Polisi (lagi)
Posting saya yang menceritakan polisi di sebuah sudut jalan yang
melarang belok itu intinya adalah :
Mengapa ia tak punya pikiran praktis, yaitu dengan membuat
pemberitahuan, entah dengan cara apa, bisa dengan berdiri di tempat
yang bukan di sudut belokan tersebut, yang memberitahu bahwa ada
larangan belok, sehingga jauh-jauh para pengemudi sudah tak perlu antri
yang tak perlu.
Bukankah dengan cara itu ia malah lebih repot? Karena macet menjadi
lebih banyak. Di udara yang sangat panas seperti itu, jelas iamakin
kepanasan saja. Kenapa ia tak cari cara yang bisa membuat ia tak harus
kepanasan?
Sama sekali aku tak melecehkan pak polisi yang niat baiknya adalah
mengatur lalu lintas itu. Cuma, mestinya orang-orang yang miskin, tak
punya kekuasaan, bisa menciptakan sesuatu yang lebih meringankannya.
Bukan terus-terusan bodoh dan menderita seperti itu.
Cerita lain adalah sebuah bagian jalan, perempatan, yang sekalian jadi
lintasan KA. Hampir tiap hari pasti macet di situ. Macetnya juga tak
tanggung-tanggung. Dan itu berlangsung lebih dari setahun.
Dalam beberapa kali aku melewati perempatan itu, dengan cepat aku bisa
menyimpulkan, kalau penyebabnya adalah ujung sebuah pagar stasiun, yang
juga hampir roboh. Kalau saja 1-2 meter dari tembok itu dirobohkan,
pasti akan selesai kemacetan yang ada.
Polisi, dan hampir aku pastikan personilnya sama, tak bosan-bosannya
tiap pagi mengatur kemacetan di situ. Lebih-lebih banyak yang mau
mengantar sekolah atau berangkat kerja. makin semrawut. Itu
berlangsung, juga hampir setahun.
Aku tidak tahu, harus menyampaikan solusi menurut pikiranku itu ke
mana. Tetapi apakah pak polisi itu tidak membuat laporan, rangkuman,
serta analisa dan saran untuk mengatasi kemacetan tadi, yang menyita
semua pikiran dan tenaganya?
Akhirnya, setahun lebih sejak aku memikirkan soal penyebab macet,
ternyata impiankau berhasil. Tembok itu dipangkas sekitar 2 meter, lalu
macet pun tak perna terjadi sampai sekarang.
Lho, itu pak polisi kok mau-maunya ia dikerjai oleh situasi. Kenapa tak
muncul inisiatif, toh tembok itu juga tak ada gunanya berdiri di situ.
Mengapa ia tak mengusulkan sesuatu, misal memanagkas tembok. Bukankah
itu akan membuat ia enteng bertugas ?
GIGIH
_____________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!