LANJUTAN POSTING SEBELUMNYA....
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
BINCANG-BINCANG DALAM DALAM SEBUAH SEMINAR IMAJINIER...10/15)
_________________________________________________________________
Sekarang marilah kita lihat ayat 4 ini secara utuh sekaligus kita
lihat kaitannya dengan ayat-ayat sebelumnya dan hubungannya
dengan ayat berikutnya.
1. WALLADZINAYUKMINUNA BIMA UNZILA ILAIKA (Dan mereka yang
beriman dengan apa yang diturunkan kepada engkau (Muhammad).
2. WAMA UNZILA MINQABLIK (Dan apa yang diturunkan sebelum engkau
(Muhammad).
3 WABILAKHIRATI HUM YUQINUUN(Dan dengan AKHIRAT mereka yakin)...
.... disini kami belum lagi menafsirkan kata AKHIRAT itu.
Dan mereka yang beriman dengan apa yang diturunkan kepada engkau
(kalimat 1 ayat 4) jelas ada hubungannya dengan ayat 3 kalimat 1
yaitu beriman dengan yang Ghaib. Apa yang diturunkan kepada
engkau yakni RISALAH atau WAHYU, juga erat sekali hubungannya
dengan iman kepada yang Ghaib (YUKMINUNA BIL GHAIB). Apapula
hubungannya dengan kalimat ke 2 pada ayat yang sama? Disini kita
melihat bahwa Pak Malinpun tidak bisa menafikan bahwa kalimat 2
itu adalah lanjutan dari kalimat 1 dan berhubungan secara makna
dan pengertian, bahkan Pak Malin telah merangkainya menjadi satu
kalimat yang betul-betul saling berhubungan dan sama-sama
membicarakan IMAN kepada WAHYU yang turun kepada engkau
(Muhammad) dan IMAN kepada WAHYU yang turun sebelum engkau
(Muhammad). Jadi kalimat 1 dan 2 ayat 4 ini berhubungan langsung
dengan ayat 3 (YUKMINUNA BILGHAIB) yang sekaligus berkaitan
langsung dengan ujung ayat 2 (LILMUTTAQIIN). Bagaimana dengan
kalimat ke 3 yang berbunyi WABILAKHIRATI HUM YUQINUUN yang
merupakan bahasan pokok dalam seminar ini?
Kalau kita ingin melihat ayat ini secara utuh serta berhubungan
secara makna dan pengertian dengan ayat-ayat sebelumnya dan juga
ayat sesudahnya maka mau tidak mau (kendatipun bertentangan
dengan TATABAHASA ARAB.... tetapi tidaklah mungkin
bertentangan... Apakah Allah yang menurunkan Al-Qur'an ini tidak
tahu bahasa Arab maka artinya jadi begini...Astaghfirullahul
'aziim...Na'u zubillahi min dzalik) kalimat ke 3 ini nampaknya
betul-betul berhubungan secara makna dan pengertian (menurut
istilahnya Pak Malin) dengan meyakinkan sekali dengan kalimat 1
dan 2 diayat yang sama. WABILAKHIRATIHUM YUQINUUN (Dengan AKHIRAT
mereka yakin... akhirat disini masih belum kita tafsirkan.)
sekali gus mengantar kita kekesimpulan diayat 5 ULA IKA 'ALA
HUDAMMIRABBIHIM WA ULAIKA HUMUL MUFLIHUUN (Mereka itulah yang
diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah yang dianugerahi
Allah kemenangan).
Lebih lanjut Pak Mantiko meguraikan makalahnya.
Marilah kita lihat sekali lagi ayat 2,3,4 dan 5 dari Surat Al-
Baqarah ini yang sayang sekali Pak Malin tidak melihatnya,
membahasnya secara utuh berangkai, mempunyai pengertian, mudah
dicerna serta bisa disimpulkan.
Ayat ke 2 Surat Al-Baqarah ini menjelaskan tentang Kitab Suci Al-
Qur'an (DZALIKAL KITABU) yang tidak ada keraguan didalamnya (LA
RAIBA FIHI) yang merupakan petunjuk bagi orang-orang yang
bertaqwa (HUDALLIL MUTTAQIIN).
Ayat ke 3 ada kaitannya dengan ayat 2. Orang-orang yang bertaqwa
diujung ayat 2 ditandai atau dikenal dengan YUKMINUNA BILGHAIB
(beriman dengan yang Ghaib) yang konsekwensinya menjaga
hubungannya dengan Allah Yang Maha Ghaib lewat shalat
(WAYUQIMUNAS SHALATA) sebagai hubungan vertikal keatas dan
menyadari dirinya sebagai makhluk Allah yang rezkinya datang dari
Allah juga harus berhubungan sesama manusia sebagai hubungan
horizontal menyamping. Hubungan horizonta menyamping ini
diwujudkan dengan membelanjakan sebahagian rezki yang
dianugerahkan Allah tadi kepada sesama manusia sendiri(WAMIMMA
RAZAQNAHUN YUNFIQUUN), ujung ayat 3.
Ayat ke 4, Allah berbicarakan mengenai wahyu yang ada hubungannya
dengan YUKMINUNA BILGHAIB dipangkal ayat 3. Iman kepada yang
Ghaib meliputi iman kepada WAHYU yang diturunkan Yang Maha Ghaib
yaitu Allah SWT yang menurunkan WAHYU kepada engkau(Muhammad)
BIMA UNZILA ILAIKA dan wahyu sebelum engkau(Muhammad) WAMA UNZILA
MINQABLIK...... Apa lagi ?? WABIL AKHIRATI HUM YUQINUUN.....
Betapa janggalnya kalimat ini DENGAN AKHIRAT MEREKA YAKIN,
kalaulah kalimat ini berdiri sendiri tidak ada kaitannya dengan
kalimat sebelumnya WALLADZI NAYUKMINUNA BIMA UNZILA ILAIKA dan
kalimat WAMA UNZILA MINQABLIK. Apalagi WABILAKHIRATIHUM YUQINUUN
itu sama-sama berada didalam satu ayat dengan WALLADZINAYUKMINUNA
BIMA UNZILA ILAIKA WAMA UNZILA MINQABLIKA yaitu ayat 4, tetapi
tidak ada kaitannya sama sekali. Hanya kerangka berpikir yang
kacaulah yang menganggap bahwa kalimat-kalimat dalam ayat ini
tidak saling berhubungan sama sekali baik dalam makna apalagi
dalam pengertian.
Kita lanjutkan uraian kita sedikit lagi dimana ayat ke 5 ULAIKA
'ALA HUDAMMIRRABBIHIM WAULA IKA HUMUL MUFLIHUUN yang dalam hal
ini kita artikan menurut terjemahan Qur'an Departemen Agama
adalah sbb: Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari
Tuhannya dan merekalah orang-orang yang beruntung (meraih
kemenangan).
Kalaulah boleh pada kesempatan ini, kita lanjutkan lagi bahasan
kita, sehingga kita betul-betul memahami ayat 2, 3, 4, dan 5
secra utuh melingkup satu pengertian yang bermakna dan bisa
disimpulkan.
Ayat 4 itu sesungguhnya sebagai pengantar kepada ayat 5 yang
merupakan kesimpulan dari ujung ayat 2 (LILMUTTAQIIN). Orang-
orang MUTTAQIIN di ayat 2 dengan tanda-tandanya diayat 3,
melingkup ke ayat 4, dikatakan oleh Allah SWT sebagai orang-orang
yang diberi petunjuk oleh Allah (kalimat 1 ayat 5) yang sekaligus
Allah akan menolongnya sehingga mereka akan senantiasa meraih
kemenangan disetiap perjuangan dan usahanya(kalimat ke 2 ayat 5).
Jadi kesimpulan ayat 2, 3, 4 dan 5 adalah orang-orang MUTTAQIIN
senantiasa diberi petunjuk oleh Allah sehingga mereka pasti
meraih kemenangan sebagaimana yang dijanjikan Allah. Inilah yang
merupakan kriteria utama untuk menilai seseorang itu berada dalam
kebenaran atau tidak. Kesimpulan inilah yang kami kemukakan dalam
seminar yang menghebohkan dua minggu yang lampau itu."
Tepat jam 12.00 siang itu selesailah sesion pertama dari seminar
itu dan selesai shalat Zuhur yang dilanjutkan dengan acara makan
siang inya Allah akan diteruskan lagi dengan tanggapan Pak Malin
terhadap sanggahan Pak Mantiko. Juga Pak Malin akan
mengetengahkan kutipan-kutipan ayat-ayat Al- Qur'an yang
menunjukkan bahwa kata AKHIRAT yang terdapat diseluruh ayat Al-
Qur'an tidak satupun yang berarti bukan KAMPUNG AKHIRAT atau HARI
KEMUDIAN itu. Marilah kita tunggu session berikutnya.
BERSAMBUNG...
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!