIRATIHUM YUQINUUN   dengan  APA
>      YANG  DITURUNKAN KEMUDIAN karena tentu ada alasannya. Seperti yang
>      dikatakannya  sebelumnya  bahwa  dia  hanya  mengikut  salah  satu
>      tafsir  dan  bukan  menafsirkan  sendiri  sebagaimana  kita  semua
>      termasuk  Pak Malin juga, hanya mengikuti Penafsir yang  terdahulu
>      juga  dan  tidaklah  menafsirkan sendiri. Itu saja  komentar  saya
>      tentang  arti  dari WABILAKHIRATIHUM YUQUNUUN  ini.  Terima  kasih
>      saya  ucapkan  atas  kesempatan yang diberikan kepada  saya."  Drs
>      Sasongko menyudahi tanggapannya dengan salam dan bergegas  kembali
>      ketempat duduknya.
> 
>      Suasana  seminar  yang  kembali nampak riuh  dan  bising.  Peserta
>      seminar  yang  hanya tinggal separuh lagi sudah  mulai  sibuk  dan
>      kasak  kusuk   mengobrol dengan kawan yang disebelahnya.  Beberapa
>      peserta   yang  lain mulai gelisah kepanasan dan  tanpa  malu-malu
>      mulai   mengeluarkan  rokok,  lalu menyulutnya   dan   menyodorkan
>      pula  kepada  teman sebelahnya.. Ruang seminar  yang  ber  AC  itu
>      mulai  dipenuhi asap rokok dan beberapa peserta yang  lainpun  ada
>      yang  batuk-batuk  karena  tidak  tahan  bau  asap  rokok.  Sedang
>      sebahagian  sisa yang tinggal merasa capek dan  mulai  melunjurkan
>      kakinya  keatas kursi yang didepannya.
> 
>      Melihat suasana yang demikian Pak Malin bangkit dari kursinya  dan
>      tanpa  minta  izin  lagi kepada ia moderator  langsung  menuju  ke
>      mimbar   dan   tanpa  mengucapkan  salam  lagi   beliau   langsung
>      menghantam Pak Mantiko dengan kata-kata yang keras dan tajam.
> 
>      "  Saudara Mantiko yang terhormat. Nampaknya Saudara telah  betul-
>      berobah sekarang. Seenaknya saja saudara menafsirkan ayat-ayat Al-
>      Qur'an  dengan logika saudara. Saudara mengenyampingkan  Tafsir  -
>      Tafsir  yang  umum  bahkan terkenal dinegara kita.  Dengan  bangga
>      saudara  mengutip  tafsir luar negeri itu  tanpa  membandingkannya
>      dengan  tafsir kita. Tafsir Buya Hamka misalnya. Saya kira saudara
>      perlu  belajar bahasa Arab agar tafsiran saudara jangan  melenceng
>      telalu  jauh dan saya harap saudara bertobat karena saudara  telah
>      mengurangi  Rukun  Iman saudara jadi lima dengan  tidak  mengimani
>      Hari  Akhirat  sebagaimana diisyaratkan  oleh  ayat  yang  barusan
>      saudara pelesetkan itu. Bertobatlah saudara dan kembalilah  kepada
>      Islam  yang Hakiki. Itu saja tanggapan saya dan saya minta Seminar
>      ini  melanjutkan  diskusi ini dimana saya akan  berhadapan  dengan
>      dengan  Pak Mantiko untuk membahas arti kata AKHIRAT INI  DITINJAU
>      DARI  ASPEK  BAHASA  ARAB  DAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN  SENDIRI.  Saya
>      harap  pada  seminar  mendatang,  Pak  Mantiko  bisa  mengemukakan
>      alasan-alasan  penafsirannya  berdasarkan  kaidah   bahasa   Arab,
>      berdasarkan  Nahu,   Sharf,  serta Qawa+id.  Dan  untuk  itu  saya
>      menantang   Pak  Mantiko  untuk  berhadapan  dengan   saya   untuk
>      membuktikan  tafsirannya itu MENYIMPANGH dan saya  sekaligus  akan
>      menyingkapkan  kepalsuan  Pak Mantiko ini.  Itu  saja  dan  terima
>      kasih."
> 
>      Selanjutnya   moderator  mempersilakan  seorang   penanggap   lagi
>      sebelum  seminar  hari  itu ditutup. Kesempatan  ini  dipergunakan
>      sebaik-baiknya oleh Pak Mantiko untuk menjawab komentar Pak  Malin
>      yang  langsung ditembakkan kearahnya. Setelah mendapat  izin  dari
>      moderator  Pak  Mantiko langsung saja menanggapi  pembicaraan  pak
>      Malin.
> 
> 
> 
> 
> 
> BERSAMBUNG...
> 
> Wassalamu'alaikum wr.wb.
> Nadri Saaduddin,
> Jalan Rambutan B-32
> Duri 28884,
> Riau Daratan, INDONESIA
> --------------------------------------------------------------------------
> --
> ---------------------------
> THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
> LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
> Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
> For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
> --------------------------------------------------------------------------
> --
> ---------------------------
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke