Saudara Prama Adiguna yang terhormat,
(dan lainnya yang di Cc:)
Saya tertarik dengan ulasan di bawah ini. Tapi baru ada 17 partai.
Lanjutannya bisa saya dapatkan nggak? Siapa sebenarnya yang membuat polling
ke partai-partainya langsung? Siapa yang melakukan investigasi?
Ini untuk penulisan artikel di media kami, Ali@nsi.
Terima kasih atas perhatiannya, ditunggu jawabannya.
salam hangat,
Wisnu Pramudya
At 07:29 AM 4/22/99 -0700, you wrote:
>Benarkah??
>--
>
>--------- Forwarded Message ---------
>
>DATE:
>From: Admin GSJ <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Browse http://members.tripod.com/~gsj/campaign.htm
>===================================================================
>Untuk sementara, Nomer Partai pendukung Status-quo adalah
>Partai-partai bernomer sbb:
>01, 05, 13, 14, 17, 20, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 32, 33, 34, 38
>
>Berikut adalah indikator suatu partai pro status quo atau tidak:
>a. Pertama, sikap mereka terhadap UUD 1945
> (bersedia mengadakan perubahan atau tidak ?)
>b. Kedua, sikap mereka terhadap Dwifungsi ABRI
> (menerima sepenuhnya, menerima dengan syarat atau menolak total)
>c. Ketiga, sikap mereka terhadap pengadilan mantan Presiden Soeharto,
> keluarga dan semua kroni-kroninya
> (setuju, ragu-ragu atau tidak setuju)
>d. Keempat, sikap mereka terhadap Pendidikan politik rakyat
> (mendukung, tidak mendukung atau tidak jelas)
>e. Kelima, sikap mereka terhadap penegakan hukum dan toleransi demokrasi
> (tegas, ragu-ragu atau tidak jelas).
>
>===================================================================
>
>
>From: <[EMAIL PROTECTED]
>Received: by MCI; Wed, 21 Apr 1999 11:31:00 -0400
>Date: Wed, 21 Apr 1999 11:31:00 -0400
>Subject: Partai-partai "Pro Status-quo"
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>
>Saya dan beberapa teman wartawan telah membentuk sebuah tim khusus untuk
>melakukan investigasi mengenai partai-partaitersebut.
>Hasilnya, 24 buah partai politik dari 48 ternyata positif pendukung
>status-quo dan didanai oleh klan Cendana.
>
>Siapa saja parpol-parpol itu perlu anda ketahui, sebenarnya penelitian
>mengenai partai yang pro-statusquo ini belum selesai. Tetapi tak apalah.
>Anda mungkin akan bertanya argumentasinya apa sehingga sebuah partai yang
>tadinya anda kira tidak masuk dalam indikator status-quo kok sekarang masuk.
>
>Saya tidak bisa menjelaskan banyak, tetapi kami punya panduan lima
>pertanyaan yang bisa menguji apakah sebuah partai bisa disebut partai
>pro-status-quo atau tidak.
>
>Kita dapat mengetahui apakah mereka (partai-partai) itu pro-status quo atau
>tidak dengan melihat sikap mereka terhadap beberapa isu penting dan
>strategis.
>
>a. Pertama, sikap mereka terhadap UUD 1945 (bersedia mengadakan perubahan
>atau tidak ?)
>b. Kedua, sikap mereka terhadap Dwifungsi ABRI (menerima sepenuhnya,
>menerima dengan syarat atau menolak total)
>c. Ketiga, sikap mereka terhadap pengadilan mantan Presiden Soeharto,
>keluarga dan semua kroni-kroninya (setuju, ragu-ragu atau tidak setuju)
>d. Keempat, sikap mereka terhadap Pendidikan politik rakyat (mendukung,
>tidak mendukung atau tidak jelas)
>e. Kelima, sikap mereka terhadap penegakan hukum dan toleransi demokrasi
>(tegas, ragu-ragu atau tidak jelas).
>
>Berikut ini adalah daftar 24 partai pro-status quo sesuai dengan urutan
>nomor parpol-nya:
>
>No: 01. PARTAI INDONESIA BARU (PIB)
>
>Ini merupakan koalisi sembilan partai baru, diantaranya PARMI (Partai
>Aliansi Rakyat Miskin Indonesia). Ketua Parmi H Tengku Muhammad Idris Amir
>Chalid pernah terang-terangan menantang duel Amien Rais jika yang
>bersangkutan terus menghujat Soeharto dan keluarga. Sikap PIB jelas sekali
>yaitu menentang mereka yang menghujat Soeharto, dan tidak menolak seandainya
>
>Soeharto dipilih lagi sebagai Presiden periode mendatang oleh MPR hasil
>Pemilu 1999. Salah satu pendiri PIB adalah H Asnawi Mangkualam, bekas
>Gubernur Sumatera Selatan. Kebanyakan aktivisnya pensiunan Pegawai Negeri.
