Setuju, jangan hanya melihat yang baiknya saja dan jangan pula jeleknya
saja...kalau mau maju harus mau menerima kritik dan bercermin. Memang bukan
salah Mbak Mega kalau pendukungnya "preman" tapi alangkah baiknya kalau
kaderisasinya ditertibkan...

wenny

----------
From:   Chandra Adenan
Sent:   Saturday, May 15, 1999 9:57 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        Re: [Kuli Tinta] Mulut Bau

Lho mas,
Jangan begitu, aku ngomong apa adanya dan bukan menyaksikan dari jauh dan
tidak mengada-ada.
Aku beberapa kali benar-benar terjebak ditengah kampanye, lalu mereka
memaksa aku buka jendela mobil, setelah dibuka mereka meminta rokok,
wajahnya dekat sekali dengan aku (beberapa orang lagi) sehingga aku bisa
mencium bau minuman keras waktu mereka ngomong (jangan tanya kok aku tau itu
bau minuman keras, ya tau dong aku juga dulu pernah ngerasain minuman yang
begituan kok).
Yang sempoyongan itu jalan (tidak di mobil atau dimotor), jadi beberapa kali
kejadian aku terjebak pada saat jalan sedang macet (ada juga pas dibelokan),
tiba-2 konvoi mereka sudah ada dibelakang lalu beberapa orang dari mobil itu
loncat turun untuk mengatur lalu lintas, memang betul sebagiannya mengatur
lalu lintas tetapi sebagian lagi ngetokin jendela mobil yang terjebak.
Terahir sekali aku ngalami kejadian itu di jalan Soekarno-Hatta Bandung
kira-2 2 minggu yang lalu.
Terus terang aku tidak berniat menjelekan PDI-P tapi mudah-2 an mereka bisa
lebih baik lagi dalam mengorganisir massa dan semoga mereka tidak terlalu
naif untuk menolak laporan-2 seperti begitu, karena memang begitulah
kejadiannya dilapangan dan perlu ditindak lanjuti. Kalau tidak, lalu apa
bedanya dengan rezim yang telah lalu, yang selalu mendengungkan sana baik
sini baik sana aman sini aman taunya booooooo.


----- Original Message -----
From: Edi Purwono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, May 15, 1999 8:11 AM
Subject: [Kuli Tinta] Mulut Bau


>
>
> --- Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Sorry aku ikut nimbrung,
> >
> > Aku cuman mau berkomentar soal mbak Eva di suruh
> > menanggalkan kerudungnya
> > oleh peserta kampanye.
> > Ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan mbak Mega
> > atau eksistensi PDI-P,
> > tapi kenyataannya bahwa kalau PDI-P Kampanye (atau
> > entah apalah
> > isitilahnya), suasana memang menjadi mencekam. Aku
> > sendiri pernah terjebak
> > dalam arak-arakan mereka (beberapa kali) dan banyak
> > sekali dari mereka yang
> > dalam keadaan setengah waras (semi mabok kali ya),
> > matanya merah, mulut bau
> > sebagian ada yang sedikit limbung jalannya. Dan ada
> > lagi yang minta rokok ke
> > pemakai jalan yang terjebak (ini aku serius banget,
> > soalnya aku pernah
> > ngalami sendiri).
> > Jadi mungkin pesan yang perlu di sampaikan ke PDI-P
> > dan mbak Mega adalah
> > tolonglah kalau kampanye pesertanya di-awasi dengan
> > ketat dan begitu juga
> > kalau menerima anggota tolong diseleksi lebih baik
> > lagi.
> > Di komplek tempat aku tinggal ada semacam kebiasaan,
> > yaitu: kalau PDI-P
> > kampanye, tetangga-tetanggaku stay dirumah semua,
> > kalau keluar juga paling
> > sampe RUKO yang kebetulan ditengah komplek kalau
> > nggak ya ngerumpi. Kalaupun
> > keluar mereka lebih memilih pergi jalan kaki, naik
> > ojeg atau delman.
> >
> > Regards,
> >
> >
> > Chandra Adenan
>
>
> Mulut Bau.
>
> Pesan saya, kalau ada PDI-Perjuangan sedang kelilang-keliling, jangan
> mau dicium. Lihat pengalaman saudara Chan Ade di atas, sampai tahu
> mulut simpatisan PDI-Perjuangan yang sempoyongan (konvoi, sambil nuntun
> motor, atau sempoyongan di atas truk?) dan tahu kalau mulutnya bau
> (apakah bau itu berwarna, sehingga dari jauh pun keliatan?).
>
> Jangan berlebihan, lah...
>
> EDP
> _____________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke