At 13:04 24/03/99 +0700, DEZIG! wrote:
>-----Original Message-----
>From: Beby Asvi Yunita <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tuesday, March 23, 1999 1:49 PM
>Subject: Re: [Kuli Tinta] DPR yang Tidak Berperikemanusiaan
>
>
>>Menurut pendapat saya, para anggota DPR itu adalah benar Wakil Rakyat dan
>>benar-benar manusia. Karena mereka wakil rakyat itulah maka mereka
>>menghindar untuk bertemu  anggota AMAN yang mereka wakili.
>>Kenapa?
>>Soalnya mereka tahu bahwa selama ini mereka telah menerlantarkan rakyat
>yang
>>dalam hal ini adalah "AMAN" yang telah memilih mereka sebagai wakilnya dan
>>sampai dengan kemarin mereka masih memikirkan cara untuk menjawab
>pertanyaan
>>atau apapun yang menurut perkiraan mereka akan diajukan oleh "AMAN"
>sehingga
>>tidak menimbulkan hal-hal yang tidak mereka inginkan.
>>Dan bukankah sifat-sifat seperti adalah salah satu sifat (jelek) seorang
>>manusia?
>>Bagaimana pendapat yang lain?
>
>
>Memang betul anggota DPR itu manusia, tapi "AMAN" juga manusia. Manusia yang
>masa depannya tergantung pada si anggota DPR.
>Betul kata tetua dari Aceh itu, kalau anggota DPR atau Pejabat datang ke
>daerah, orang di daerah sibuk menyiapkan acara penyambutan yang meriah walau
>tidak diminta.
>Namun apa yang terjadi? Orang-orang tua itu dibiarkan menunggu dengan dijaga
>aparat, dengan terik matahari yang memanggang... sudah tidak pantas.
>Memangnya orang-orang tua itu mau apa?
>Anggota DPR itu lupa bahwa mereka digaji 5 juta perbulan untuk apa.
>
>Jadi memang tidak sepantasnya anggota AMAN itu ditelantarkan di panas
>matahari dgn dijaga aparat. Seharusnya diterima dulu...
>
>Sekian,
>DEZIG!
 
Wah, manusia atau bukan saya belum memeriksanya.
yang pasti para anggota DPR itu adalah abdi-dalem
kita yang kita gaji dan kita suruh mewakili kita
disana. Koq malah mereka engga amu menerima
kedatangan para Boss nya......Ini namanya aneh !

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke