Salah Satu Batu Penjuru
=================
Pagi ini Sabtu 29 Mei 1999, saya menikmati sebuah kampanye dialogis
tiga partai, yaitu PDKB, PRD, dan PKB.
Dari ketiga Jurkam yaitu, Mervin, Andi, dan Agil maka kita bisa
melihat dengan jelas bahwa idealisme dan militansi kelompok PRD itu
terwakili pada Andi Arief yang lolos dari skenario dialmarhumkan
karena militansi dan idealisme itu. Dia tampil dengan konsep yang
sudah dipersiapkan dan jelas bernuansa kebangsaan, persatuan, dan
kerakyatan. Dibanding dengan parpol-parpol baru diluar yang tumbuh
bagai cendawan di musim hujan itu, tampak sekali visi organisasi yang
jelas dari PRD.
Bulu disekujur tubuhku berdiri ketika Andi dia mengatakan: "kami PRD
hanya berkampanye dengan menyebar selebaran, karena kami percaya bahwa
cara itu yang paling efektif. Kami telah menyebar sejuta selebaran
karena keterbatasan dana" Aku merinding karena mendengar itu, heroik
sekali mereka. Dengan segala keterbatasan mereka tidak mengemis atau
merengek namun justru tetap menunjukkan ketegaran mereka; dimana
justru pada saat yang sama banyak parpol yang sebenarnya tidak
mempunyai garis perjuangan serta militansi anggota yang jelas justru
memiliki dana yang banyak"
Bulu kudukku merinding lagi ketika Andi berkata kepada Agil
:"bersatulah PAN-PKB-PDIP untuk memimpin bangsa ini, namun kalau tidak
mampu biarkanlah kami yang muda ini mengambil alih" Disini jelas
sekali visi itu. Mereka tidak mempunyai ambisi untuk memenangkan
pemilu namun lebih kepada bagaimana idealisme mereka terwujud. Bagi
mereka, kehidupan yang lebih baik dimasa depan dengan menggusur Orba
dan kelompok-kelompok Pro SQ adalah lebih tinggi dibanding usaha untuk
memenangkan pemilu itu sendiri.
PRD muncul karena selimut kegelapan politik Orba selama ini. Pengurus
dan aktivis PRD hampir saja mejenazah seandainya kuasa Ilahi tidak
menghendaki lain. Dulu kita mungkin lebih mengenal PRD karena sifat
radikalnya. Namun, kini kita bisa melihat idealisme mereka terhadap
masa depan bangsa ini. Bahkan diantara mereka kini masih ada yang
dipenjara. Apa yang mereka impikan, apa yang mereka perjuangkan
sebenarnya merupakan apa yang diharapkan oleh sebagian besar bangsa
ini. Mereka adalah batu penjuru. Berbahagialah orang tua yang telah
melahirkan mereka. Sekilas terbayang wajah para anak muda yang heroik
untuk mencangkan kemerdekaan Indonesia dan telah keluar masuk penjara
karena menentang pemerintah Belanda.
Sayang sekali kalau di lembaga perwakilan rakyat nanti tidak ada wakil
dari PRD. Anak-anak muda itu dengan warna politiknya dengan konsisten
dan pantang menyerah bahkan tidak takut mati telah mewarnai peta
politik di Indonesia. Mereka jelas lebih baik dibanding para kader
cecunguk atau kader karbitan yang sekarang banyak bermunculan dan
belum pernah teruji. Dukungan PRD terhadap koalisi PAN-PKB-PDIP di
lembaga perwakilan rakyat akan menjadi buldozer untuk membongkar
budaya Orba dan kelompok-kelompok Pro SQ.
Di keluarga kami ada 4 orang yang berhak memilih. Dua orang yang muda
jelas sudah tertarik kepada militansi dan idealisme anak-anak muda
beserta manifesto politiknya. Saya terharu dan berbahagia karena
generasi muda bagaimanapun juga masih mempunyai alternatif ketika
selama 32 tahun ini kekuasaan dan materialisme telah menjadi batu
penjuru sebagian masyarakat.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!