LANJUTAN POSTING SEBELUMNYA....

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
    

     BINCANG-BINCANG DALAM DALAM SEBUAH SEMINAR IMAJINIER...4/15)
     _________________________________________________________________

     Pak   Malin  dengan  wajah  merah  padam  menahan  emosi   kembali
     mengangkat    tangan   minta   diizinkan   berbicara    menanggapi
     pembicaraan  Pak  Mantiko tapi malah tak  dilihat  oleh  moderator
     yang  nampakanya mempersilakan peserta yang lain untuk ikut bicara
     menanggapi  pembicaraan  Pak Mantiko.  Drs  Sasongko  (bukan  nama
     sebenarnya)  maju  kedepan  dan dengan tangkas  meloncat  kemimbar
     untuk menyampaikan tanggapannya.

     "  Perbedaan  pendapat dikalangan kita adalah lumrah.  Dan  setiap
     kita  bebas memilih pendapat yang kita sukai. Tidak ada seorangpun
     yang  berhak  memaksa  kita  untuk menerima  pendapat  orang  lain
     kendatipun  pendapat  orang lain itu benar adanya.  Allah  sendiri
     memberikan kebebasan bagi kita untuk beriman atau kafir dan  Allah
     tidak mau memaksa kita beriman semuanya. Saya tak menyalahkan  Pak
     Mantiko  yang menafsirkan WABIL AKHIRATIHUM YUQINUUN   dengan  APA
     YANG  DITURUNKAN KEMUDIAN karena tentu ada alasannya. Seperti yang
     dikatakannya  sebelumnya  bahwa  dia  hanya  mengikut  salah  satu
     tafsir  dan  bukan  menafsirkan  sendiri  sebagaimana  kita  semua
     termasuk  Pak Malin juga, hanya mengikuti Penafsir yang  terdahulu
     juga  dan  tidaklah  menafsirkan sendiri. Itu saja  komentar  saya
     tentang  arti  dari WABILAKHIRATIHUM YUQUNUUN  ini.  Terima  kasih
     saya  ucapkan  atas  kesempatan yang diberikan kepada  saya."  Drs
     Sasongko menyudahi tanggapannya dengan salam dan bergegas  kembali
     ketempat duduknya.

     Suasana  seminar  yang  kembali nampak riuh  dan  bising.  Peserta
     seminar  yang  hanya tinggal separuh lagi sudah  mulai  sibuk  dan
     kasak  kusuk   mengobrol dengan kawan yang disebelahnya.  Beberapa
     peserta   yang  lain mulai gelisah kepanasan dan  tanpa  malu-malu
     mulai   mengeluarkan  rokok,  lalu menyulutnya   dan   menyodorkan
     pula  kepada  teman sebelahnya.. Ruang seminar  yang  ber  AC  itu
     mulai  dipenuhi asap rokok dan beberapa peserta yang  lainpun  ada
     yang  batuk-batuk  karena  tidak  tahan  bau  asap  rokok.  Sedang
     sebahagian  sisa yang tinggal merasa capek dan  mulai  melunjurkan
     kakinya  keatas kursi yang didepannya.

     Melihat suasana yang demikian Pak Malin bangkit dari kursinya  dan
     tanpa  minta  izin  lagi kepada ia moderator  langsung  menuju  ke
     mimbar   dan   tanpa  mengucapkan  salam  lagi   beliau   langsung
     menghantam Pak Mantiko dengan kata-kata yang keras dan tajam.

     "  Saudara Mantiko yang terhormat. Nampaknya Saudara telah  betul-
     berobah sekarang. Seenaknya saja saudara menafsirkan ayat-ayat Al-
     Qur'an  dengan logika saudara. Saudara mengenyampingkan  Tafsir  -
     Tafsir  yang  umum  bahkan terkenal dinegara kita.  Dengan  bangga
     saudara  mengutip  tafsir luar negeri itu  tanpa  membandingkannya
     dengan  tafsir kita. Tafsir Buya Hamka misalnya. Saya kira saudara
     perlu  belajar bahasa Arab agar tafsiran saudara jangan  melenceng
     telalu  jauh dan saya harap saudara bertobat karena saudara  telah
     mengurangi  Rukun  Iman saudara jadi lima dengan  tidak  mengimani
     Hari  Akhirat  sebagaimana diisyaratkan  oleh  ayat  yang  barusan
     saudara pelesetkan itu. Bertobatlah saudara dan kembalilah  kepada
     Islam  yang Hakiki. Itu saja tanggapan saya dan saya minta Seminar
     ini  melanjutkan  diskusi ini dimana saya akan  berhadapan  dengan
     dengan  Pak Mantiko untuk membahas arti kata AKHIRAT INI  DITINJAU
     DARI  ASPEK  BAHASA  ARAB  DAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN  SENDIRI.  Saya
     harap  pada  seminar  mendatang,  Pak  Mantiko  bisa  mengemukakan
     alasan-alasan  penafsirannya  berdasarkan  kaidah   bahasa   Arab,
     berdasarkan  Nahu,   Sharf,  serta Qawa+id.  Dan  untuk  itu  saya
     menantang   Pak  Mantiko  untuk  berhadapan  dengan   saya   untuk
     membuktikan  tafsirannya itu MENYIMPANGH dan saya  sekaligus  akan
     menyingkapkan  kepalsuan  Pak Mantiko ini.  Itu  saja  dan  terima
     kasih."

     Selanjutnya   moderator  mempersilakan  seorang   penanggap   lagi
     sebelum  seminar  hari  itu ditutup. Kesempatan  ini  dipergunakan
     sebaik-baiknya oleh Pak Mantiko untuk menjawab komentar Pak  Malin
     yang  langsung ditembakkan kearahnya. Setelah mendapat  izin  dari
     moderator  Pak  Mantiko langsung saja menanggapi  pembicaraan  pak
     Malin.


BERSAMBUNG...

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke