At 09:32 AM 1/29/99 +0700, you wrote: > Mungkin dimasa mendatang, penambahan Perusahaan > Telkom di-Indonesia adalah cara yang baik, agar > supaya Masyarakat akan memperoleh keuntungan > dari hasil Persaingan mereka. > > Salam, > bRidWaN Saya mau cerita: Pada hari diberlakukannya kenaikan pulsa (tgl. 1 Feb, sekitar pukul 21.00), telpon saya di'boikot' Telkom. Gara2 lupa bayar telpon. Maklum, hahis lebaran, sibuk, jadi lupa tanggalan eh bayar. :-) Langsung paginya saya bayar (tgl. 2 Feb), dengan harapan siang atau sorenya kring. Tapi sampai esok paginya, telepon tetap tulalit. Wah, anda tahu bagaimana rasanya jika telepon diputus. Rasanya seperti tinggal di hutan terpencil, karena putus dengan dunia luar. Maka saya pun telpon ke telkom agar no. telpon saya dibuka. Ajaibnya meski saya puluhan kali (!) nelepon, para oknum di sana hanya menjawab (kayak pakai robotnya EZMLM-nya pak Widya Latief:-)), bahwa pesan saya akan disampaikan ke bagian pemblokiran. (Tapi ada juga sih satu orang yang kreatif, menyarankan agar saya kirim faks dengan melampirkan bukti pembayaran.) Yah.... apa boleh buat, baru siang tanggal 3 pukul 13.00, telpon saya kring. Nah, kalau pelayanan model begini bukan wujud arogansi, kira2 saya harus melihat sebagai apa, dong? >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! > > > > FATAL ERROR! SYSTEM HALTED! - Press any key to do nothing... ICQ - 23276722 ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
