Internet Instant dari Telkom, dari segi ide, bagus. Memudahkan orang
mengakses Internet, tanpa birokratis daftar-daftar ke ISP segala.

ISP, minus urusan daftar-daftar, dan keterbatasan keberadaan mereka di
kota-kota tertentu, tak harus minder. Sebab, yang namanya
telkomnet@instan, pada akhirnya, juga membuat ongkos sama besar
keluarnya. Pulsa yang dipakai tetap premium.

Cara telkomnet@instan memang fair untuk mereka yang mengeluarkan duit
sendiri, sehingga semua ongkos mereka bayar sendiri dari sakunya. Jadi
tidak fair, kalau mau pakai fasilitas kantor. Jika yang bersangkutan
jadi member sebuah ISP, paling kantor kebagian bayar pulsa teleponnya
saja, sementara iuran ISP dibayar pribadi ybs. Soalnya, kalau
menggunakan telepon kantor, maka kantor terpaksa membayar ongkos pulsa
nan premium tadi.

Saran agar telkomnet@instan cuma ada di kota-kota yang tidak ada
ISP-nya, juga tak sesuai di era reformasi saat ini. Setiap orang
dituntut inovatif dan kompetitif. Sebagai pemain-plat-merah, maka
telkom diduga kuat punya kelebihan tersembunyi, sementara ISP swasta
mesti keluar ongkos macem-macem (yang kadang menjadi pertanyaan, untuk
apa). Jadi, bukan telkomnet yang dilarang di kota-kota yang ada
ISP-nya, namun pihak pemerintah mesti adil dan fair. Jika Telkom bisa
bebas di beberapa pos dana, maka ISP swasta juga harus begitu.

Satu hal, tanpa menuding bahwa Telkom ibarat sebagai penyedia fasilitas
umum (juga untuk ISP), namun memberikan fasilitas tersembunyi sebagai
kelebihan, enak juga kok pakai telkomnet@instan. Cepet banget. Cuma,
harap sekali-sekali saja. Muahalnya....

Barang bagus, harga murah, itu kan harapan semua konsumen (netter), to?

Edi Purwono
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke