LANJUTAN POSTING SEBELUMNYA....
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
BINCANG-BINCANG DALAM DALAM SEBUAH SEMINAR IMAJINIER...12 /15)
_________________________________________________________________
12)
Adapun mengenai kata "aakhirat" dalam Al Quran ada sekitar 99
buah banyaknya. Kata "aakhirat" di ayat 4 surat Al Baqarah,
bukanlan kata "aakhirat" yang pertama diturunkan Allah, karena
surat itu adalah surat Madaniyah (kecuali ayat 281). Kata
"aakhirat" itu juga terdapat dalam surat Makiyah. Diantara ayat-
ayat yang ada dalam Al Quran, yang terdapat kata "aakhirat"
ialah;
1. ...alladziina sytarawuu lhayaatad dunyaa bil aakhirati........
Al-Baqarah 86.
2.....lahum fid dunyaa khizyun walahum fiil aakhirati 'adzaabun
'aazhiim. Al baqarah 114.
3......rabbanaa aatinaa fiid dunyaa hasanatan wa fiil aakhirat
hasanatan............Al Baqarah 201.
4....yutsabbitu llahul ladziina aamanuu bilqaulits tsaabiti fiil
hayaatid dunyaa wa fiil aakhirati.......Ibrahim 27.
6....aradhiitum bil hayaatid dunyaa minal aakhirati, At Taubah
38.
7. famaa mataa'ul hayaatid dunyaa fiil aakhirati illaa qaliil..
..At- Taubah 38.
8.Uulaaikal ldziina laisa lahum fiil aakhirati illan naar...Hud 16
9. Laa jarama annahum fiil aakhirati humul ikhsaruun..Hud 22
Dari kesembilan contoh ayat-ayat Al Quran diatas, kita bisa
melihat bahwa kata "aakhirat" yang ada didalamnya memang bermakna
"HARI AKHIRAT"(pasangan dari dunia). Mari kita cukupkan contoh
yang ke 10, yang lebih jelas dan lansung Allah menjelaskan makna
"aakhirat" itu:
10. Inna fii dzaalika laayaatal liman khaafa 'adzaabal
aakhirati, DZALIKA YAUMUM MAJMUU 'UL LAHUN AASU, wa
dzaalikaa yaumum masyhuud......Hud 103. (Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi ORANG YANG TAKUT
kepada azab Akhirat, yaitu hari dikumpulkan semua manusia, dan
itulah hari yang dipersaksikan). Silakan lanjutkan membaca surat
Hud 104, 105, 106 dan 107 itu yang berisi lanjutan
keterangan tentang kata "aakhirat" itu. Semoga Allah menunjuki
kita semua, amiiiin yaa Allah amiin.
Selanjutnya Pak Mantiko bisa melihatnya sendiri dalam Al Quran,
kata-kata "aakhirat" itu, seperti yang saya katakan diatas ada
sekitar 99 banyaknya. Pak Mantiko juga bisa melihat Tafsir-Tafsir
yang ada sekarang dan resmi dipakai di Dunia Islam, seperti;
1.AL QURAN DAN TERJEMAHNYA, terbitan "Mujamma' Al Malik Fahd li
Thiba'at Al Mushshaf Asysyarif Medinah Munawwarah PO BOX 6262 -
Kerajaan Saudi.
2.Tafsir Al Maraghi - Mesir 1394 H (Ini merupakan buku Tafsir
pegangan untuk Mahasiswa I.A.I.N.)
3.Tafsir Al Quran "FI ZHILALI'L QURAN"(terjemahan) - Sayyid
Quthub.
4.Tafsir Jalalain(terjemahan) - Sinar Baru Bandung 1990.
5.The Holy Quran - Text,Translation Comentary - oleh Abdullah
Yusuf Ali,
Pakistan,
6.Terjemah Al Quran, Terbitan DEPAG - Indonesia, Al Azhar dll.
Semuanya menterjemahkan "wa bil aakhirati hum yuuqinuun" itu
dengan "Mereka yang yakin dengan Hari Akhirat"". PaK Mantiko
melirik Drs Wan Malintang dan kedua dosen IIAN Jakarta itu,
kemudian menatap tajam kearah Pak Mantiko seraya berkata lagi:
"Izinkanlah saya pada kesempatan yang langka ini mengajukan
tantangan kepada Pak Mantiko agar disession tanggapannya nanti
bisa mengemukakan satu ayat saja dalam Al-Qur'an yang mengandung
kata AKHIRAT (dengan Tha marbutha dibelakangnya itu)mempunyai
tafsiran bukan kampung akhirat, Hari Kemudian, Hari Akhirat
sebagaimana yang dijelaskan tafsir yang saya kemukakan
sebelumnya. Saya persilakan lagi Pak Mantiko mengetengahkan
tafsir rujukannya untuk arti akhirat yang terdapat dalam ayat-
ayat al-Qur'an yang artinya bukan kampung akhirat. Itu saja
tantangan saya kepada Pak Mantiko semoga beliau tidak keberatan
memenuhi permintaan saya ini.
Akhirnya sampailah saya kepada ujung uraian saya, Saudara -
saudara yang berbahagia. Setelah kita mengemukakan "Kerangka
Berpikir", "Pengertian wa bilaakhirati hum yuuqinuun dari Aspek
Bahasa" dan "Pengertian kata "aakhirat" menurut arti mufradad dan
Al Quran", serta didukung dengan beberapa Tafsir-Tafsir yang
populer, agaknya sudah memadai alasan saya untuk mengatakan;
bahwa terjemahan dari "wa bilaakhirati hum yuuqinuun" dari
"REFRESHMENT" Pak Mantiko ini memang menyimpang/meleset dari
kaidah-kaidah umum seperti yang saya kemukakan diatas.
Selanjutnya, terserah pada Pak Mantiko apakah Pak Mantiko bisa
menerima kebenaran yang saya kemukakan ini atau bagaimana. Yang
jelas "iman/yakin dengan Hari Akhirat" itu, merupakan salah satu
dari Rukun Iman yang enam. Yang jelas saya dan juga semua Jamaah
Mesjid kita dulu, seperti Pak Mukhlis, Abdullah, Insiyur
Batubara, Pak Hasibuan , Pak Sasongko, Datuk Mangkuto, dllnya
merindukan Pak Mantiko kembali seperti dulu. "Sasek" dipangkal
jalan, akan lebih lebih baik dari "sasek" diujung jalan, sebab
kalau lagi masih dipangkal jalan kita tahu sudah "sasek", tentu
kita tak perlu meneruskan jalan itu dan kita tempuhlah jalan yang
benar. Yang penting kemauan kita untuk menempuh mana yang benar,
tak masaalah apakah kita "sasek"nya di ujung, ditengah atau
dipangkal jalan. Terlepas dari itu semua, saya mengajak Pak
Mantiko untuk mengamalkan apa yang sama antara kita, tentang
yang Pak Mantiko kupas dalam "Refreshment" seminar yang lalu itu.
Jam menunjukkan pukul 16.00 sore, dan atas permintaan beberapa
peserta Seminar terpaksa diperpanjang setengah hari dan di
lanjutkan besok hari Minggu untuk mendengarkan tanggapan dari pak
Mantiko, terhadap makalah Pak Malin itu. Sampai jumpa besok
hari, demikian Rona Mayang Sori menutup Seminar hari itu.
BERSAMBUNG...
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!