Hari Minggu kemarin, saya menyempatkan diri untuk berkeliling melihat
putaran Kampanye PDI Perjuangan... Tampak rakyat bergerombol menyambut
iring-iringan massa PDI Perjuangan yang lewat. Mereka menari-nari,
bernyanyi-nyanyi, tertawa dan meneriakkan yel-yel yang mereka karang
sendiri... Bahagia sekali saya melihat senyum rakyat Indonesia; dari mulai
di emperan toko sampai mobil-mobil (ada juga yang cukup mewah; BMW, Land
Cruiser, dll), dari anak muda sampai orang tua.., ada juga supir Bajaj yang
membongkar Bajaj-nya lalu dipakai berkeliling kota..

Rakyat bergembira..!!! Suatu hal yang sangat saya idam-idamkan melalui
proses reformasi ini.. Setelah ditindas puluhan tahun, dan khususnya untuk
warga PDI yang dibantai dalam peristiwa 27 Juli.., mereka pantas untuk
bergembira.., mereka bergembira merayakan eksistensinya; bahwa ternyata
rakyat lah yang menentukan pilihannya, bukan penguasa. Melalui tahun-tahun
yang penuh kesulitan, diterror dan dianiaya, kini rakyat menentukan manakah
sesungguhnya PDI yang diakuinya... Pengakuan pemerintah itu menjadi
kosong-melompong tak punya arti apa-apa.., rakyatlah yang menentukan.

Tak ada insiden yang berarti..., tak saya cium bau "mulut mabok" seperti
yang pernah "diprihatinkan" beberapa netters di Kuli Tinta.., tak ada yang
meneriaki perempuan berjilbab seperti yang pernah diceritakan beberapa
orang.., dan tak ada "kerusuhan massal" seperti yang dikhawatirkan
"pakar-pakar". Rakyat bisa tertib, bila mereka percaya pada pemimpinnya dan
pemimpinnya tidak mengadudomba rakyatnya. Rakyat bisa patuh, bila mereka
mencintai pemimpinnya dan pemimpinnya tidak malah membantai rakyatnya dengan
kekerasan militer. Seperti kata Mochtar Pabottingi, pembusukan itu ada pada
negara/pemerintah, bukan rakyat.

Mungkin satu-dua lampu merah dilanggar.., dan itu memang tidak dibenarkan.
Tetapi, tentu sangat amat jauh tidak benar lagi, Golkar yang melakukan money
politics melalui program JPS yang seharusnya untuk menyelamatkan rakyat
miskin. Bila ada "pakar" yang berbicara sangat keras dalam kasus "lampu
merah"..., seharusnya ia ratusan --bahkan ribuan-- kali lebih keras
berbicara dalam kasus penyalahgunaan JPS oleh Golkar. Bila tidak demikian,
maka pakar itu tak lebih daripada "ilmuwan tukang".

Kebahagiaan saya yang amat sangat hari Minggu kemarin, melihat rakyat
Indonesia bisa bergembira!!


Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke