Keterlibatan PRD di insiden Tanah Tinggi, masih questionable..., saya lihat
itu adalah another trap dari orde baru untuk mengkambinghitamkan PRD. Ketika
insiden semanggi, PRD lagi-lagi dikambinghitamkan... kasihan mereka..;-)

Anyway, bung AC..., saya setuju dengan komentar anda tentang PRD. Idealisme
dan kegigihan mereka memang patut diberikan penghargaan yang luar biasa.
Tapi, saya kira, kekurangan PRD (sehingga mereka tidak tumbuh menjadi partai
besar yang mengakar ke under current) adalah karena mereka membangun partai
elitis dan tidak mencoba untuk mentranslasi program mereka ke bahasa yang
paling sederhana yang dimengerti rakyat. Harap diingat, "kegigihan" Orde
Baru untuk menyudutkan dan memenjarakan mereka pun karena dianggap tidak
memiliki basis massa yang berbahaya untuk bisa dipermain-mainkan. Maksudnya,
tidak akan banyak orang yang protes kalaupun mereka ditangkap. Saya pikir,
pada waktu ke depan, PRD akan mampu tampil menjadi partai besar dengan
idealisme yang luar biasa. Dan hal itu bisa dicapai bila mereka mau untuk
lebih in touch dengan rakyat (yang selama ini mereka perjuangkan), dan
membangun basis massa di arus bawah. Bila hal itu dapat dilakukan, mereka
akan tampil dengan lebih baik, apalagi sang Ketua telah memakan
"asam-garam"nya penjara. Biasanya, pemimpin yang besar lahir dari penjara
(Nelson Mandela, Soekarno, dll).

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 29 Mei 1999 21:57
Subject: Re: [Kuli Tinta] Salah satu batu penjuru.


PRD memang partai heroik, sempat merasakan kejamnya
pemerintahan Soeharto. Ada satu cacat yang saya catat
dari PRD. Ingat kasus pengebomam tanah tinggi.
Modus menghalalkan segala cara [kasar] demikian,
tidak seirama dengan nafas demokrasi.

Mudah-mudahan di masa mendatang, PRD bisa bermain
lebih halus, dna meninggalkan pola kerja warisan
Soeharto itu. Bagaimana pun juga harus diingat
bahwa setiap kerusakan yang ditimbulkan, bangsa
Indonesia lah yang menderita. Mungkin bukan kita
yang menderita tapi toh mereka masih bangsa
Indonesia.

Saya lebih menyangi nyawa dan segala resources
yang dimiliki bangsa Indonesia dari pada berebut
power. Oleh karena itu, siapa pun yang menang
pemilu bila itu ditempuh dengan cara-cara yang
demokratis, itulah yang perlu kita dukung.

Salam,
Hercule Poirot:
      "...If we know what we are searching for,
          it is no longer mysteri..."







>From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "Mimbar Bebas" <[EMAIL PROTECTED]>,        "Freemail"
><[EMAIL PROTECTED]>,        "Reformasi Total"
><[EMAIL PROTECTED]>,        "Kuli Tinta"
><[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] Salah satu batu penjuru.
>Date: Sat, 29 May 1999 20:49:42 +0700
>
>Salah Satu Batu Penjuru
>=================
>
>Pagi ini Sabtu 29 Mei 1999, saya menikmati sebuah  kampanye dialogis
>tiga partai, yaitu PDKB, PRD, dan PKB.
>
>Dari ketiga Jurkam yaitu, Mervin, Andi, dan Agil maka kita bisa
>melihat dengan jelas bahwa idealisme dan militansi kelompok PRD itu
>terwakili pada Andi Arief yang lolos dari skenario dialmarhumkan
>karena militansi dan idealisme itu. Dia tampil dengan konsep yang
>sudah dipersiapkan dan jelas bernuansa kebangsaan, persatuan, dan
>kerakyatan. Dibanding dengan parpol-parpol baru diluar yang tumbuh
>bagai cendawan di musim hujan itu, tampak sekali visi organisasi yang
>jelas dari PRD.
>
>Bulu disekujur tubuhku berdiri ketika Andi dia mengatakan: "kami PRD
>hanya berkampanye dengan menyebar selebaran, karena kami percaya bahwa
>cara itu yang paling efektif. Kami telah menyebar sejuta selebaran
>karena keterbatasan dana" Aku merinding karena mendengar itu, heroik
>sekali  mereka. Dengan segala keterbatasan mereka tidak mengemis atau
>merengek namun justru tetap menunjukkan ketegaran mereka; dimana
>justru pada saat yang sama banyak parpol yang sebenarnya tidak
>mempunyai garis perjuangan serta militansi anggota yang jelas justru
>memiliki dana yang banyak"
>
>Bulu kudukku merinding lagi ketika Andi berkata kepada Agil
>:"bersatulah PAN-PKB-PDIP untuk memimpin bangsa ini, namun kalau tidak
>mampu biarkanlah kami yang muda ini mengambil alih"  Disini jelas
>sekali visi itu. Mereka tidak mempunyai ambisi untuk memenangkan
>pemilu namun lebih kepada bagaimana idealisme mereka terwujud. Bagi
>mereka, kehidupan yang lebih baik dimasa depan dengan menggusur Orba
>dan kelompok-kelompok Pro SQ adalah lebih tinggi dibanding usaha untuk
>memenangkan pemilu itu sendiri.
>
>PRD muncul karena selimut kegelapan politik Orba selama ini. Pengurus
>dan aktivis PRD hampir saja mejenazah seandainya kuasa Ilahi tidak
>menghendaki lain. Dulu kita mungkin lebih mengenal PRD karena sifat
>radikalnya. Namun, kini kita bisa melihat idealisme mereka terhadap
>masa depan bangsa ini. Bahkan diantara mereka kini masih ada yang
>dipenjara. Apa yang mereka impikan, apa yang mereka perjuangkan
>sebenarnya merupakan apa yang diharapkan oleh sebagian besar bangsa
>ini.  Mereka adalah batu penjuru. Berbahagialah orang tua yang telah
>melahirkan mereka. Sekilas terbayang wajah para anak muda yang heroik
>untuk mencangkan kemerdekaan Indonesia dan telah keluar masuk penjara
>karena menentang pemerintah Belanda.
>
>Sayang sekali kalau di lembaga perwakilan rakyat nanti tidak ada wakil
>dari PRD. Anak-anak muda itu dengan warna politiknya dengan konsisten
>dan pantang menyerah bahkan tidak takut mati telah mewarnai peta
>politik di Indonesia. Mereka jelas lebih baik dibanding para kader
>cecunguk atau kader karbitan yang sekarang banyak bermunculan dan
>belum pernah teruji.  Dukungan PRD terhadap koalisi PAN-PKB-PDIP di
>lembaga perwakilan rakyat akan menjadi buldozer untuk membongkar
>budaya Orba dan kelompok-kelompok Pro SQ.
>
>Di keluarga kami ada 4 orang yang berhak memilih. Dua orang yang muda
>jelas sudah tertarik kepada militansi dan idealisme anak-anak muda
>beserta manifesto politiknya. Saya terharu dan berbahagia karena
>generasi muda bagaimanapun juga masih mempunyai alternatif ketika
>selama 32 tahun ini kekuasaan dan materialisme telah menjadi batu
>penjuru sebagian masyarakat.
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>



_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!








______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke