Hi, saya bergabung lagi (dan mungkin beberapa teman akan menyusul kesini) Untuk topik pilihan kita pada 7 Juni nanti, saya setuju pada gagasan ini. Kerjasama PAN, PKB dan PDIP memang salah satu cara meyakinkan swing voters yang jumlahnya mencapai 55 % dari seluruh pemilih. Hanya saja, saya harap peserta milis ini tetap rasional dan tidak emosional atau bahkan dilanda euphoria yang berlebihan soal penyatuan. Kita tetap harus menyadari bahwa anda, saya dan kita semua merupakan bagian dari para pemilih terdidik yang faham dan sadar benar akan apa yang kita pilih. Tetapi bagaimana dengan mayoritas masyarakat kita di luar sana ? Siapa yang akan mendekati mereka untuk meninggalkan pemahaman bahwa Golkar adalah 'penyelamat' mereka ? -- ada tanda petik disitu ? Cobalah fahami angka-angka berikut ini, dan sesudah itu mari kita berhitung secara rasional. Hanya 10 % rakyat kita yang terjangkau oleh media cetak dan elektronik. Ada 70 % rakyat kita yang tinggal di pedesaan, di berbagai sudut tempat terpencil bahkan di Pulau Jawa sekalipun dan mereka hanya tahu bahwa negaralah yang mampu mengurus mereka. Mereka belum terberdayakan. Mereka hanya bisa pasrah. Di berbagai daerah, hanya Golkar, PPP, PDI Perjuangan, PBB, dan PAN yang punya massa. Posisi Bupati dan Gubernur masih sangat didengar oleh masyarakat. Begitu juga pejabat militer seperti Dandim atau Polisi. Bertengkar dengan pemerintah masih begitu tabu bagi mereka. Segalanya begitu guyup dan rukun. Dengan begitu, saya sendiri beranggapan bahwa dengan begitu terpecahnya kekuatan politik yang ada saat ini, maka koalisi ketiga partai politik tersebut maksimal hanya akan mencapai 40 % jumlah pemilih. Tak kurang, tak lebih. Saya mungkin salah. Dan saya berdoa kepada Tuhan bahwa saya keliru dalam hal ini. Selesai. �� wrote: > From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]> > > Ke Mana Pilihan Kita > > del > > Teguhkan suara hati Anda dengan hanya memilih partai-partai > 'PDI-Perjuangan, PKB dan PAN) saja. Di luar tiga partai ini kans > mereka > pro-reformasi masih perlu diteliti selama lima tahun lagi. Di pemilu > lima tahun lagi baru bisa dipikirkan. > > GIGIH > _____________________________________________________________ > > Tanggapan: > > Betul!!! > > Kita bergarap mereka paling sedikit akan menguasai 80% posisi di > lembaga perwakilan rakyat. ABRI yang telah dipatok dan utusan golongan > diharapkan untuk mengisi yang 20% itu bersama dengan Golkar. > > Saya percaya bahwa siapapun nanti yang akan menjadi presiden dari > salah satu diantara ketiga partai itu p a s t i akan mengisi > kabinetnya dengan jago dari dari ke tiga parpol tersebut untuk > bersama-sama melanjutkan perjuangan reformasi total yaitu > menghilangkan simpul-simpul kekuasaan Orba di pemerintahan dan > kekuatan Orba secara total pada pemilu-pemilu yad. > > Mari menuju Indonesia Baru tanpa Golkar dan aliansinya!!! > > ______________________________________________________________________ > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
