Setuju ini harus diblow. sayangnya dalam banyak hal... terlihat aparat kurang professional dalam menjalankan tugasnya. entah karena kurang mengerti, atau kita memang manusia yang dididik selama 32 tahun utk tanpa disadari bersikap rasialis... inilah mau tidak mau harus diakui akar permasalahan sudah tertanam dalam diri kita semua tanpa disadari perlakuan tsb timbul dalam suatu situasi. Mari kita belajar ... memulai hidup baru... kalau malaysia, amerika bisa kenapa kita tidak... !!! djoe. -----Original Message----- From: �� <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wednesday, March 17, 1999 11:19 AM Subject: [Kuli Tinta] Re: [freemail] Parpol atau Parprem? >From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]> > >>Akibat ribut-ribut itu, 4 anggota PHH Brimob yang "berkantor" di KPU, >masuk. Tapi mereka tidak berbuat apa-apa. Tiga wartawan yang >menyaksikan >kejadian itu, termasuk detikcom, tidak juga berani bersikap sebab Tim >12 >terlihat garang dan tidak kenal kompromi. >> >>Nurdin terus diintimidasi. "Catat saja nomor mobilnya!" teriak >seorang >anggota Tim 12, mengancam Nurdin. >> >>Setelah Nurdin menandatangi surat yang diberikan Tim 12, Nurdin >dilepaskan, sekitar pukul 19.45 WIB. Sementara itu, semua pintu keluar >sengaja ditutup oleh Tim 12 supaya Nurdin tidak gampang meloloskan >diri. >> >>Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999 >============================ > > >Inilah salah satu artifak budaya peninggalan Orba. Pemaksaan kehendak >yang disertai dengan kekerasan. > >Kalau dalam kasus likuidasi Bank muncul istilah DOT atau daftar orang >tercela maka kini tentunya perlu dimunculkan DKT atau Daftar Kelompok >Tercela. > >Agar masyarakat mengetahui dan memberi sangsi sosial maka bagaimana >kalau DKT dan DOT itu di blow up secara nasional termasuk melalui >media elektronik agar masyarakat mengetahuinya sehingga kemungkinan >bansga ini terjerumus kedalam lobang yang sama bisa diperkecil? > >Salam Reformasi Total!!! > > >______________________________________________________________________ >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! > > > > ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
