Sayang sekali kalau Anda sampai tidak menyaksikan muka merah hitam Darma Setiawan 
Basri (PDR) yang dicuci habis Wardah Hafidz diacara "Pro dan Kontra"  di TPI malam ini.

Ternyata sekali berbohong, terpaksa nekad berbohong terus. Jadi aja motto PDR sekarang 
 : Sekali pembohong tetap pembohong, sekali culas tetap culas!
Bahasa Jerman-nya : Mundur Isin !!!

Bravo Super-Wardah, go ahead lady, we will always with You.
 
--

On Wed, 12 May 1999 21:58:08   eg wrote:
>Neo Orbaisme
>==========
>
>Dikegelapan lagit politik negara ini, tiba-tiba muncul meteor yang
>menerangi.
>Sore tadi di Liputan 6 SCTV, Arief mewancarai Wardah Hafidz dari UPC.
>Wawancara ini menjadi bertambah nilainya manakala dalam berita
>sebelumnya, Ketua Partai Daulat Rakyat berkata sedang menyiapkan
>tuntutan untuk Bappenas berkaitan dengan tuduhan terhadap
>penyelewengan dana JPS.
>
>Wardah menguraikan fakta-fakta temuan dimana Golkar dengan kendaraan
>aparat pemerintah desa menumpang nama dengan mengatakan bahwa dana itu
>berasal dari Golkar. Juga, Bernas memberitakan bahwa di kecamatan
>Mejobo dan Jati di Kudus, Golkar telah menumpang dengan cara memberi
>label Golkar pada beras yang dibagikan.
>
>Selanjutnya, Wardah juga mengatakan bahwa ia mempunyai bukti mengenai
>pertemuan para kanwil koperasi seluruh Indonesia di sebuah hotel di
>Jakarta dimana mereka dipaksa menjadi kader PDR. Juga, Wardah
>mengatakan bahwa ia mempunyai bukti mengenai pemberian kredit segera
>sebesar 40 juta kepada seorang pengusaha dengan imbalan untuk
>mencoblos PDR dimana kalau ternyata ia tidak mencoblos maka dana
>pinjaman itu akan dicabut oleh PDR. Bahkan usaha untuk mem PDR kan
>para manajer KUD juga dilakukan.
>
>Wardag Hafidz adalah sosok wanita yang dengan lugas dan berani meminta
>KPU untuk menindaki dengan tegas temuan-temuan UPC tersebut. Ketika
>orang ramai membicarakan gender maka Wardah dalam wawancara tadi
>memberi pesan bahwa kegarangan, kelugasan dan keberanian seorang
>wanita tersembunyi dibalik kelembutan penampilan dan kehalusan wacana.
>Bahkan Arief sempat terjerembab sekali ketika ia mengajukan pertanyaan
>mengenai relevansi jumlah penyelewengan JPS itu. Wardah dengan garang
>memotongnya dengan mengatakan bahwa pertanyaan itu tidak relevan
>karena besar atau kecil jumlah penyelewengan maka namanya tetap saja
>penyelewengan dan harus ditindak sesuai dengan peraturan. Di sisi yang
>lain, Kemunculan Wardah dengan UPC nya semakin mempertebal keyakinan
>bahwa bangsa ini memang bangsa yang mempunyai potensi besar untuk
>menjadi bangsa yang besar. Sayang Soeharto telah memformat potensi itu
>dengan formatnya selama kurun waktu 32 tahun sehingga yang muncul ke
>permukaan adalah cecunguk-cecunguk.
>
>Bagaimanapun juga, temuan-temuan UPC yang diungkap oleh Wardah Hafidz
>tadi telah menunjukkan bagaimana reinkarnasi perilaku Orba. Pemaksaan
>kehendak, penggunaan fasilitas pemerintah dan dana untuk kepentingan
>politik, money politics, membuat dalih untuk membenarkan fakta
>kenegatifan adalah ciri-ciri budaya Orba. Kita tidak perlu
>menyangsikan lagi. Mari Muhamad telah mengatakan bahwa hanya 27% dana
>JPS yang kena sasaran. berarti 73% tidak kena sasaran. pertanyaannya
>adalah  k e m a n a   dan   u n t u k   a p a ?  Bukankah itu dana
>pinjaman yang nantinya harus dibayar oleh anak cucu kita?  Tegakah
>kita untuk membebani generasi Indonesia mendatang dengan beban hutang
>untuk sebuah tujuan yang kita sendiri mengetahuinya tidak benar?
>
>Tantangan untuk membuat Indonesia baru memang semakin jelas, yaitu
>kelompok pro status quo yang ingin melanggengkan budayanya. Seperti
>tantangan Wardah, bola itu kini memang sudah digulirkan ke KPU.
>Marilah kita bersama-sama berdoa untuk Rudini, Buyung, Harun dan
>mereka di KPU yang masih memiliki nalar dan mencintai negeri ini agar
>mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya demi masa depan bangsa
>dan negara Indonesia.
>
>Mari Maju menuju Indonesia Baru dengan Golkar dan aliansinya < 10%.
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>


Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke