Salam reformasi,

Janganlah kita cepat kecewa kalau keinginan kita tidak terikuti.
Masing-masing boleh memiliki pendapat sendiri-sendiri, bukan? Ada yang
memilih bersifat introvert ada yang memilih bersifat extrovert. Marilah kita
belajar menghormati pilihan pendapat masing-masing.
Reaksi masyarakat pada diri kita akan sesuai dengan pandangan dan pilihan
kita. Marilah kita juga belajar menghormati pilihan pendapat umum. Bermain
api hangus, bermain air basah. Ini adalah pilihan masing-masing yang patut
dihormati, asalkan tidak merugikan orang lain secara langsung.

Marilah kita belajar berhati besar dalam melihat pandangan dan pilihan orang
lain.

Salam,
Joost A. Nelwan 

> ----------
> From:         Beby Asvi Yunita[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Friday, April 23, 1999 8:46 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [Kuli Tinta] som-sek...... som-sek.... som-sek.......
> sombong sekaliiii...
> 
> 
> Wa'alaikumsalam Wr.Wb.
> 
> Pak Drajad,
> Saya agak kecewa membaca email anda. Saat ini kita sedang ada
> di zaman reformasi, abad 21. Dan saatnyalah rakyat Indonesia
> melihat dan untuk akhirnya menentukan pilihannya tentang siapa
> yang mereka anggap pantas untuk memimpin mereka.
> 
> Dan cara yang paling tepat adalah dengan melakukan debat terbuka
> tersebut. Mungkin anda jangan salah mengartikan kata "debat" di sini.
> 
> Debat di sini bukan berarti saling sikut dan jagal-menjagal. Tapi para
> calon dipersilahkan untuk mengemukakan pendapat dan program-
> program mereka untuk memajukan Indonesia, menciptakan masyarakat
> Madani. Jadi bukan "Debat Kusir". Untuk itu diharapkan rakyat Indonesia
> tidak memilih "Kucing Dalam Karung" lagi, seperti yang terjadi selama ini.
> 
> Mengenai pernyataan Sultan HB X, saya rasa itu juga merupakan salah
> satu upaya beliau untuk menarik simpati rakyat, dan ini jugalah yang akan
> dilakukan oleh calon lain pada debat terbuka tersebut.
> 
> Jadi, saya justru menghimbau kepada Mbak Megawati untuk ikut
> berpartisipasi dalam debat terbuka ini untuk mengajukan program dan
> konsep yang akan dilakukan nanti, sehingga rakyat nantinya akan memilih
> beliau atas dasar yang pasti, bukan karena rasa "simpati". Atau setidaknya
> untuk membuktikan bahwa mereka memang pengikut setia Mbak Mega.
> 
> Selamat ber"Debat Terbuka"...
> 
> Wassalam,
> Beby
> 
> -----Original Message-----
> From: drajad <[EMAIL PROTECTED]>
> To: ipb-staff <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Friday, April 23, 1999 4:36 AM
> Subject: [Kuli Tinta] som-sek...... som-sek.... som-sek....... sombong
> sekaliiii...
> 
> 
> >ass. wr. wb.
> >
> >duuuuh... pagi-pagi udah baca berita orang-orang takabur nih..
> >
> >lha wong baru jadi calon dari masing-masing partai aja kok ya sudah pada
> >berdebat seolah-olah sudah jadi calon presiden beneran. lha wong mimpin
> >partainya saja belum jelas terbukti dapat mengajak rakyat dengan
> baik-baik
> >dan ikhlas mendukungnya kok ya...?
> >
> >mendingan mbak mega yang undur duluan kali ya.... wong memang selama ini
> >programnya atas dukungan kolega-koleganya.
> >
> >atau ngikutin aja atuh sama sri sultan, lha jelas-jelas visinya sudah dia
> >utarakan ketika dilantik jadi gubernur diy, bahwa hidupnya ditujukan
> untuk
> >pengabdian, kok diajak debat lagi. lha nanti kalau njawabnya cuma
> >"mengabdi".... mengabdi.... dan mengabdi gitu disangkanya blo'on... ah
> >repoot.. repot. apalagi sekarang kan beliau sultan.... masa rela rakyat
> >yogya (misalnya) rajanya dibiliang.... (hehehehe)
> >
> >tahu nih hari ini lek oein uring-uringan sejak kemarin mbaca berita ngaco
> >semua, dapet kiriman imil... ngaco kabeh (keduali dari ipb-staf,
> >suara-kansai lho... sumpah)... sampai mblenger temenan aku.
> >
> >ada rencana (program) untuk memerintah negara kok ingin selalu menjegal
> >saingannya. ada rencana kok tidak akan bersedia koalisi dengan
> pemerintahan
> >partai pemenang pemilu. ada rencana kok mau jadi oposisi (lawan politik).
