Tambahan Partai Pro Status Quo; jumlah 25 Partai
Berikut adalah indikator suatu partai pro status quo atau tidak: 
a. Pertama, sikap mereka terhadap UUD 1945  (bersedia mengadakan perubahan
atau tidak ?)
b. Kedua, sikap mereka terhadap Dwifungsi ABRI (menerima sepenuhnya,
menerima dengan syarat atau menolak total)
c. Ketiga, sikap mereka terhadap pengadilan mantan Presiden Soeharto,
keluarga dan semua kroni-kroninya setuju, ragu-ragu atau tidak setuju)
d. Keempat, sikap mereka terhadap Pendidikan politik rakyat  (mendukung,
tidak mendukung atau tidak jelas)
e. Kelima, sikap mereka terhadap penegakan hukum dan toleransi demokrasi
(tegas, ragu-ragu atau tidak jelas).

01. PARTAI INDONESIA BARU (PIB)
05. PARTAI KEBANGKITAN MUSLIM INDONESIA (KAMI)
13. PARTAI KEBANGSAAN MERDEKA (PKM)
14. PARTAI DEMOKRASI KASIH BANGSA (PDKB)
17. PARTAI SYARIKAT ISLAM INDONESIA 1905 (PSII 1905)
20. PARTAI RAKYAT INDONESIA (PARI)
23. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA (PSP)
25. PARTAI NAHDLATUL UMMAT (Partai NU)
26. PARTAI NASIONAL INDONESIA - FRONT MARHAENIS  (PNI - FRONT MARHAENIS)
27. PARTAI IKATAN PENDUKUNG KEMERDEKAAN INDONESIA (IPKI)
28. PARTAI REPUBLIK
29. PARTAI ISLAM DEMOKRAT (PID)
30. PARTAI NASIONAL INDONESIA - MASSA MARHAEN (PNI-MASSA MARHAEN)
32. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA (PDI)
33. PARTAI GOLONGAN KARYA (Golkar)
34. PARTAI PERSATUAN (PP)
38. PARTAI MUSYAWARAH KEKELUARGAAN GOTONG ROYONG (PARTAI MKGR)
40. PARTAI CINTA DAMAI (PCD)
41. PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN (PKP)
42. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA SELURUH INDONESIA (PSPSI)
43. PARTAI NASIONAL BANGSA INDONESIA (PNBI)
44. PARTAI BHINNEKA TUNGGAL IKA INDONESIA (PBI)
45. PARTAI SOLIDARITAS UNI NASIONAL INDONESIA (SUNI)
47. PARTAI UMMAT MUSLIMIN INDONESIA (PUMI)
48. PARTAI PEKERJA INDONESIA (PPI)


01. PARTAI INDONESIA BARU (PIB)
Ini merupakan koalisi sembilan partai baru, diantaranya PARMI (Partai
Aliansi Rakyat Miskin Indonesia). Ketua Parmi H Tengku Muhammad Idris Amir
Chalid pernah terang-terangan menantang duel Amien Rais jika yang
bersangkutan terus menghujat Soeharto dan keluarga. Sikap PIB jelas sekali
yaitu menentang mereka yang menghujat Soeharto, dan tidak menolak seandainya
Soeharto dipilih lagi sebagai Presiden periode mendatang oleh MPR hasil
Pemilu 1999. Salah satu pendiri PIB adalah H Asnawi Mangkualam, bekas
Gubernur Sumatera Selatan. Kebanyakan aktivisnya pensiunan Pegawai Negeri.

05. PARTAI KEBANGKITAN MUSLIM INDONESIA (KAMI)
Para pendukung Partai KAMI ini adalah Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), GUPPI
dan Satkar Ulama. Ketiga ormas ini sejak lama menyalurkan aspirasinya lewat
Golkar. Beberapa eksponennya kemudian memisahkan diri dan membentuk Partai
KAMI untuk membendung massa Islam Golkar terutama dari kelompok tradisional
pedesaan meluber ke partai-partai bentukan NU.

13. PARTAI KEBANGSAAN MERDEKA (PKM)
Partai ini diketuai oleh KH Zaini Achmad Noeh, pensiunan pegawai tinggi
Departemen Agama yang pernah menjadi juru kampanye Golkar. Beberapa pilar
pendukung PKM juga dikenal sebagai pendukung Golkar atau setidaknya bukan
orang-orang yang dikenal secara politis. PKM dibentuk untuk menampung para
nasionalis yang dulu berlindung di Golkar.

14. PARTAI DEMOKRASI KASIH BANGSA (PDKB)
Ini partai yang dibentuk beberapa aktivis Kristen dan Katolik yang pernah
menjadi eksponen pendukung Golkar dan diharapkan bisa menyaingi kekuatan PDI
Perjuangan di provinsi-provinsi berbasis Kristen dan Katolik.

17. PARTAI SYARIKAT ISLAM INDONESIA 1905 (PSII 1905)
Pecahan PSII yang dibentuk untuk memperlemah PSII pimpinan Taufiq
Tjokroaminoto. Beberapa pertemuan rahasia dengan Ibnu Hartomo kabarnya
diikuti beberapa utusan partai ini.

20. PARTAI RAKYAT INDONESIA (PARI)
Ini jelas partai status-quo, karena Ketua Umumnya Agus Miftach sejak lama
dikenal sebagai petualang politik. Tadinya Agus dikenal sebagai Ketua Umum
BLHI, sebuah LSM lingkungan plat merah yang didanai oleh Bob Hasan. Jaringan
BLHI inilah yang disulapnya menjadi PARI. PARI juga mengikuti forum partai
di Condet yang diadakan oleh Ibnu Hartomo. Agus juga kabarnya masih sering
bertemu dengan Bob Hasan. Mobil Mercy dan BMW miliknya adalah hadiah dari
Bob Hasan.

23. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA (PSP)
PSP secara rutin bertemu, sowan dan kabarnya juga mendapat suntikan dana
dari Ibnu Hartomo, adik kandung almarhum Ibu Tien. Dan hal dilakukan PSP
karena dijanjikan suara dari sejumlah ormas pekerja yang pembinanya adalah
Ibnu. Suara kaum pekerja ini biasanya disalurkan ke Golkar, dan kini dibagi
dua yaitu sebagian untuk PSP dan sebagian lagi untuk PSPSI.

25. PARTAI NAHDLATUL UMMAT (Partai NU)
Pimpinan partai ini yaitu KH Syukron Makmun sejak lama dikenal sebagai tokoh
NU yang dekat dengan beberapa tokoh teras Golkar. Syukron juga punya peran
dalam pendirian MDI-nya Golkar.

26. PARTAI NASIONAL INDONESIA - FRONT MARHAENIS  (PNI - FRONT MARHAENIS)
Ketua Umum Partai ini adalah Probosutedjo yang merupakan adik tiri mantan
Presiden Soeharto. PNI Front Marhaenis diharapkan bisa mencuri seperempat
suara kaum nasionalis yang disalurkan lewat PDI Perjuangan dan PNI-Supeni.

27. PARTAI IKATAN PENDUKUNG KEMERDEKAAN INDONESIA (IPKI)
Dipimpin oleh Letjen TNI (Purn) R Soeprapto, mantan Gubernur Jakarta yang
beberapa Pemilu menjadi juru kampanye dan pendukung setia Golkar bahkan pada
Pemilu 1997 semua eksponen IPKI menyalurkan aspirasinya ke Golkar  padahal
pada 1973 IPKI merupakan bagian dari fusi PDI. Sayap Golkar pro-Soeharto
diperkirakan sebagian akan lari mendukung IPKI.

28. PARTAI REPUBLIK
Ketua Umumnya Syarifudin Harahap adalah pengusaha yang cukup berhasil dan
dekat hubungannya dengan Aburizal Bakrie. Pada masa Orba, Syarifudin sempat
menjadi Sekjen PPP di bawah Naro. Partai ini juga anggota forum partai yang
diadakan oleh Ibnu Hartomo. Partai ini juga menolak pengadilan atas Soeharto
dengan alasan mantan Presiden itu besar jasanya bagi negara.  ''Kami welcome
terhadap keluarga Cendana. Mereka kan belum dicabut haknya, sedangkan bekas
PKI saja boleh masuk partai,'' kata Syarifudin enteng.

29. PARTAI ISLAM DEMOKRAT (PID)
Dipimpin oleh Drs H Andi Rasyid Djalil, PID dikenal sebagai partainya Mbak
Tutut karena memang jaringan partai ini ke daerah-daerah menggunakan
jaringan Yayasan Kiara yang dipimpin Mbak Tutut. Dana partai ini juga
berasal dari Mbak Tutut sekeluarga.

30. PARTAI NASIONAL INDONESIA - MASSA MARHAEN (PNI-MASSA MARHAEN)
Bachtar Oscha Maliki, Ketua Umum partai ini meskipun pernah memimpin DPC PDI
Jakarta Selatan akan tetapi sesungguhnya banyak aktivis partai ini
sebetulnya berkulit merah tetapi didalamnya kuning. Pernah beberapa kali
mengirim utusan ke pertemuan bersama Ibnu Hartomo.

32. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA (PDI)
PDI yang dipimpin oleh Budi Hardjono ini merupakan pendukung setia BJ
Habibie dan ABRI, karena tanpa mereka maka PDI tidak akan bisa aman
menjalankan aktivitasnya karena sudah dicap pengkhianat oleh kelompok
Megawati yang ada di PDI Perjuangan. Jalan satu-satunya untuk tetap aman
adalah menjadi pendukung status-quo dengan tujuan menggembosi PDI
Perjuangan. Di pedesaan banyak orang akan terkecoh dengan lambang PDI karena
PDI Perjuangan sudah mengganti nama dan simbol.

33. PARTAI GOLONGAN KARYA (Golkar)
Sudah jelas dan tidak usah dikomentari lagi, meski di dalam partai ini
bercokol sejumlah demokrat seperti Marzuki Darusman, Din Syamsudin dan Adi
Sasono. Golkar berkepentingan mempertahankan status-quo justru untuk
kepentingan petinggi partainya dan bukan demi Soeharto. Dan karena itu sayap
Golkar pendukung Soeharto tidak akan memilih Golkar dalam Pemilu nanti.

34. PARTAI PERSATUAN (PP)
Dibentuk untuk menggembosi PPP yang memang kembali galak dalam berpolitik.
PP memanfaatkan banyaknya luberan suara akibat salah nyoblos karena PPP yang
asli berganti gambar dari bintang ke Ka'bah. Ketua umumnya yaitu HJ Naro
sudah lama dikenal sebagai musuh umat Islam karena kelakuan politiknya yang
tidak terpuji di masa lalu.

38. PARTAI MUSYAWARAH KEKELUARGAAN GOTONG ROYONG (PARTAI MKGR)
Pecahan partai Golkar dan dipimpin oleh mantan Menteri UPW Ny Mien Sugandhi.
Mengklaim didukung oleh 10 juta suara anggota MKGR, sebagian pendukung
Soeharto terutama dari kalangan menengah dan pengusaha akan menyalurkan
aspirasinya ke partai ini.

40. PARTAI CINTA DAMAI (PCD)
Partai ini dipimpin oleh Drs Iskandar Zulkarnain yang sebetulnya tidak
dikenal sebagai orang politik. PCD memanfaatkan jaringan kalangan Ahmadiyah
Indonesia yang dulu menyalurkan aspirasinya ke Golkar.

41. PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN (PKP)
Dipimpin oleh Edi Sudradjat, mantan Menhankam yang sakit hati karena tidak
berhasil mengalahkan Akbar  Tandjung dalam perebutan kursi Ketua Umum
Golkar. Orang-orang kritis di Golkar dan rata-rata dari ormas Kosgoro
ditarik ke PKP. Kalangan veteran dan purnawirawan adalah ujung tombak PKP.
Tujuan PKP sendiri sebenarnya cuma satu yaitu menggembosi suara Golkar
habis-habisan.

42. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA SELURUH INDONESIA (PSPSI)
Peserta forum partai Ibnu Hartomo di Condet, dan didirikan oleh eksponen
ormas FSPSI yang selama ini menyalurkan suaranya ke Golkar.

43. PARTAI NASIONAL BANGSA INDONESIA (PNBI)
Sebagian besar pengurusnya adalah orang-orang AMPI, ormas Pemuda Golkar dan
didirikan untuk menampung rembesan suara dari kalangan muda Golkar dan juga
pemuda Panca Marga.

44. PARTAI BHINNEKA TUNGGAL IKA INDONESIA (PBI)
Sejumlah kalangan etnis Tionghoa yang selama ini menyalurkan suara ke Golkar
mendirikan partai ini.

45. PARTAI SOLIDARITAS UNI NASIONAL INDONESIA (SUNI)
Dipimpin oleh Abu Hasan, pesaing Gus Dur di Muktamar NU di Cipasung.
Jaringan politik yang dipakai adalah jaringan politik ormas KPP-NU, pesaing
NU yang kuat di luar Jawa. Tujuannya menggembosi perolehan suara PKB, partai
yang dibentuk Gus Dur.

47. PARTAI UMMAT MUSLIMIN INDONESIA (PUMI)
Sebagian eksponen PPP dan Golkar bersama-sama mendirikan PUMI. Partai ini
untuk menampung massa Islam  modernis yang selama ini menyalurkan aspirasi
ke Golkar.

48. PARTAI PEKERJA INDONESIA (PPI)
Peserta forum partai politik pimpinan Ibnu Hartomo.

Salam,
Roos Akbar
Dept. of Geographical Sciences and Planning
University of Queensland
email: [EMAIL PROTECTED]


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke