Berikut kutipan Resume Sarasehan dan Doa Bersama Antarumat Beragama yang
diambil dari Website FORMA-KUB <http://come.to/forma-kub> Saya lihat sangat
berguna memperkaya wacana demokrasi dan diskusi kita..
Arskal Salim G.P., M.Ag.: �Agama Menjadi Oposisi�
Agama memiliki dua peranan bila diperhadapkan dengan politik, yaitu: (1)
Sebagai kekuatan legitimasi untuk memperkokoh kekuasaan, dan (2) Sebagai
oposisi yang akan mengkoreksi dan membawa penguasa ke �jalan yang benar�.
Pada awalnya, fungsi agama lahir sebagai oposisi terhadap semua kezhaliman.
Hal itu dapat dilihat bahwa nabi-nabi yang ditutus oleh Tuhan untuk membela
kebenaran dan melawan raja-raja yang zhalim. Sayangnya, kemudian sejarah
mencatat bahwa fungsi legitimasi lebih menonjol ketika lembaga-lembaga agama
telah dipegang (dikooptasi) oleh kekuasaan. Hal itu membuat aspirasi
langsung dari masyarakat terhambat dan suara atau kepentingan pemerintahlah
yang menjadi �suara agama�. Agama sangat mudah menjadi legitimator,
disebabkan adanya aspek kepatuhan kepada agama. Hal itulah yang dipraktikkan
Orde Baru dimana lembaga-lembaga agama menjadi pendukung kebijakan dan
kepentingan kekuasaan.
Kenyataan menunjukkan, bahwa agama dan kekuasaan terlihat paralel, karena
ada aspek yang mempersatukan antara agama dan kekuasaan, yaitu �ketaatan�.
Maka, agama sangat mudah dijadikan legitimator yang menyebabkan dukungan
rakyat terhadap kekuasaan menjadi total. Karena agama telah mendukung
kekuasaan, maka kekuasaan dilihat sebagai sesuatu yang sakral sehingga
protes terhadap ketidakadilan kekuasaan akan menjadi naif.
Kini banyak partai agama. Ini menunjukkan suatu realitas bahwa sangat sulit
untuk memisahkan agama dari politik, karena agama tetap menjadi kebutuhan
bagi kekuasaan dalam konteks totalitas dukungan masyarakat. Sementara itu,
di sisi lain, agama juga membutuhkan kekuasaan untuk menyebarluaskan
simbol-simbol, dan doktrinnya.. Jadi ada semacam simbiosis mutualistic.
Mungkin sulit dicegah �datang�-nya agama kepada kekuasaan, tetapi hendaknya
diingat bahwa fungsi natural agama adalah untuk mengotrol kekuasaan. Karena
itu, bila kekuasaan tidak lagi baik, agama harus kritis dan berani keluar
dari kekuasaan. Hal itulah yang dalam ajaran Islam selalu disebutkan �amar
ma�ruf nahi munkar�, inilah fungsi oposisi agama untuk mengkoreksi kekuasaan
yang menyimpang.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!