Transkrip Percakapan yang Menghebohkan
     
BERIKUT transkrip rekaman pembicaraan telepon itu yang            dimuat 
Harian Merdeka
mengutip Panji Masyarakat No 45 Tahun II tanggal 24 Februari 
1999:
Mirip-mirip suara Habibie: Kabarnya baik? 
Mirip-mirip suara Ghalib: Alhamdulillah, Pak.
H:Begini, saya mau tanya mengenai orang itu, seperti e...  apa 
namanya..., Panigoro dan Jusuf eh apa, Wanandi dan yang saya kasih 
bahan-bahannya itu, gimana?
G:Jalan terus, Pak.
H:Jalan, ya. Karena orang tanya-tanya itu.
G:Jalan terus, cuma khawatir kalau tindakan kita kontra 
produktif...
H:Soalnya dia gerak orang itu, dia gerak.
G: Ya, tapi kita pegang terus, ya. Pegang, tapi kita mau 
mengarahkan kepada suatu...
H:Coba deh, begini, tolong saya diberikan laporannya deh. 
Bagaimana keadaannya, sampai sejauh mana itu.
G:Ya, dan ini kebetulan itu, bersama dengan kasus-kasus 
penanganan Pak Harto.
H:Ya, ya itu saya mengerti, ya. Tidak bisa cepat juga karena 
ada kasus Pak Harto.
Dalam pemeriksaannya... udah puluhan (tertawa).
H:Nggak juga, bukan itu aja, orangnya terbatas toh. Tapi, 
penting itu, orang aja juga tanya.
G:Tete... tetap Pak. Tetap, Pak. Insya Allah, insya Allah, Pak. 
H:Tolong saya diberikan satu nota sedikit.
Tapi dengan Bapaknya baik, ya?
G: Bagus sekali. Beliau, ee...beliau, apa namanya kelihatan ya 
merasakan ini tindakan yang harus memang dilakukan. Sebab kalau tidak, 
nanti pengadilan rakyat.
H:Dia juga udah siap dia itu?
G:Ya. Pengadilan rakyat, jadi itu orang udah, waduh ndak sabar memang. 
Tapi begitu, kita sudah panggil beliau, sekarang kelihatan tensinya 
sudah menurun. Pak, reaksi masyarakat malah kembali kasihan, kan? Ini 
kan sudah mulai bagus. Jadi mudah-mudahan ini bisa...
H:Ya, jadi yang akan datang kapan itu?
G: Kita belum anu, Pak. Kita belum umumkan. Kita cari dulu 
yang lain, supaya ada waktu, Pak.
H:Jadi tolong itu ya sekarang diisi dengan tiga orang itu. 
G:Ya, Pak, ya, insya Allah, insya Allah.
H:Ya!
G:Insya Allah, Pak.
H:He eh, karena tadi saya dapat feedback dari Pak Anu, Pak 
Achmad Tirto.
G:Ya, ya.
H:Pak Achmad Tirto tadi dia ada datang sama saya, en dia
baru, kan ICMI. Ha, dia dari ICMI terus baru juga dari KAHMI. En, itu 
mereka udah-udah mulai bergerak. Jadi... ditanya kok, kenapa 
nggak...nggak ada yang Panigoro dan cs itu.
G:Ya, tetap jalan, Pak.
H: Padahal itu dia sekarang mulai bergerak dia finance-finance 
yang lain (suara dering telepon...)
G:Ya, Pak, insya Allah.
H: He eh, oke yang lain baik-baik ya? 
G:Alhamdulillah
H:Sudah naik bintang lima situ, ha...ha...
G: Aduh, Pak, rasanya tidak bisa tidur kita ini, aduh. Itu 
saya pindahkan, Pak. Kalau
nggak pindah, mungkin jebol itu seluruh Kebayoran itu. 
H: Iya, heeh.
G:Jadi malam itu saya suruh kirim anu. Masalah keamanan saya 
urus sendiri langsung itu, Pak. Saya urus helikopter.
H: Tapi kurang ajar yang bocorin itu. 
G: Ya.
H: Yang bocorin itu kok pagi-pagi udah diumumkan di TVRI lagi. 
G: Jadi begini ceritanya, jadi malam itu, kan saya sengaja 
bikin kamuflase, cari anu itu
cari SAR itu helikopter. Saya pasang di atas kan. Jadi
sebetulnya memang mereka sudah tahu di sana. Tapi, begini, itu begini 
juga Pak. Kita juga tidak boleh terlalu anu,
nanti kalau kita tidak umumkan, salah kita, Pak. Secara hukum
kita seolah-olah menipu. Begitu, Pak. Jadi nggak boleh kita diam-diam. 
H: Tapi you umumkan
G:  Ndak, Pak. Setelah beliau di situ, Pak. Setelah beliau 
berjalan, baru kita beri tahu.
H: Oh, begitu.
G: Kalau tidak begitu...
H: Sudah bilang sama Pangab dong, sudah bilang? 
G: Ya?
H: Sudah bilang sama Pangab.
G: Ya, beliau begini, khawatir sekali. Saya bilang begini. 
H: Sudah dijelaskan?
G: Begini, beliau sangat khawatir. Saya bilang begini, Pak, 
serahkan sama sayalah.
Percayalah sayalah. Kayaknya, percaya sama saya, saya kan ini
sudah dapat tugas dari Bapak. Saya kan juga sudah mengerti apa tugas 
saya. Jadi, anulah. Jadi nggak usah terlalu worry.
H: He eh.
G: Akhirnya beliau mengerti. Jadi, akhirnya kita dapat 
mempercepat itu. Jadi, tidak sampai sore. Kalau yang lain kan 
tujuh-delapan jam, Pak, itu Bob Hasan delapan jam, tujuh jam. 
H: Kalau Bapaknya berapa jam?
G: Tiga jam lebih.
H: Ya, udah cukup.
G: Iya, tapi kan kalau cuma dua jam juga nanti orang, wah, 
sandiwara apalagi nih.
H: Nggak.
G:  Begitu, Pak.
H: Oke, baik-baik ya.
G:  Nggih Pak.
H:  Ya, terimakasih.
G: Ya, Pak. Assalamu'alaikum.

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke