hahahaha... mendukung sih mendukung. cuman apa ada yang kuat tidak menggunakan telepon? kalau minta dijemput pacar, gimana? kalau kangen sama suami, gimana? kalau anak sakit, butuh pertolongan dokter segera, gimana? coba deh cari jalan lain yang lebih sip, gitu. >From: Abdillah Alkaff <[EMAIL PROTECTED]> >Date: Fri, 19 Feb 1999 08:56:33 +0700 >----------ORIGINAL MESSAGES > >From: Q-Art Design [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] >Sent: 1999.Feb.19 / Jumat 8:34 >To: Apkomindo; Boen-Boen; Dash M. S.; FajarCom; Herry Cahyanto; Huadi >Lawrasia; Indo3D; Perspektif >Subject: [perspektif] Gerakan Boikot PT. Telkom > >Salam Perjuangan, > >Saudara-Saudari! PT. Telkom Indonesia telah terbukti menyengsarakan >rakyat. Mengapa tidak? Betapa di tengah-tengah krisis ekonomi yang masih >tetap tidak menentu ini, di mana harga-harga sembako dan barang-barang >lainnya masih melonjak, inflasi menggila, ditambah dengan PHK dan >ancaman PHK begitu merajalela, mereka tega-teganya menaikkan tarif pulsa >telepon UNTUK KESEKIAN KALINYA DALAM WAKTU SATU TAHUN! Tidak >tanggung-tanggung lagi, sebesar 24% sampai 46%! Bahkan dalam beberapa >waktu mendatang diperkirakan kenaikan yang KERAP DIHALUSKAN menjadi >penyesuaian harga itu akan terjadi lagi. Sementara pelayanannya masih >SETALI TIGA UANG alias masih tetap BELUM MEMUASKAN, dalam arti kata >hubungan telepon yang kurang jernih suaranya dan sering terputus, >sambungan telepon yang seringkali gagal, dan masih banyak lagi. >Seandainya PT. Telkom memang tidak bisa memberikan pelayanan yang baik >pada masyarakat, tetapi sebaliknya selalu mengejar untung belaka, lebih >baik DILIKUIDASI saja! Sebaiknya undang pihak-pihak lokal lainnya >ataupun pihak-pihak asing untuk membangun dan mengelola sistem >telekomunikasi Indonesia dalam iklim PERSAINGAN SEHAT, tanpa adanya >MONOPOLI lagi! Sedangkan pihak MPR/DPR, yang KATANYA MEWAKILI RAKYAT, >seperti biasanya selalu bersikap YES MAN! >Oleh sebab itu maka kami anjurkan kepada Saudara-Saudari sekalian untuk >ikut berpartisipasi dalam kampanye GERAKAN BOIKOT PT. TELKOM yang kami >selenggarakan! >Caranya: >TIDAK MENGGUNAKAN TELEPON SATU HARI PENUH, DUA KALI SEBULAN, SETIAP >TANGGAL 1 DAN 15, SAMPAI TARIF TELEPON DITINJAU KEMBALI! >Memang, apabila aksi boikot ini hanya dilakukan oleh satu atau dua orang >saja, tentu saja tidak akan ada gunanya. Tetapi bila aksi boikot ini >diikuti oleh RATUSAN, RIBUAN, atau bahkan JUTAAN ORANG termasuk >Saudara-Saudari, bayangkan kerugian yang dialami oleh PT. Telkom akibat >penggunaan telepon yang berkurang drastis, meskipun hanya untuk DUA >HARI! >Meskipun demikian, kami tidak mentoleransi adanya: >1.PERUSAKAN DAN/ATAU PENJARAHAN TERHADAP SARANA FISIK PT. TELKOM >(KANTOR, GARDU, TIANG, KABEL, TELEPON UMUM, DSB.)! >2.AKSI SENGAJA YANG MENGAKIBATKAN KERUSAKAN PADA PESAWAT TELEPON ATAUPUN >SENTRAL TELEPON PT. TELKOM DALAM BENTUK APAPUN! >3.AKSI PROVOKASI YANG DAPAT MENIMBULKAN KERUSUHAN, KERESAHAN, ATAU >KETIDAKNYAMANAN RAKYAT BANYAK! >sebab aksi kami hanyalah aksi damai yang dikhususkan hanya untuk PT. >Telkom saja, TANPA BERTUJUAN untuk mengakibatkan KERUSAKAN atau KERUGIAN >masyarakat umum! Sehingga dengan adanya aksi damai ini setidak-tidaknya >pemerintah pada umumnya, dan PT. Telkom khususnya, termasuk the YES MAN >MPR/DPR, menjadi tergugah, sehingga mau meninjau kembali PENYESUAIAN >tarif ini. >Untuk informasi lebih jauh dan gambar-gambar untuk link (jika anda >memiliki situs web, web site, homepage, atau apapun istilahnya), anda >dapat mengunjungi kami di http://telkom.findhere.com. >Salam perjuangan! >Gerakan Boikot PT. Telkom >NB : Mohon berita ini disebarkan kepada siapa saja agar seluruh lapisan >masyarakat mengetahui aksi damai ini, sehingga aksi ini dapat berjalan >dengan lancar, damai dan tertib. Terima Kasih ! >------------------------------------------------- > > FATAL ERROR! SYSTEM HALTED! - Press any key to do nothing... [kj] ICQ - 23276722 http://hey.to/kj ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
