--- Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sorry aku ikut nimbrung,
>
> Aku cuman mau berkomentar soal mbak Eva di suruh
> menanggalkan kerudungnya
> oleh peserta kampanye.
> Ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan mbak Mega
> atau eksistensi PDI-P,
> tapi kenyataannya bahwa kalau PDI-P Kampanye (atau
> entah apalah
> isitilahnya), suasana memang menjadi mencekam. Aku
> sendiri pernah terjebak
> dalam arak-arakan mereka (beberapa kali) dan banyak
> sekali dari mereka yang
> dalam keadaan setengah waras (semi mabok kali ya),
> matanya merah, mulut bau
> sebagian ada yang sedikit limbung jalannya. Dan ada
> lagi yang minta rokok ke
> pemakai jalan yang terjebak (ini aku serius banget,
> soalnya aku pernah
> ngalami sendiri).
> Jadi mungkin pesan yang perlu di sampaikan ke PDI-P
> dan mbak Mega adalah
> tolonglah kalau kampanye pesertanya di-awasi dengan
> ketat dan begitu juga
> kalau menerima anggota tolong diseleksi lebih baik
> lagi.
> Di komplek tempat aku tinggal ada semacam kebiasaan,
> yaitu: kalau PDI-P
> kampanye, tetangga-tetanggaku stay dirumah semua,
> kalau keluar juga paling
> sampe RUKO yang kebetulan ditengah komplek kalau
> nggak ya ngerumpi. Kalaupun
> keluar mereka lebih memilih pergi jalan kaki, naik
> ojeg atau delman.
>
> Regards,
>
>
> Chandra Adenan
Mulut Bau.
Pesan saya, kalau ada PDI-Perjuangan sedang kelilang-keliling, jangan
mau dicium. Lihat pengalaman saudara Chan Ade di atas, sampai tahu
mulut simpatisan PDI-Perjuangan yang sempoyongan (konvoi, sambil nuntun
motor, atau sempoyongan di atas truk?) dan tahu kalau mulutnya bau
(apakah bau itu berwarna, sehingga dari jauh pun keliatan?).
Jangan berlebihan, lah...
EDP
_____________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!