Saya tidak tahu apakah kepolisian di negeri paman sam sana
seideal yang ada di film-film nya. Tapi kalau melihat aparat
yang ada di negeri siput-kerang-udang-bento (meminjam
istilah om Gigih) memang sudah keterlaluan. Saya sendiri
tidak mau terlalu mendengar penjelasan ba bi bu jagung ulat
itu. Bagi saya sudah jelas bahwa mereka semua tidak akan
mengusut oknum hms walaupun bukti-bukti dipampangkan di
depan mata mereka.

Saya sendiri kasihan dengan mereka yang saat ini harap-harap
cemas agar jagung memberikan hasil yang konkret soal
pengusutan oknum bos. Agar kita tidak frustasi dibuatnya
mari kita dukung partai reformis dan menggusur jagung-jagung
bau itu dan menyaksikan pengadilan oknum raja lengser itu
sesuai dengan harapan kita. Amin.

Wassalam



-----Original Message-----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 19 Mei 1999 14:58
Subject: [Kuli Tinta] Terlalu banyak nonton film.


>Terlalu banyak nonton film.
>
>Inilah akibat terlalu banyak nonton film. Secara tak sadar
kita dibawa
>ke alam mimpi, tentang sebuah ke-ideal-an.
>
>Polisi, misalnya, begitu kesengsem sama adegan Bruce Willis
yang
>berlakon sebagai detektif, yang bahkan berani menyatroni
satuan
>tentara, demi tanggungjawab dirinya sebagai penegak hukum.
Kontan
>polisi, yang baru lepas dari TNI, lalu mencoba mencari
hubungan untuk
>penyusunan silabus pendidikan kepolisian dengan LAPD.
Mereka ingin
>sekali agar polisi bisa seperti yang ada di film.
>
>Selain polisi, juga para detektip dan konsultan hukum yang
difilmkan
>itu. Juga mereka para jaksa, baik yang berada di instansi
hukum atau
>departemen tertentu. Contohnya DEA yang sangat berani
mengubrak-ubrik
>sarang obat bius itu. Gagah, benar-benar gagah. Dan mereka
bekerja
>bukan karena ingin gagah-gagahan, tetapi demia amanat para
pembayar
>pajak terhadap profesi yang mereka sandang. Untuk itulah
mereka
>dibayar.
>
>Cara mereka bekerja bukan main teliti. Tetap sopan,
correct, namun
>tanpa meninggalkan ketegasan. tak ada yang galak, atau
>digalak-galakkan. Entah, mungkin bagian gagah-gagahan, dan
>galak-galakan dipotong sensor.
>
>Tetapi satu hal yang pasti, mereka secara rajin dan teliti
mempelajari
>data-data temuan mereka, sekecil apa pun, dengan seksama.
Kadang,
>setitik informasi, ternyata merupakan bagian penting mata
rantai
>pembuktian sebuah kejahatan. Sehingga, sekecil apa pun data
yang mereka
>peroleh, entah karena ketemu karena dicari, atau sebuah
selentingan
>yang tak sengaja mereka dengar, mereka tangkap dan
dikembangkan, bahkan
>ada kalanya itulah bukti utama yang bisa menyeret seseorang
menjadi
>tertuduh, terdakwa, dan terhukum.
>
>Itu di film. dan saya terbius oleh kisah-kisah itu.
>
>Beda di film, beda di negeri siput-kerang-udang-bento ini.
Jelas-jelas
>GJA menerbitkan buku. lalu ICW dengan seabreg besar
dokumen-dokumen.
>Lalu ada CBC yang mengungkap borok bankir, eh.... lha kok
lucu yang
>namanya aparat kepolisian, jaksa (agung, malah), kok malah
>menafikannya. Ati-ati kabar bohong Time, katanya. Padahal
mereka juga
>tahu, kalau sebagian besar rakyat negeri ini juga sudah
sampai ke
>ubun-ubun bencinya kepada mantan capo dan jagung-bloon ini.
>
>Serangkaian buku, jurnal, sampai majalah Time, serat
tabloid
>Independent dari Inggris, itu bukan sekedar 'kabar
selentingan yang tak
>sengaja masuk ke telinga', tetapi sudah kumpulan bukti yang
lebih dari
>50-persen benar. Lha, enak kan jadi penegak hukum kalau
demikian itu
>keadaannya? Tinggal sret....., beres !
>
>GIGIH
>
>Apa saya terlalu terpengaruh film, ya?
>___________________________________________________________
__
>Do You Yahoo!?
>Free instant messaging and more at
http://messenger.yahoo.com
>
>___________________________________________________________
___________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail:
[EMAIL PROTECTED]
>
>Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke