----- Original Message -----
From: Edi Purwono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Rabu, 05 Mei 1999 8:13
Subject: [Kuli Tinta] Re: Instant Internet
> ..del...
> Saran agar telkomnet@instan cuma ada di kota-kota yang tidak ada
> ISP-nya, juga tak sesuai di era reformasi saat ini. Setiap orang
> dituntut inovatif dan kompetitif. Sebagai pemain-plat-merah, maka
> telkom diduga kuat punya kelebihan tersembunyi, sementara ISP swasta
> mesti keluar ongkos macem-macem (yang kadang menjadi pertanyaan, untuk
> apa). Jadi, bukan telkomnet yang dilarang di kota-kota yang ada
> ISP-nya, namun pihak pemerintah mesti adil dan fair. Jika Telkom bisa
> bebas di beberapa pos dana, maka ISP swasta juga harus begitu.
Apa urusannya dengan pemerintah? Telkom kan PT dan perusahaan publik jadi
soal bisnis Telkom pemerintah nggak ikut-ikutan, tuh. Apalagi Telkomnet
Instan itu asalnya adalah produk daerah (Divisi Regional V Jatim). Yang
jelas, Telkom ada perusahaan dalam negeri pembayar pajak terbesar tahun 97
dan 98 (kalo salah, minimal tiga besar lah). :-)
> Satu hal, tanpa menuding bahwa Telkom ibarat sebagai penyedia fasilitas
> umum (juga untuk ISP), namun memberikan fasilitas tersembunyi sebagai
> kelebihan, enak juga kok pakai telkomnet@instan. Cepet banget. Cuma,
> harap sekali-sekali saja. Muahalnya....
Sudah membandingkan jika nginternet malam hari? Soalnya pulsa premium
harganya sama siang dan malam (Jkt 150/menit, Sby 110/menit).
Arief R.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!