Iya, kenapa ya begini. Kata orang pinter, sistim perwakilan cuma dua, distrik dan 
proporsional. Prof Ryas Rasyid pernah coba model penggabungan, ditolak DPR.
Kalau secara riel diamati tanpa prasangka, orang politik yang cukup aspiratif menyebar 
dibeberapa partai, berbaur dengan calo politik, preman politik dan petualang politik. 
Sedangkan model proporsional berarti memilih paket, yang didalamnya isinya campuran 
aktor politik. Jadi bagaimanapun jurdilnya, tetap besar kemungkinan kesusupan tokoh 
antagonis.
Belum lagi orang-baik yang beredar diluar parpol. Bagaimana mewadahinya. Ya kalau 
dipakai oleh yang menang, kalau tidak, kan tetap diluar system.
Yang jelas mahasiswa saja, sebagai lokomotip reformasi, sekarang jadi outsider.
Kalau bisnis sih mudah, untuk mengurangi risiko dan menepis keraguan, ada model 
asuransi atau Bank Garansi. kalau politik, totally own risk. Sama dengan memilih suami 
atau isteri. Kalau salah penderitaannya berkepanjangan.
Maklumlah dinegara berkembang, politik masih dijadikan mata pencaharian, bukan 
pengabdian.
Tapi setidaknya, kalau tahu pilihannya cuma trial and error, ya pilih saja yang Anda 
suka. Nanti kalau terbukti salah, try and try again later. It's only politic, not the 
whole aspects of your life. Proceed with the best possible shot, may God Bless us. 
Dalam test GMET/GPA ada resep mujarab : kalau tahu tembak, kalau nggak tahu tebak. 
Jangan dikosongin, ntar nilainya minus.

... kalau semua pilihan memberi kebimbangan
    kepadaNyalah kita berserah .......
 
--

On Wed, 14 Apr 1999 07:45:45   reform order wrote:
>Saya sedang merenungkan tentang Pemilu '99 ini, dan yg terpikirkan 
>oleh saya adalah bahwa saya nanti dianjurkan u/ memilih salah satu 
>partai yg sesuai dng aspirasi rakyat yg akan duduk sbg wakil rakyat.
>(Bagaimana saya tahu bahwa mereka sesuai dng aspirasi rakyat, wong 
>program-program dari mereka saja saya tidak tahu sampai sekarang, yg 
>saya tahu cuma janji-janji saja ?)
>Kemudian partai itu menang, dan pasti mereka yg akan menentukan calon 
>presiden mendatang. Dng demikian, maka calon presiden mendatang adalah 
>pilihan dari partai yg dipilih oleh rakyat. Yg bikin saya tidak 
>mengerti adalah, bahwa sistem pemilu ini apakah bedanya dng sistem 
>pemilu yg sebelum-sebelumnya sudah dilaksanakan selama puluhan tahun 
>ini ??
>Bukankah sudah teruji oleh sejarah bahwa sistem pemilu ini sangat 
>gampang/mudah dimanipulasi. Bahwa nantinya partai yg menang suara 
>sudah pasti akan memilih calon presiden yg sejalan/sepaham/sealiran 
>dng partai tsb, sehingga di sini peluang u/ KKN maupun ABS (Asal Bapak 
>Senang) pasti terbuka lebar. Dan presiden yg dipilih oleh partai ini 
>sudah pasti juga akan berusaha u/ sejalan sejalan/sepaham/sealiran dng 
>partai tsb juga. Di sini sangat besar kemungkinan bahwa kepentingan 
>rakyat akan dikorbankan lagi demi kepentingan partai, golongan maupun 
>perorangan.
>Saya hanya berangan-angan, kapan pemilu kita yg sebenarnya akan 
>dilakukan, di mana baik calon presiden maupun calon wakil rakyat 
>dipilih langsung oleh rakyat. Sehingga dng demikian, dapat saja 
>terjadi misalnya presiden terpilih dari partai PDI Perjuangan namun 
>wakil rakyat yg terpilih adalah majoritas dari partai PAN. Dengan 
>demikian, maka kedua belah pihak (presiden maupun wakil rakyat) adalah 
>memang 'sah' pilihan rakyat dan hal ini akan memperkecil peluang 
>terjadinya KKN diantara mereka. Bahkan yg diharapkan terjadi adalah 
>baik presiden maupun wakil rakyat akan saling mengoreksi tindakan 
>masing-masing, dan berani u/ menegur satu sama lain, karena kedua 
>pihak adalah memang benar-benar wakil pilihan rakyat. Dan adanya 
>perkara 'impeachment' dan perkara-perkara lainnya sudah pasti bukan 
>merupakan hal yg tabu bagi pemerintahan yg demikian, dan sistem 
>pemerintahan yg bersih dan berwibawa pasti akan terwujud.
>
>Kapan yach ???
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>


Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke