At 11:46 04/02/99 +0700, kj wrote: >At 09:32 AM 1/29/99 +0700, you wrote: >> Mungkin dimasa mendatang, penambahan Perusahaan >> Telkom di-Indonesia adalah cara yang baik, agar >> supaya Masyarakat akan memperoleh keuntungan >> dari hasil Persaingan mereka. >> >> Salam, >> bRidWaN >Saya mau cerita: >Pada hari diberlakukannya kenaikan pulsa (tgl. 1 Feb, sekitar pukul 21.00), >telpon saya di'boikot' Telkom. Gara2 lupa bayar telpon. Maklum, hahis >lebaran, sibuk, jadi lupa tanggalan eh bayar. :-) >Langsung paginya saya bayar (tgl. 2 Feb), dengan harapan siang atau >sorenya kring. >Tapi sampai esok paginya, telepon tetap tulalit. Wah, anda tahu bagaimana >rasanya jika telepon diputus. Rasanya seperti tinggal di hutan terpencil, >karena putus dengan dunia luar. >Maka saya pun telpon ke telkom agar no. telpon saya dibuka. Ajaibnya meski >saya puluhan kali (!) nelepon, para oknum di sana hanya menjawab (kayak >pakai robotnya EZMLM-nya pak Widya Latief:-)), bahwa pesan saya akan >disampaikan ke bagian pemblokiran. (Tapi ada juga sih satu orang yang >kreatif, menyarankan agar saya kirim faks dengan melampirkan bukti >pembayaran.) >Yah.... apa boleh buat, baru siang tanggal 3 pukul 13.00, telpon saya kring. >Nah, kalau pelayanan model begini bukan wujud arogansi, kira2 saya harus >melihat sebagai apa, dong? ------ Wah, kan kalo ngga salah tgl 1 itu hari pemboikotan yahh... koq ini malah anda yang diboikot...:) Saya mau tanya, waktu bayar, apa langsung ke Pusyantel ? Soalnya kalo langsung kesana, saya rasa sore itu juga pasti kebuka... Salam, bRidWaN ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
