Salam Damai,
Rupanya godaan untuk  menyakitkan sampai membunuh manusia yang punya
baju lain sedang melanda negeri kita. Dunia milis yang berbahasa
indonesia-pun tidak luput dari hal itu. Kejadian terakhir adalah  usaha
Awang yang sukses ( paling tidak dari reaksi baliknya) untuk menyakitkan
hati manusia lain dengan mengobok-obok agama islam.

Barangkali, paling betul ( seperti usulan bung Tedy The Kion) adalah
tidak memberikan reaksi terhadap tulisan macam itu. Agama tidak jadi
berkurang nilainya dari hujatan seperti itu. Agama Islam atau Kristen
atau Hindu/Budha masing2 dianut oleh kira2 hampir semilyar manusia.
Adalah sikap yang arogan yang kekanak2an sekaligus  menggelikan bila
satu-dua orang manusia meremehkan atau menganggap tolol  ratusan juta
penghuni bumi yang lain.

Adalah mendesak bagi orang-orang waras negeri ini untuk mengajak
sebanyak mungkin manusia lain teman2 sebangsanya agar bisa menerima
keyakinan manusia lain. Keyakinan agama manusia lain. Juga hak manusia
lain untuk tidak percaya agama. Sikap yang masih keliru bukanlah
monopoly suatu agama atau ras. Juga bukan monopoly mayoritas atau
minoritas. Kita bisa melihat kejadian di Bosnia, 14 Mei atau Ambon yang
masih hangat. Kita juga bisa melihat bagaimana kelakuan POL-POT yang
tanpa agama.

Meremehkan manusia lain , menololkan banyak manusia lain menyumbang pada
ketidakmampuan kita untuk bekerjasama dengan  kelompok lain diluar
kelompok kita sendiri. Hal yang amat kita perlukan saat ini buat bangkit
dari keterpurukan yang memprihatinkan ini.

Wassalam,


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke