Keledai. Kasihan keledai. Meski saya tak pernah mengetahui keledai lebih banyak, namun saya percaya pada ungkapan bahwa 'hanya keledai yang bisa terantuk batu lebih dari sekali'. Kabar mengenai wanita golkar yang dipaksa buka kausnya, hingga tinggal beha, lebih dari sekali terjadi. Siapa yang keledai dalam hal ini ? Massa PDI-Perjuangan ? Wanita yang 'ditelanjangin'? Golkar yang 'ngisuken'? Massa PDI-Perjuangan, memang merasa 'nikmat' ketika ngerjain golkar seperti itu. Beha, itu kan bungkusnya. Lha isinya? Yang namanya 'enak', wajar kalau diulangi. Seperti hobi, lah. Jika begitu, mereka bukan keledai. Mungkin lagi gemes saja. Wanita yang ditelanjangin? Buat mereka, jelas banyak ruginya. Juga malu. Untuk peran semi-bugilan seperti ini, pasti tak banyak yang mau. Entah kalau ngebon dari lokalisasi. Mereka malah suka. Dibayar ini. Bisa sedikit promosi, kan? Wanita yang waras, pasti baca-baca koran, dong. Kisah Purbalingga, pasti nyampe ke mereka, entah via tivi atau koran. Kalau dia bukan keledai, pasti berangkat kampanye pakai baju lapis-lapis, yang kalau dicopot kausnya masih ada yang lainnya. Nggak sampe semi-bugilan. Bisa keledai, bisa tidak, deh. Golkar yang ngisuken? Ini pasti keledai. Isu Purbalingga mentah babar blas. Yang diketemukan justru ada rekayasa. Eh, di Jember bikin isu serupa. Lha, keledai, kan? EDP _____________________________________________________________ Do You Yahoo!? Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