> >ada program kok menunjukkan dendam kesumat, ingin menghukum seseorang....
> >
> >lha terus nangsib daripada rakyat jelata seperti lek oein, mbah soeloyo,
> lek
> >sastro-kadut, gus kemis dll itu mau di kemanakan?
> >kok nggak ada ya partai atau tokoh partai atau yang ngebet jadi presiden
> >terus berencana misalnya:
> >"kalau saya dikehendaki dan diijinkan memimpin bangsa indonesia, maka
> akan
> >dengan segala cara dan dukungan saudara-saudara semua, baik yang dukung
> saya
> >atau yang anti saya, untuk mewujudkan indonesia seperti yang pernah
> >dicita-citakan para founding-fathers".. misalnya. kan dulu dinyatakan
> bahwa
> >kemerdekaan hanya menghantarkan kepada bangsa indonesia di pintu gerbang
> >keemasan. yaaa.. nasib barangkali selama orba dan orla nggak berhasil
> masuk
> >itu pintu gerbang.. sekarang malah keluar lagi... hehehehe... (ketawa ah
> >biar nggak sumpek)
> >
> >nah selamat menikmati dan mrenguti sendiri-sendiri..
> >
> >wassalam,
> >
> >drajad.
> >---------------------------
> >
> >Megawati Tak Ikut Debat, PDI Rugi
> >BANDUNG - Acara menarik ''Debat Calon Presiden'' yang digelar Komite
> >Penyelamat Suara Rakyat Keluarga Mahasiswa ITB yang mulai berlangsung
> >kemarin di kampus ITB, jadi kurang lengkap tanpa kehadiran Ketua DPP PDI
> >Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
> >Ketidakhadiran Mega dinilai pengamat politik Dr Mochtar Pabottingi justru
> >merugikan partainya. Sebab, selama ini banyak warga masyarakat meragukan
> >kemampuan Megawati menjadi presiden. ''Dia kan selalu tampil didampingi
> >orang lain. Sekarang perlu memperlihatkan konsep dan programnya dalam
> acara
> >debat itu,'' katanya.
> >Mochtar menuturkan kesan hadirin terhadap penampilan Mega di ITB
> berpengaruh
> >positif terhadap pencalonannya sebagai presiden. Dia tak sependapat jika
> >acara debat calon presiden dikatakan tidak sesuai dengan budaya
> ketimuran.
> >Debat itu kemarin diikuti Amien Rais (Partai Amanat Nasional/PAN), Ahmad
> >Sumargono (Partai Bulan Bintang/PBB), dan Didin Hafidhudin (Partai
> >Keadilan/PK). Jumat ini debat akan dilanjutkan dengan menghadirkan Feisol
> >Reza (Partai Rakyat Demokratik/PRD) dan Sri-Bintang Pamungkas (Partai Uni
> >Demokrasi Indonesia/PUDI).
> >Acara itu mendapat perhatian mahasiswa dan masyarakat. Malah menjelang
> sesi
> >akhir, saat giliran Amien Rais tampil, massa kian meluber sehingga gedung
> >Aula Barat ITB disesaki pengunjung yang tidak hanya dari Bandung, juga
> dari
> >Jakarta dan kota-kota lain di luar Jawa Barat.
> >KKN Terhapus
> >Amien Rais, calon presiden dari PAN yang mendapat kesempatan tampil di
> hari
> >pertama kemarin, mengaku tidak keder pada Megawati. Jika kalah dalam
> pemilu,
> >Amien pun siap menjadi oposisi. Sebab di dalam demokrasi yang sehat,
> menjadi
> >oposisi pun tak kalah terhormat dari orang yang memegang kekuasaan.
> >''Kalau saya jadi presiden, dua atau tiga tahun KKN akan hapus. Langkah
> saya
> >mulai dari menangkap 'ikan paus'-nya dulu, yakni Soeharto. Ikan-ikan teri
> >tak perlu diajukan ke pengadilan. Karena kalaupun mereka diseret, kita
> malah
> >akan kekurangan hakim. Sebab selama 32 tahun rezim Soeharto berkuasa,
> >terlalu banyak 'teri' korupsi,'' kata Ketua PAN.
> >Salah satu calon presiden dari PBB, Ahmad Sumargono, menegaskan akan
> sepenuh
> >hati menjegal pencalonan Megawati menjadi presiden. Namun jika Megawati
> >terpilih, sebagai demokrat sejati dia akan mengakui kemenangan putri Bung
> >Karno itu.
> >''Saya tak akan mau diajak koalisi atau bergabung dengan pemerintahannya.
> >Saya akan memilih menjadi oposisi,'' ucap Ketua KISDI itu.
> >Seperti Amien Rais dan Didin Hafidhudin, Ahmad Sumargono juga menjanjikan
> >jika dipilih menjadi presiden akan menjadikan Indonesia sebuah negara
> yang
> >bebas dari KKN
> >
> >
> >
> >
> >______________________________________________________________________
> >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> >
> >
> >
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke