Maaf mbak wenny,
Bukan maksud saya untuk tidak mempercayainya. Kalau konteks pengiriman
berita ini dimaksudkan untuk berjaga-jaga dan waspada, saya setuju sekali.
Tapi alangkah lebih baiknya kalau pengiriman berita ini juga disertai dengan
langkah konkrit dan tindakan pencegahan persuasif kepada warga sekitar untuk
berjaga-jaga dan melakukan konsolidasi dengan alim ulama dan tokoh
masyarakat sekitar. Yang saya takutkan dengan penyebaran berita seperti ini
adalah rasa ketakutan dan kecemasan yang amat sangat dari mereka-mereka yang
pernah mengalaminya tahun lalu. Mungkin mbak wenny tidak merasa, tapi
mereka-mereka yang secara tidak langsung membaca berita ini di KT bisa saja
trauma lagi (dan tidak semua anggota KT adalah wartawan, bisa jadi mereka
berasal dari semua golongan) dan justru akan menimbulkan rasa curiga yang
berlebihan terhadap pihak muslim, misalnya. Belum lagi beberapa diantara
kita disini yang sudah menyebarkan berita ini kepada teman-temannya yang
lain. Bisa dibayangkan betapa mudahnya dan cepatnya berita ini akan menyebar
dan berapa banyak orang yang akan mengalami ketakutan & kecemasan yg luar
biasa itu. Kalau berita ini sudah diteliti kebenaran, sumber berita dan
validitasnya, baru bolehlah kita menyebar luaskannya. Jika tidak, itu hanya
akan menimbulkan rasa saling curiga dan saling merasa tidak aman antara satu
dengan yang lainnya. Saya pribadi tidak akan menyebar luaskan berita ini.
Tapi saya akan berusaha & berdoa agar issue ini tidak akan pernah terjadi.
Sekali lagi, ini hanya pendapat saya. Bukan berarti yang lain harus setuju,
khan ? ;-)
Salam,
To2
-----Original Message-----
From: Wenita <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, May 25, 1999 10:34 AM
Subject: RE: [Kuli Tinta] FW: THE MASSACRE PLAN.
>Terima kasih, ternyata hanya Dave yang mengerti maksud saya mengirim issue
>ini ke milis KT, justru karena penghuninya wartawan-wartawan yang kritis
>yang saya harapkan bisa mengambil tindakan lebih lanjut, misalnya meneliti
>lebih lanjut sumbernya. Dari dulu sudah diributkan masalah provokator tapi
>belum jelas hasilnya. Diharapkan dengan melihat bukti selebaran seperti ini
>dapat menjadi awal penyelidikan.
>
>Toto wrote:
>Saya berpendapat bahwa berita-berita seperti ini ada baiknya tidak
>dipublikasikan di depan forum (publik) mengingat bahwa :
>1. Berita ini belum tentu benar adanya dan
>2. Dikhawatirkan justru akan menimbulkan kepanikan dan keresahan.
>
>Tujuan saya bukan untuk publikasi ke public melainkan menyampaikan
informasi
>ke KT.
>Saya juga tidak yakin masyarakat akan terpancing begitu saja dengan tawaran
>demikian karena saya yakin rakyat kita masih punya nurani dan akan berpikir
>sepuluh kali sebelum membunuh orang.
>Kita harus belajar dari pengalaman untuk tidak mengabaikan issue-issue
>walaupun sekecil apapun kita harus waspada dan bersiap untuk menghadapi
>kondisi terburuk. Jangan lagi ikuti kebiasaan lama dengan mengindahkan dan
>menutup-nutupi ancaman walaupun baru berupa issue.
>
>wenny
>----------
>From: [EMAIL PROTECTED]
>Sent: Tuesday, May 25, 1999 8:19 AM
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] FW: THE MASSACRE PLAN.
>
>
>buat semua penghuni millis,
>saya rasa berita ini tidak perlu disebarluaskan terlebih dahulu, kan banyak
>penghuni millis ini yang bekerja sebagai wartawan (bahkan pendiri millis
>ini mungkin para wartawan ?), nah gimana kalau diselidiki dulu kebenaran
>berita tersebut, jangan sampai peristiwa Mei terulang kembali, sebab setau
>saya, peristiwa Mei juga berawal dari isue, dan ternyata benar-benar
>meledak... jadi tolong diselediki dulu deh kebeneran berita ini.... kan ada
>pepatah lebih baik sedia payung sebelum hujan.. bener enggak ?
>
>regards...
>
>dave
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!