----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
> INFO DARI MILIS BDG :
>
> Duapuluh satu tahun yang lalu (1978), saya berlayar dari Bulukumba ke
Pulau
> Tanah Jampea di tengah laut Flores (antara Sulawesi dan P.Sumbawa). Mampir
> setengah hari di P. Salayar. Kami naik kapal kecil yang muat 30-an orang
> saja. Laut Flores terkenal ganas ombaknya. Datang hujan & badai, semua isi
> kapal basah kuyub (airnya asin lagi). Rasa mual dan tak tidur semalaman,
> maklum mabok laut.
>
> Teman-ku perokok berat. Sehari biasanya merokok empat pack. Tak makan tak
> soal, asal merokok(!). Dasar nasib sial, karena ombak dan hujan deras,
korek
> api basah dan pemantik api hilang! Nah, datang "persoalan besar bagi dia",
> ada rokok tapi tidak ada api!
>
> Karena tidak "tahan", dicarinya...api! Coba jemur korek api, tapi juga tak
> kunjung kering. Lalu, coba dekati pompa air diesel (untuk menguras air
masuk
> deck), siapa tahu "api busi" (sparkplug) dapat bantu datangnya api. Gagal
> juga. Mulut...muulai bergetarrr... karena tidak tahan(?). Persoalan tetap
> tidak ada api. Lalu hujan reda, dicobanya... menggunakan lensa kacamata
dan
> matahari... untuk membakar ujung rokok. Tidak kunjung nyala juga apinya.
> Memang habis akal untuk memperoleh api. Aku lihat dia sengsara sekali. Apa
> yang dilakukan kemudian...? Dia berkumur keras dengan minuman keras
> berkali-kali. Lalu muka merah dan diam kesal.
>
> Pengalaman ini mengajarkan pada kita, ketergantung pada rokok memang
> menyiksa sekali. Lebih baik tidak merokok, agar tidak tergantung rokok.
Bagi
> pecandu, ROKOK adalah MAJIKAN. Perokok adalah budak setia-nya (maaf).
> Temanku itu, sekarang tinggal di Japan, sudah tua dan plus gangguan
penyakit
> pernapasan & lemah jantung. Dihari tua, dia menyesal karena pernah menjadi
> perokok. Hidup jadi tidak nikmat. Aku kasihan pada temanku itu.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!