At 20:21 99/05/09 +0700, you wrote:
>Bagaimana pendapat anda dengan posting berikut ini. Sementara saya
>netral dan tidak berkomentar dulu. Nanti saya dituding para penggemar
>Mega sebagai telah berpihak lagi ......
Anda ini bagaimana, kalau ada pendapat yang berseberangan dengan anda
jangan langsung dituding atau disimpulkan sebagai penggemar Mega dong !
Saya tidak sependapat dengan anda, bukan berarti saya simpatisan Mega lho.
Kalau main gebyah gitu saja ya enggak ada bedanya dengan Orba.
>
>Di mata Cak Nur, PDI-P ternyata termasuk ORLA ... bahkan GOLKAR lebih
>reformis dibandingkan PDI-P.
>
Orla itu yang bagaimana sih ? Aku yang lahir di jaman Orba ini buta sekali
dengan binatang yang disebut Orla itu, apa Orla itu seperti gambaran buku
sejarah yang ditulis Orba yang isinya sarat dengan tipu-tipu itu ? Tapi
kalau dikatakan Orba lebih reformis dibanding Orla, entar dulu, masak Orba
yang sudah membantai ribuan orang (jutaan mungkin) saat peristiwa G30S,
Aceh, Tanjung Priok, Timtim,dll dikatakan lebih reformis dibandingkan
Orla ? Ukuran reformis yang dipakai cak Nur itu apa ?
Kenapa yang dipersoalkan cak Nur cuma PDI-P, Golkar, dan Amien Rais ?
Kenapa partai-partai yang menurutku benar-benar reformis dan sudah cukup
berjuang lama seperti PUDI atau PRD yang ketuanya sampai dipenjara tidak
disinggung sama sekali ? Kupikir Sri Bintang dan Budiman Sujatmiko lebih
reformis ketimbang Amien Rais. Mungkin Amien Rais lebih populer karena
suaranya keras sekali dalam menghujat Suharto.
>Tapi PAN lebih reformis daripada GOLKAR:-)
PAN jelas lebih reformis dibanding Golkar, namun sikap Amien Rais mirip
dengan jurkam Golkar sebelum reformasi. Dulu aku menaruh harapan dengan
Amien ini, tapi lha janji Amien berkali-kali diingkari ya siapa mau
percaya. Dulu saat deklarasi PAN Jogja Amien pernah mengancam akan
mengerahkan massa kalau Habibie dalam waktu dua minggu tidak mengusut
Suharto, dua minggu berlalu ya tidak ada apa-apa. Janji yang sama diulangi
lagi setelah sidang istimewa MPR, ternyata ya, terulangi lagi, janji
tinggal janji. Aku enggak tau janji apa lagi yang diucapkan Pak Amien Rais
itu. Pekak rasanya mata ini (bukan telinga) membaca janji dan hujatannya.
gitcu aja
wassalam
che
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!