Debat Amien-Ghalib.

Sama sekali tidak seru. Tak ada greget seperti kalau kita baca di
koran. bayangkan, kalau di koran si Ghalib bilang 'orang tidak paham
hukum kok mau jadi presiden'. Lalu Amien juga bilang 'kalau jadi
presiden, maka orang pertama yang akan dipecat adalah jaksa agung'.

Mestinya moderator harus mampu mengantar tokoh-tokoh tersebut sampai
berbicara sama seperti yang mereka utarakan di koran-koran itu. Sebab,
itulah yang banyak ditunggu, sehingga jalanan jadi sepi ketika itu.
Saya pun terpaksa mampir di warung ayam goreng, makan dua porsi agar
bisa lama-lama nonton, menyesal atas kualitas debat tersebut (bukan
karena terpaksa beli ayam goreng, lho).

Debat mesti diadakan lagi. Ada bahan bagus, pembeberan harta harto oleh
Time. Usul agar moderatornya bukan pengacara harto kayak kemarin.
Mestinya Ira Kusno saja. Atau Wimar Witular. Eki sih masih saya ragukan
netralitasnya.

Juga jangan dipotong demi iklan, untuk masa-masa kritis, baik penanya
maupun penjawabnya. Iklan bisa nangkring dalam jedah. Misalnya, 'debat
ditunda sebentar, karena ada yang mau lewat', trus acara diem sebentar.

Bagaimana tuh ghalib bilang kalau Gagoek merekayasa, dengan
menghidupkan lagi penyelidikan yang sudah di SP3-kan sebelumnya. Lalu
ghalib pernah memimpin rapat jaksa untuk tidak menuntut bebas? Ini kan
kata-kata super bohong yang bertentangan?

GIGIH
_____________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke