Asus Pak Wimar dan tulisan saya di Merdeka, akhirnya bukan cuma
angan-angan....

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]

Gus Dur -Amien Rais Bersepakat
Koalisi PAN, PKB dan PDI Mega
Reporter: Budiono Darsono Fotographer: Budi Sugiharto
 detikcom, Jakarta - Gus Dur dan Amien Rais, tanpa publikasi yang semarak,
telah melakukan pertemuan kembali pada Jumat (14/05/1999) pukul 21.45 WIB.
"Pertemuan itu antara lain menghasilkan kata sepakat koalisi PAN, PKB dan
PDI Perjuangan,"kata Muhaimin Iskandar, sekjen PKB kepada detikcom, Sabtu
(15/05/1999).

Pertemuan dua tokoh itu berlangsung di Cilandak, Jakarta Selatan. Tidak di
rumah kediaman Gus Dur, melainkan di rumah salah satu ketua Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) Alwi Shihab. Dalam pertemuan tertutup tersebut
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais didampingi Sekjen PAN,
Feisal Basri, dan Abdillah Thoha.

Sedangkan Gus Dur disertai Sekjen PKB, Muhaimin Iskandar, dan Alwi Shihab
selaku tuan rumah. Pertemuan berlangsung selama hampir satu setengah jam.
Berakhir pada sekitar pukul 23.15 WIB. Menurut Muhaimin, pertemuan itu
berlangsung serius dan gayeng. "Hasil-hasil dari pembicaraan itu sangat
menggembirakan,"kata Muhaimin yang mantan Ketua Umum Persatuan Mahasiswa
Islam Indonesia (PMII).

Pertemuan itu sendiri memang tidak dihadiri oleh Megawati yang kebetulan
sedang berada di luar kota. Sedangkan Sri Sultan HB X, yang merupakan satu
satu menandatangan Deklarasi Ciganjur sengaja tidak diundang. Soal Sultan,
adalah tokoh Golkar. "Kan tak enak mengundang Sultan. Soalnya kami ini juga
membahas koalisi,"kata Muhaimin.

 Hasil pertemuan itu, yang pertama, menurut Muhaimin, adalah kesepakatan
untuk melakukan komunike bersama PKB, PAN dan PDI Perjuangan. Komunike
bersama itu rencananya akan digelar Minggu (16/05/1999). Komunike bersama
itu sendiri tujuannya tak lain untuk terciptanya kampanye yang aman dan
tertib dalam proses menuju Pemilu yang jurdil dan demokratis.

Dan yang lebih penting lagi, menurut Muhaimin, dalam pertemuan tersebut juga
dibahas secara serius kemungkinan koalisi PKB, PAN dan PDI Perjuangan.
"Peluang untuk melakukan koalisi itu sangat besar. Sebab, menurut istilah
Gus Dur, garis perjuangan dari ketiga parpol itu sama,"tutur Muhaimin. "Kini
Gus Dur dan Pak Amien sedang mengagendakan waktu yang pas untuk bertemu
dengan Mbak Mega,"lanjut Muhaimin.

Koalisi itu sendiri, kata Muhaimin, akan dilakukan setelah perhitungan suara
nanti. "Namun saya kira, pertemuan malam itu sudah sangat baik. Secara lisan
kami semua sepakat soal koalisi PAN, PKB dan PDI Perjuangan,"kata Muhaimin.
"Yang penting niat untuk bersatu sudah terwujud,"kata Muhaimin.

Memang Muhaimin mengakui, pembicaraan koalisi tersebut belum sampai
menyangkut pada soal siapa yang akan dijagokan sebagai Presiden dan Wapres.
Persoalan ini diakui Muhaimin memang rumit. "Namun kami semua berpikir, yang
penting memenangkan Pemilu dulu. Setelah perhitungan suara, barulah soal
Presiden kita bahas. Gus Dur dan Pak Amien yakin soal itu bisa dibahas
bersama,"kata Muhaimin.

 Gus Dur, sebagaimana dikutip oleh Muhaimin menyatakan, tujuan koalisi PAN,
PKB dan PDI Perjuangan itu, tak lain adalah untuk menghadapi upaya untuk
mempertahankan status quo. Status quo yang berniat bertahan di panggung
kekuasaan itu ditandai dengan Partai Golkar yang telah menetapkan Habibie
sebagai calon presiden (Capres) tunggalnya. Di sisi lain, beberapa partai
baru pun juga bersikap sama dengan Golkar. "Motornya tentu saja Golkar,"kata
Muhaimin.

Nah, kekuatan status quo yang sudah secara terang-terangan ingin tetap
berusaha berkuasa dan itu merupakan cermin Golkar tidak menghendaki adanya
perubahan, tentu saja, kata Muhamin, masih mengutip Gus Dur, harus dihadapi
dengan bersatunya partai-partai reformis yang menghendaki adanya perubahan
dan perbaikan bangsa ini.

Bersatunya PAN, PKB dan PDI Perjuangan, kata Gus Dur, sangat memungkinkan
dalam menghadapi status quo, karena ketiga partai itu memiliki garis
perjuangan yang sama. "Saya, Mas Amien dan Mbak Mega ini sama-sama
menghendaki adanya perubahan dan perbaikan untuk bangsa ini. Itulah sebabnya
kami bertekat untuk bersatu menghadapi kekuatan status quo,"kata Gus Dur.


Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke