Just remember, saya tidak "membela Megawati mati-matian...!" As I always
said: saya mendukung Amien Rais, Megawati dan Gus Dur untuk melawan status
quo... NAH..., kebetulan saja anda selalu menyerang Megawati, sehingga
akhirnya dukungan saya terlihat hanya pada Megawati... Sekali-kali
"serangan" anda pada tokoh lain lah.., biar kelihatan saya mendukung Amien
Rais dan Gus Dur.. Tapi, kalau untuk mempertentangkan ketiganya, saya tidak
mau.., lebih baik kita satukan konsentrasi melawan dan menekuk (istilahnya
Amien Rais) status quo yang masih bernafsu besar KKNisme untuk berkuasa...

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: iwans <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 27 Mei 1999 8:40
Subject: Re: [Kuli Tinta] ANTARA MEGAWATI DAN AMIEN RAIS


Maklumlah Bung Joost, kalau orang sudah jatuh hati pada seseuatu memang
nggak
bisa berfikir secara rasional lagi. Yang penting, ya pokoknya ....... !
Apalagi
pendukung berat Megawati macam Martin Manurung ini, hahahaha.

Apapun yang kita katakan tentang Megawati, pada prinsipnya dalam citra
fikirannya sudah terbentuk pikiran "pokoknya Presiden saya mendatang adalah
Megawati .... peduli amat apa kata orang lain ....."

Jadi jangan heran kalau ada posting yang menyerang Megawati langsung saja
ditanggapi dengan kereng. Tapi tak apalah, saya jadi makin seneng nggodain
anak
muda satu itu (lha usianya sama dengan adik saya paling bungsu, jeee .....
setelah saya buka homepagenya) .....

Tetap berfikir arif dan waras !

Joost A. Nelwan wrote:

> Alangkah indah perbandingannya (nampaknya lengkap dan ilmiah). Kita masih
> harus mempelajari apakah isnya akurat atau tidak.
> Namun jangan kita lupakan bahwa politik itu tidak sama dengan matematika.
10
> + 10 belum tentu lebih besar dari 1 + 1.
> Masyarakat dalam memilih pimpinannya kadang-kadang ibarat seseorang
memilih
> pasangannya. Kalau kita memakai rumus matematika, kemungkinannya hanya
para
> bintang film saja yang sanggup membentuk kehidupan berkeluarga. Tetapi
> kenyataannya kehidupan berkeluarga para selebritis (yang relatif penuh
> dengan kelebihannya) belum tentu sebahagia kehidupan berkeluarga rakyat
> banyak. Masing-masing orang mempunyai pendapat tentang bahagia itu. Begitu
> juga tiap orang mempunyai titik tolak masing-masing dalam menentukan
> pimpinannya.
>
> Bagaimanapun, pembanding itu bagus untuk ditampilkan. Tiap orang bebas
untuk
> mengemukakan pendapatnya. Tidak ada yg tidak rasional dalam menentukan
> pilihan dalam Pemilu nanti. Kita sudah hidup dalam alam Demokrasi, bukan?
> Hidup Reformasi!
>
> Salam,
> Joost A. Nelwan
>
> > ----------
> > From:         Martin Manurung[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> > Sent:         Thursday, May 27, 1999 12:12 AM
> > To:   [EMAIL PROTECTED]
> > Subject:      Re: [Kuli Tinta] ANTARA MEGAWATI DAN AMIEN RAIS
> >
> > Ah.. itu omongan Bullshit.. capek lah dengerinnya... sederhana saja;
masak
> > megawati tidak pernah dapat penghargaan apa-apa? Apa tidak ingat,
> > baru-baru
> > ini Megawati dapat penghargaan dari India dan menjadi nominator Hadiah
> > Nobel..
> > Tapi, okelah.., saya tidak mau dijebak untuk mempertentangkan Amien dan
> > Mega.., ini taktik status quo yang ingin memecah kelompok anti status
> > quo..
> > Mereka ketakutan pada komunike bersama Mega-Amien-Gus Dur...  Amien
> > sendiri
> > di UI sama-sekali tidak mau dijebak ketika seorang penanya mencoba
membawa
> > dia mempertentangkannya dengan Mega dan Gus Dur.., dan atas posisi Amien
> > itu, saya sangat kagum dan mengacungkan jempol..
> >
> > Hidup Amien Rais, Hidup Megawati dan Hidup Gus Dur!!
> >
> > Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> > ____________________________________________
> > Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> > Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> > Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 26 Mei 1999 23:34
> > Subject: [Kuli Tinta] ANTARA MEGAWATI DAN AMIEN RAIS
> >
> >
> > Membandingkan Amien Rais dan Megawati, sungguh tak adil. Dibandingkan
> > dengan
> > Ratna Sarumpaet, Nusrsyahbani Katjasungkana, Budiman Sudjatmiko atau
Rama
> > Pratama, Karlina Leksono, Mari E. Pangestu saja, Megawati sudah pasti
> > kedodoran.
> >
> > Tetapi ada yang mereka semua tak miliki, tetapi ada pada Mega.
> > 1. Bapaknya seorang Proklamator Tercinta.
> > 2. Tahu diri.
> >
> > Saya sendiri-- terlepas dari kedunguan dan ketololan Mega sebagai
> > pemimpin --
> > akan menghormati PDI-P yang akan memenangkan Pemilu 1999. Kita harus
> > menghormati pilihan rakyat, suka atau tidak atas hasil pemilu ini. Mega
> > jadi
> > Presiden Ke-4 RI, karenanya, juga tak bakal tertahankan.
> >
> > Mayoritas rakyat Indonesia adalah berpendidikan non universitas,
setingkat
> > SMP lah. Rakyat Indonesia pasti akan memilih partai atau pemimpin
> > partainya
> > yang level pendidikan dan intelektualitasnya sama dengan mayoritas
rakyat
> > itu.
> >
> > Tetapi bung!, sekali lagi, kita harus hormati apa pun hasil pemilu.
> > Biarkan
> > PDI-P menang dan mengurus negara bersama Presiden (Feodalisme) Megawati
> > Soekarno. Betapa pun demokrasi melahirkan kelucuan, ketololan, kedunguan
> > dan
> > kenaifan-- barangkali itu cuma proses sementara saja. Lebih baik negara
> > ini
> > diurus sama orang bodoh atau preman dibandingkan sama tentara.
> >
> > salam,
> > ramadhan
> >
> >
> > In a message dated 5/26/99 2:11:32 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED]
> > writes:
> >
> > <<
> > >SIAPA PRESIDEN RI KE-4 YANG ANDA PILIH
> > >>
> > >> ( PERBANDINGAN ) AMIEN RAIS - MEGAWATI
> > >>
> > >> 1.Pendidikan Formal
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * S-1 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM
> > >> * Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
> > >> * S-2 Ilmu Politik University of Notre Dame USA
> > >> * S-3 (Doktor) Ilmu Politik University of Chicago dengan desertasi
> > >tentang
> > >> "Gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir"
> > >> * Pernah setahun kuliah di Al-Azhar , Kairo (di Departemen Bahasa)
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * SMA
> > >>
> > >> 2. Karya Tulis
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Cakrawala Islam (1987), Politik dan Pemerintahan di Timur Tengah,
> > Tugas
> > >> Cendekiawan Muslim, Keajaiban Kekuasaan(1994), Moralitas Politik
> > >> Muhammadiyah (1995), Puasa dan Keunggulan Kehidupan Rohani (1996)
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Tidak ada
> > >>
> > >> 3. Pekerjaan
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Dosen Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan Politik (sekaligus
sebagai
> > >> ketua jurusan Hubungan Internasional FISIP UGM)
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >>
> > >> *Ibu rumah tangga
> > >>
> > >> 4. Organisasi yang membesarkan
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> *Muhammadiyah
> > >> *ICMI
> > >>
> > >> MEGAWATI
> > >> * PDI
> > >>
> > >> 5. Penghargaan yang pernah didapat
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * "Tokoh Reformasi" dari mahasiswa
> > >> * "Tokoh Tahun Ini" dari majalah Ummat
> > >> * "Bapak Reformasi Indonesia" dari seniman Yogyakarta
> > >> * "UII Award" dari Universitas Islam Indonesia
> > >> * Bintang Mahaputra RI ( namun ditolak )
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Tidak ada
> > >>
> > >> 6. Golongan yang mendukung
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Semua lapisan masyarakat
> > >> * Kaum intelektual
> > >> * Semua agama
> > >> * Alim ulama
> > >> * Mahasiswa
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Kaum sosialis dan kiri baru (termasuk sisa-sisa PKI)
> > >> * Masyarakat non intelektual
> > >> * Kaum Nasionalis
> > >> * Kaum sekuler (yang tidak menginginkan Islam/agama diikutsertakan
> > dalam
> > >> pelaksanaan pemerintahan)
> > >> * Luar negeri (Amerika Serikat /USA)
> > >>
> > >> 7. Tokoh yang mendampingi
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Prof Dr. Syafi'i Ma'arif
> > >> * DR. Faisal Basri
> > >> * A. M. Fatwa
> > >> * Junus Yahya
> > >> * DR. Dawam Rahardjo
> > >> * Christianto Wibisono
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Alex Litay
> > >> * Yakob Nuwawea
> > >> * Kwik Gian Gie
> > >> * Laksamana Sukardi
> > >> * Aberson Malaiholo
> > >>
> > >> 8. Kwalitas Keagamaan
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Tamatan pesantren
> > >> * Menguasai bahasa Arab dan biasa menjadi khotib dan penceramah di
> > >> masjid-masjid.
> > >> * Selama 8 tahun selalu puasa Senin-Kamis
> > >> * Senantiasa sholat malam (tahajud)
> > >> * Membaca Al-Qur'an setiap hari (Ia selalu membawa Qur'an kecil
didalam
> > >> tasnya)
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Masyarakat selama ini tidak mengetahui dan melihat kedekatan dan
> > >> pemahamannya kepada agamanya (Islam)
> > >>
> > >> 9. Faktor yang membesarkan
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Kebesaran Muhammadiyah yang dipimpinnya
> > >> * Kegigihan dan keistiqomahannya beramar-ma'ruf nahi munkar seperti
> > dalam
> > >> kasus Busang dan Freeport
> > >> * Keberaniannya mengusulkan dengan lantang agar  Soeharto diganti
pada
> > >> saat
> > >> tokoh-tokoh yang lain diam
> > >> * Ide-idenya yang selalu berpengaruh terhadap perpolitikan nasional
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Nama besar ayahnya Soekarno
> > >> * Dukungan media massa pro Megawati, seperti : Megapos, Inti Jaya,
> > >> Sentana,
> > >> Merdeka, Detak, Suara Pembaruan, Aksi,
> > >> Reformasi, dll.
> > >> * Kesewenang-wenangan Rezim Soeharto sehingga mendapatkan empati dari
> > >> masyarakat
> > >> * Dukungan dana dari luar negeri, terutama Amerika Serikat
> > >>
> > >> 10. Peran dalam menumbangkan Soeharto
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Sejak 1993 sudah menyuarakan isu pergantian pimpinan nasional.
> > >> * Menyatakan bahwa MPR berlaku zalim jika pada sidang umum MPR 1998
> > tetap
> > >> memilih Soeharto.
> > >> * Pidato-pidato politiknya yang "Anti Soeharto" dinilai banyak
kalangan
> > >> sangat berperan dalam mendorong gerakan mahasiswa
untukmenggulingan
> > >> pemerintahan soeharto. Karenanya, mahasiswa menobatkan dirinya
sebagai
> > >> "TOKOH REFORMASI"
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Sepanjang bergulirnya reformasi banyak pihak yang menilai Mega diam
> > >> seribu
> > >> bahasa, hingga seorang tokoh prodemokrasi,
> > >> Goenawan Mohamad, menilainya mungkin Megawati sudah ketinggalan
kereta.
> > >> Beberapa pengamat juga mengatakan Mega
> > >> tidak ikut andil dalam menjatuhkan rezimSoeharto.
