Sudah ada polisi yang berusaha mengatur dengan berpanas terik
begitu masih juga mengeluh. Tidak ada polisi tambah mengeluh.
Yang perlu dipupuk di hati anak-anak Indonesia adalah mencoba
memahami orang lain. Bukan hanya minta difahami.
Saya setuju dengan saudara Firman Eko.

Hercule Poirot:
      "...If we know what we are searching for,
          it is no longer mysteri..."


>From: Firman Eko Susatyo <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "'[EMAIL PROTECTED]'" 
><[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: RE: [Kuli Tinta] Polisi
>Date: Thu, 20 May 1999 10:24:32 +0800
>
>Bravo untuk bung Gigih Nusantara..........
>
>Sesuai dengan nama gagah anda, ternyata anda begitu menyedihkan dengan
>segala sanjungan kepada polisi kita.........
>
>Mungkin polisi itu belum pernah merasakan sejuknya semilir AC seperti yang
>anda rasakan sehari-hari, karena selama ini dia hanya merasakan sapuan debu
>dan sapa'an terik matahari.....
>
>Kenapa anda tidak sempat memarkir pikiran dan perasaan anda, seandainya
>posisi anda ada di posisi polisi........
>
>Wassalam..
>
>----------
>From:  GIGIH NUSANTARA[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent:  Wednesday, May 19, 1999 2:54 PM
>To:    [EMAIL PROTECTED]
>Subject:       [Kuli Tinta] Polisi
>
>Polisi
>
>Di sebuah siang bolong, di sebuah kota yang terkenal paling panas di
>Jawa, saya sedang menuju ke sebuah tujuan, yang harus melewati jalan
>poros utama kota itu menuju ke luar kota, dan ketika sampai di batas
>kota saya harus belok ke kiri.
>
>Jalan belok ke kiri tersebut memang biang macet. Selain  merupakan
>salah satu alternatif pintu masuk ke kawasan industri, juga padat
>pemukiman. Trus lagi ada bemo yang mangkal, ditambah harus melintasi
>rel KA yang relnya tak rata dengan jalan. Bisa dibayangkan, kalau macet
>adalah hal normal.
>
>Siang terik itu saya menuju ke daerah itu, meski bukan tujuan utama.
>Artinya, tanpa ke situ pun tak apa-apa. dari jauh sudah terlihat
>antrian kendaraan yang mau belok. Sebuah pemandangan biasa. Cuma kali
>ini macetnya boleh dibilang bukan main, karena kendaraan mesti brenti
>barang 3-4 menit, lalu jalan 2-3 meter, lalu stop lagi. Beringsut.
>
>Dengan kondisi beringsut seperti itu, maka amat wajar, jika saya berada
>sekitar 6-700 meter dari belokan. Dan sangat wajar, kalau di belakang
>saya bertambah sekian ratus meter antrian mobil lain. Juga masih wajar,
>kalau ada yang tak sabar, lalu mengambil serobot sebelah kanan saya.
>Juga sangat wajar, kalau jalan jadi macet, karena yang mau terus, tak
>belok, juga kesumpel para pengemudi yang tak sabar tadi.
>
>beringsut-ingsut pun makan waktu lumayan. Lebih 15 menit saya akhirnya
>sampai di belokan tersebut.
>
>Bersyukur?
>
>Masya Allah, tidak. Di situ ada polisi yang dengan sempritannya
>menyuruh kami, para pengendara yang mau belok, untuk terus. Tidak boleh
>masuk. Kenapa?
>
>Rupanya sedang ada perbaikan. Jalan itu memang parah. Itu juga salah
>satu biang macet di belokan tadi. bagus, dong, kalau dibetulin seperti
>itu?
>
>Ya. Bagus. Yang konyol itu kan polisi yang cuma nyuruh terus
>pengemudi-pengemudi tadi. Mestinya dia kan, entah dengan cara
>bagaimana, membuat para pengemudi tahu kalau dari tadi itu tidak boleh
>belok. Ngapain repot antri sedemikian panjang, dan mesti beringsut,
>kalau ujung-ujungnya mesti terus, tidak boleh belok?
>
>Saya sungguh menyesal, kalau polisi itu adalah satu atau dua polisi
>goblog yang ada di negeri ini. Saya tidak menyesal, kalau ternyata
>seluruh polisi goblognya seperti itu. Sebab, kalau memang semuanya
>seperti itu, bukankah itu memang ciri kepolisian kita (yang harus
>dilestarikan)?
>
>GIGIH
>_____________________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Free instant messaging and more at http://messenger.yahoo.com
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>


_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke