Pertama, salut kepada SCTV, walaupun dengan berat hati memahami kesulitan memposisikan iklan pada detik-detik yang berharga itu. Toh SCTV patut diacungi jempol. Kedua, diskusinya memang nggak fokus, setidaknya tidak memberi kejelasan tentang informasi yang ditunggu masyarakat, yaitu isu peras memeras bankir. Alasan klise yang dipergunakan, perlu beberapa pertemuan lagi. Ketiga, salut kepada Humprey Jemat, yang dengan tajam melihat bahwa para presenter bicara sendiri-sendiri. Keempat, dan ini yang penting, ternyata Ruhut Sitompul memang sakti banget, terbukti action-nya mengharu biru Gunawan (Anteve) menghilang bersama angin lalu, dan dia masih tetap tegar bagai semula. Hiduplah Indonesia Raya........ "M Gunadi Henoch" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >iwans <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >Kenapa sih harus berkomentar sinis begitu ? Kalau semua upaya menuju >Indonesia >yang lebih baik seperti yang dilakukan oleh SCTV itu anda sikapi seperti >itu, >kapan lagi kita hendak menuju Indonesia baru yang lebih transparan dan >lebih >baik ? Saya tidak berprasangka. Saya cuma mau mengomentari pertanyaan Wenny yang heran kenapa Amien seperti itu. Saya setuju dengan anda bahwa kita mesti optimis dengan semua jalan yang sedang ditempuh menuju Indonesia Baru (ini idiom Golkar). Hanya saja, itu kan tidak berarti kita kehilangan kekritisan. Dan memang mengherankan bahwa Amien tidak bersikap seperti biasanya. Saya lalu melontarkan dugaan (boleh dong) bahwa itu karena keterbatasan kemampuannya di bidang delik-delik hukum. Kalau ia kepleset sedikit, ia bisa disikat para pengacara itu. Malam itu saja, pertanyaan-pertanyaan tajam mengarah kepadanya. Apakah Ghalib kira-kira berani tampil tidak kalau misalnya massa yang hadir di ruangan itu bukan pengacara, bukan Jakarta Lawyers Club, tapi akademisi UI misalnya, atau kumpulan wartawan. Atau mahasiswa..... Kalau menurut anda sendiri, kenapa Amien bertingkah seperti itu? Itu fokus pembahasan saya terhadap Wenny. Salam, MGH **************** Take a look on my news website http://www.mandiri.com compare it to our competitor http://www.detik.com and send your comments to [EMAIL PROTECTED] ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! ____________________________________________________________________ Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1 ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