> > >>
> > >> * Alasan yang dipakai oleh Megawati adalah "Diam bukan berarti takut,
> > >tapi
> > >> diam adalah emas" (tepatkah pepatah tsb.?.....)
> > >>
> > >> 11. Kepribadian
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Tegas dan berani dalam mempertahankan sikapnya (konsisten), (ia
> > menolak
> > >> ditawarkan menjadi anggota DPR pada masa      ORBA
> > >> * Sederhana dan tawadhu
> > >> * Cerdas (Ia adalah pakar politik)
> > >> * Cepat tanggap dan perhatian terhadap masalah bangsa dan rakyat.
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Banyak kalangan yang menilai Megawati adalah sosok pemimpin yang
> > egois
> > >> karena pernyataan-pernyataannya hanya untuk    kepentingan
kelompoknya
> > >> saja.
> > >> * Kurang tanggap
> > >> * Tingkat kecerdasan biasa-biasa saja.
> > >>
> > >> 12. Sikap terhadap bekas Presiden Soeharto
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Jika Soeharto dan keluarganya  mau diusut tuntas , dan bersedia
> > >> mengembalikan kekayaannya yang mungkin diperoleh     secara tidak
benar
> > >> kepada negara dan rakyat Indonesia, Amin mengajak kepada semua pihak
> > mau
> > >> memaafkan Soeharto.
> > >> * Ia juga meminta kepada pemerintahan Habibie agar membekukan seluruh
> > >> yayasan yang dipimpin Soeharto.
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Tidak menyatakan pendapat apapun.
> > >> * Meminta kepada masyarakat untuk tidak menghujat dan mencemooh bekas
> > >> Presiden Soeharto
> > >>
> > >> 13. Sikap terhadap pendukunganya
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Mau memenuhi undangan-undangan para pendukungnya walau sampai
> > kedaerah
> > >> terpencil sekalipun. Di depan pendukungnya
> > >> ia selalu menegaskan pentingnya reformasi di segala bidang. Untuk
> > >> mendukung
> > >> reformasi menyeluruh, Amien berkata, "Kita
> > >> jangan sampai kalah stamina dengan Soeharto"
> > >> * Pada masa-masa kritis, misalnya pada kasus rencana pengerahan massa
> > >> tanggal 20 Mei 1998, dengan besar hati Amien mencegah mereka untuk
> > >> menghindari kerusuhan dan bentrokan dengan aparat, meski dengan
resiko
> > >> sedikit mengecewakan mereka. Saat itu Amien menyadari bahwa
dirinyalah
> > >> yang
> > >> bertangung jawab atas apa pun yang terjadi, termasuk jika ada
> > >pertumpahan
> > >> darah dan jatuhnya korban  jiwa (lihatlah rasa tanggung jawab dan
> > >> perhatiannya terhadap massa pendukungnya)
> > >>
> > >>  MEGAWATI :
> > >> * Mau memenuhi undangan-undangan mereka. Di depan massanya ia
> > >> selalumeneriakkan yel "Hidup PDI Perjuangan" dan menegaskan
pentingnya
> > >> menumbuhkan semangat Bung karno. "Kalau bangsa ini meninggalkan roh
> > Bung
> > >> Karno, maka kita akan tergelincir pada perpecahan", katanya
> > >> * Pada masa-masa kritis, misalnya baru-baru ini, saat PDI Soerjadi
> > >> menyelenggarakan kongres di Palu, Mega tidak menginstruksikan
massanya
> > >> untuk
> > >> menghadang jalannya kongres, tetapi tidak mencegah mereka yang ingin
> > >> menggagalkan kongres. Namun terhadap kerusuhan yang terjadi, Mega
> > merasa
> > >> tidak perlu bertanggung jawab. Menurut dia, yang bertanggung jawab
> > adalah
> > >> pemerintah, baik pusat maupun daerah, padahal bila Megawati melarang
> > >> massanya menghadang kongres PDI di
> > >> Palu, pastilah korban cidera tidak  akan terjadi. Baginya kerusuhan
> > yang
> > >> mengakibatkan beberapa orang cidera itu (baik yang pro Mega maupun
yang
> > >> pro
> > >> Surjadi) akibat pemerintah yang mengizinkan kongres
> > >>
> > >> 14. Sikap terhadap pemerintahan Habibie
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Tidak menentang dan tidak juga mendukung (wait and see), tapi
memberi
> > >> kesempatan dalam jangka waktu tertentu kepada Habibie sebagai
> > >pemerintahan
> > >> yang sah untuk mengatasi krisis. Sikapnya ini menunjukkan tingkat
> > >> kedewasaan
> > >> dan ketulusan Amien dalam memperjuangkan reformasi, padahal saat itu
ia
> > >> mendapatkan dukungan penuh masyarakat untuk menjadi presiden setelah
> > >> berhasil menurunkan Soeharto.
> > >> * Menyatakan bahwa pemerintahan Habibie hanyalah transisi(sementara),
> > dan
> > >> meminta kepada Habibie agar melepaskan diri daripengaruh bekas
presiden
> > >> Soeharto
> > >> * Bersama tokoh-tokoh proreformasi lainnya ia bersedia datang menemui
> > >> Habibie di kediamannya untuk memberi masukan sambil menyatakan diri
> > >> sebagai
> > >> oposisi (sparing partner) yang saling mengoreksi satu sama lain
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Tidak mengakui keabsahan pemerintahan Habibie.
> > >> * Bersikap tidak konsisten, ia menolak keabsahan pemerintahan
Habibie,
> > >> tetapi ingin mendapatkan pengakuan dari Habibie sebagai PDI yang sah.
> > >>
> > >> * Menilai reformasi yang dilakukan oleh Habibie hanya setengah hati
> > >>
> > >> 15. Program utama jika terpilih menjadi presiden
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Mengamankan kekayaan alam sesuai UUD'45
> > >> * Secara bertahap mendirikan pemerintahan yang bersih dan berwibawa
> > >> * Restrukturisasi ekonomi (penyusunan kembali kebijaksanaan ekonomi)
> > >> * Menciutkan gap (jarak) kaya-miskin
> > >> * Mempertahankan Bhineka Tunggal Ika guna mencegah disintegrasi
> > >> (perpecahan)
> > >> bangsa, seraya mengajak mendiskusikan kemungkinan federalisme (negara
> > >> bagian)
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * Belum pernah menyatakan secara gamblang dan terbuka program-program
> > apa
> > >> saja yang hendak ditempuhnya jika kelak terpilihmenjadi presiden.
> > >>
> > >> 16. Catatan sejarah berdirinya partai
> > >>
> > >> AMIEN RAIS :
> > >> * Amien menginginkan partai yang terbuka ( PAN ) untuk semua
kalangan,
> > >> tidak
> > >> membedakan agama, ras, maupun suku tetapi tetap memberikan komposisi
> > yang
> > >> seimbang dalam kepengurusan maupun arah kebijaksanaan partai sesuai
> > >dengan
> > >> komposisi jumlah masyarakat Indonesia. Karena umat Islam yang
mayoritas
> > >> tentu arah kebijaksanaan partai tentulah lebih tertuju kepada
memenuhi
> > >> aspirasi umat Islam, namun jelas tidak mematikan aspirasi umat lain.
> > >> Karena
> > >> prinsip Islam adalah rahmatan lil alamin
> > >>
> > >> MEGAWATI :
> > >> * PDI seperti juga PPP dan Golkar adalah bentukan dari kebijaksanaan
> > >> pemerintahan ORBA yang tidak menginginkan banyak partai.
> > >> * Partai-partai yang berfusi (melebur) ke dalam PDI adalah adalah
> > >> partai-partai yang bersifat sekuler/nasionalis dan di luar Islam,
> > >> yaitu:
> > >> 1. PNI (Partai Nasional Indonesia)
> > >> 2. Parkindo (Partai Kristen Indonesia)
> > >> 3. Partai Katolik
> > >> 4. MURBA
> > >> 5. IPKI
> > >
> > >
> >
> >
> > kj:-)
> > http://hey.to/kj
> >   >>
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
> >
> >
> >
> >
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!






______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke