Dadang Darmawan wrote: > Tepatnya bahasa Sangir, Mas Dani :) > > Menurut teman - teman, bagaimana dengan Prof. Yusril Ihza Mahendra, kalau tak > lihat-lihat orangnya kalem - kalem aja, dan nggak sering menghujat, kecuali > kalau ditanya soal Masyumi zaman Pak Karno.... Sebagai intelektual dan sebagai politikus Prof Yusril adalah pemimpin masa depan. Sama dengan anda Bung Dadang bahwa tampaknya kita boleh bersyukur bahwa ada politikus sekualitas Prof Yusril ada di belantara politik Indonesia. Insya Allah, beliau adalah salah satu kandidat pemimpin bagi bangsa ini, apalagi usianya relatif muda dibandingkan Amien Rais dan Mbak Mega. Artinya, kalaupun Prof Yusril yang merupakan salah Profesor termuda di UI tidak tampil paska Pemilu nanti, saya yakin dengan kuatnya basis partai yang dipimpinnya maka 10 tahun ke depan adalah masa keemasan bagi Prof Yusril. Peluang beliau sangat besar. Saya hanya sedikit menyesalkan masuknya beberapa orang bermasalah di DPP PBB seperti Ahmad Sumargono dan Fadli Zon. Tetapi biarlah para pemilih kelak yang menentukan apakah PBB pantas diperhitungkan sebagai partai politik yang besar atau tidak pada tahap pemungutan suara kelak. Toh itu urusan pribadi kedua orang itu. Soal partai kan tidak ditentukan oleh pribadi-pribadi tetapi komunitas bersama Dewan Pimpinan. Sebetulnya ada satu partai Islam lainnya yang juga punya performance yang cukup baik yaitu Partai Ummat Islam yang dipimpin salah satu oposan Orde Baru yaitu Prof Dr Deliar Noer. Sayangnya PUI bukanlah partai yang memiliki massa besar karena semata-mata mengandalkan dukungannya dari para alumni HMI/KAHMI. Apapun, segalanya terserah pilihan anda di bilik suara nanti. Saya sendiri akan memilih partai politik yang sampai saat-saat terakhir berhasil menjadi partai yang paling sedikit berlaku brutal dan bentrok dengan partai lain. Atau partai politik yang paling sedikit memakai bahasa kekerasan selama kampanye. Calon legislatif yang ditetapkan partai tersebut untuk daerah tempat tinggal saya yaitu Bekasi juga menentukan apakah saya akan memilih partai tersebut. Dan sebagai karyawan perusahaan swasta (pers), saya juga akan meneliti program partai tersebut berkaitan dengan sejauh mana partai tersebut punya program perbaikan terhadap nasib saya di masa mendatang. Saya akan tagih itu pada mereka di Parlemen nanti ! Terutama pada partai yang saya pilih kelak ! Selesai.
______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