>
>
>No: 05. PARTAI KEBANGKITAN MUSLIM INDONESIA (KAMI)
>
>Para pendukung Partai KAMI ini adalah Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), GUPPI
>dan Satkar Ulama. Ketiga ormas ini sejak lama menyalurkan aspirasinya lewat
>Golkar. Beberapa eksponennya kemudian memisahkan diri dan membentuk Partai
>KAMI untuk membendung massa Islam Golkar terutama dari kelompok tradisional
>pedesaan meluber ke partai-partai bentukan NU.
>
>
>No: 13. PARTAI KEBANGSAAN MERDEKA (PKM)
>Partai ini diketuai oleh KH Zaini Achmad Noeh, pensiunan pegawai tinggi
>Departemen Agama yang pernah menjadi juru kampanye Golkar. Beberapa pilar
>pendukung PKM juga dikenal sebagai pendukung Golkar atau setidaknya bukan
>orang-orang yang dikenal secara politis. PKM dibentuk untuk menampung para
>nasionalis yang dulu berlindung di Golkar.
>
>No: 14. PARTAI DEMOKRASI KASIH BANGSA (PDKB)
>ini partai yang dibentuk beberapa aktivis Kristen dan Katolik yang pernah
>menjadi eksponen pendukung Golkar dan diharapkan bisa menyaingi kekuatan PDI
>
>Perjuangan di provinsi-provinsi berbasis Kristen dan Katolik.
>
>No: 17. PARTAI SYARIKAT ISLAM INDONESIA 1905 (PSII 1905)
>Pecahan PSII yang dibentuk untuk memperlemah PSII pimpinan Taufiq
>Tjokroaminoto. Beberapa pertemuan rahasia dengan Ibnu Hartomo kabarnya
>diikuti beberapa utusan partai ini.
>
>No: 20. PARTAI RAKYAT INDONESIA (PARI)
>Ini jelas partai status-quo, karena Ketua Umumnya Agus Miftach sejak lama
>dikenal sebagai petualang politik. Tadinya Agus dikenal sebagai Ketua Umum
>BLHI, sebuah LSM lingkungan plat merah yang didanai oleh Bob Hasan. Jaringan
>
>BLHI inilah yang disulapnya menjadi PARI. PARI juga mengikuti forum partai
>di Condet yang diadakan oleh Ibnu Hartomo. Agus juga kabarnya masih sering
>bertemu dengan Bob Hasan. Mobil Mercy dan BMW miliknya adalah hadiah dari
>Bob Hasan.
>
>No: 23. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA (PSP)
>PSP secara rutin bertemu, sowan dan kabarnya juga mendapat suntikan dana
>dari Ibnu Hartomo, adik kandung almarhum Ibu Tien. Dan hal dilakukan PSP
>karena dijanjikan suara dari sejumlah ormas pekerja yang pembinanya adalah
>Ibnu. Suara kaum pekerja ini biasanya disalurkan ke Golkar, dan kini dibagi
>dua yaitu sebagian untuk PSP dan sebagian lagi untuk PSPSI.
>
>No: 25. PARTAI NAHDLATUL UMMAT (Partai NU)
>Pimpinan partai ini yaitu KH Syukron Makmun sejak lama dikenal sebagai tokoh
>
>NU yang dekat dengan beberapa tokoh teras Golkar. Syukron juga punya peran
>dalam pendirian MDI-nya Golkar.
>
>No: 26. PARTAI NASIONAL INDONESIA - FRONT MARHAENIS (PNI - FRONT
>MARHAENIS)
>Ketua Umum Partai ini adalah Probosutedjo yang merupakan adik tiri mantan
>Presiden Soeharto. PNI Front Marhaenis diharapkan bisa mencuri seperempat
>suara kaum nasionalis yang disalurkan lewat PDI Perjuangan dan PNI-Supeni.
>
>No: 27. PARTAI IKATAN PENDUKUNG KEMERDEKAAN INDONESIA (IPKI)
>Dipimpin oleh Letjen TNI (Purn) R Soeprapto, mantan Gubernur Jakarta yang
>beberapa Pemilu menjadi juru kampanye dan pendukung setia Golkar bahkan pada
>
>Pemilu 1997 semua eksponen IPKI menyalurkan aspirasinya ke Golkar padahal
>pada 1973 IPKI merupakan bagian dari fusi PDI. Sayap Golkar pro-Soeharto
>diperkirakan sebagian akan lari mendukung IPKI.
>
>No: 28. PARTAI REPUBLIK
>Ketua Umumnya Syarifudin Harahap adalah pengusaha yang cukup berhasil dan
>dekat hubungannya dengan Aburizal Bakrie. Pada masa Orba, Syarifudin sempat
>menjadi Sekjen PPP di bawah Naro. Partai ini juga anggota forum partai yang
>diadakan oleh Ibnu Hartomo. Partai ini juga menolak pengadilan atas Soeharto
>
>dengan alasan mantan Presiden itu besar jasanya bagi negara.
>''Kami welcome terhadap keluarga Cendana. Mereka kan belum dicabut haknya,
>sedangkan bekas PKI saja boleh masuk partai,'' kata Syarifudin enteng.
>
>No: 29. PARTAI ISLAM DEMOKRAT (PID)
>Dipimpin oleh Drs H Andi Rasyid Djalil, PID dikenal sebagai partainya Mbak
>Tutut karena memang jaringan partai ini ke daerah-daerah menggunakan
>jaringan Yayasan Kiara yang dipimpin Mbak Tutut. Dana partai ini juga
>berasal dari Mbak Tutut sekeluarga.
>
>No: 30. PARTAI NASIONAL INDONESIA - MASSA MARHAEN (PNI-MASSA MARHAEN)
>Bachtar Oscha Maliki, Ketua Umum partai ini meskipun pernah memimpin DPC PDI
>
>Jakarta Selatan akan tetapi sesungguhnya banyak aktivis partai ini
>sebetulnya berkulit merah tetapi didalamnya kuning. Pernah beberapa kali
>mengirim utusan ke pertemuan bersama Ibnu Hartomo.
>
>No: 32. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA (PDI)
>PDI yang dipimpin oleh Budi Hardjono ini merupakan pendukung setia BJ
>Habibie dan ABRI, karena tanpa mereka maka PDI tidak akan bisa aman menjalankan
>aktivitasnya karena sudah dicap pengkhianat oleh kelompok Megawati yang ada
>di PDI Perjuangan. Jalan satu-satunya untuk tetap aman adalah menjadi
>pendukung status-quo dengan tujuan menggembosi PDI Perjuangan.
> Di pedesaan banyak orang akan terkecoh dengan lambang PDI karena PDI
>Perjuangan sudah mengganti nama dan simbol.
>
>No: 33. PARTAI GOLONGAN KARYA (Golkar)
>Sudah jelas dan tidak usah dikomentari lagi, meski di dalam partai ini
>bercokol sejumlah demokrat seperti Marzuki Darusman, Din Syamsudin dan Adi
>Sasono. Golkar berkepentingan mempertahankan status-quo justru untuk
>kepentingan petinggi partainya dan bukan demi Soeharto. Dan karena itu sayap
>
>Golkar pendukung Soeharto tidak akan memilih Golkar dalam Pemilu nanti.
>
>No: 34. PARTAI PERSATUAN (PP)
>Dibentuk untuk menggembosi PPP yang memang kembali galak dalam berpolitik.
>PP memanfaatkan banyaknya luberan suara akibat salah nyoblos karena PPP yang
>
>asli berganti gambar dari bintang ke Ka'bah. Ketua umumnya yaitu HJ Naro
>sudah lama dikenal sebagai musuh umat Islam karena kelakuan politiknya yang
>tidak terpuji di masa lalu.
>
>
>No: 38. PARTAI MUSYAWARAH KEKELUARGAAN GOTONG ROYONG (PARTAI MKGR)
>partai Golkar dan ?
>
>(maaf belum selesai)
>
>Jadi Untuk Sementara Nomer Partai pendukung Status-quo adalah Partai
>bernomer:
>
>01, 05, 13, 14, 17, 20, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 32, 33, 34, 38
>
>
>"Panduan Pemantau Online" browse http://members.tripod.com/~gsj/pemilu.htm
>Gerakan Sapu Jagad browse http://members.tripod.com/~gsj/campaign.htm
>____________________________________________________________________________
>"Reformasitotal Online" at http://www.egroups.com/list/reformasitotal
>To join, send a blank mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
>Reformasitotal = Reformasi Mendasar + Menyeluruh + Sekarang! = Revolusi DAMAI
>HAPUSKAN DWIFUNGSI ABRI! SAPU BERSIH BAHAYA LATEN ORDE BARU!
>
>
>------------------------------------------------------------------------
>eGroups Spotlight:
>"Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia.
>http://offers.egroups.com/click/252/0
>
>eGroup home: http://www.eGroups.com/list/reformasipolitik
>Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
>
>
>--------- End Forwarded Message ---------
>
>
>
>Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
>Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!