Saya bukan pendukung Gus Dur ... tapi rasanya Gus Dur bisa sampai bereaksi
seperti itu karena apa yang dikatakan / dilakukan oleh lawan politiknya sudah
lebih dari itu. Saya kira kita tidak boleh terburu-buru menilai ...
Tapi memang ... mungkin karena keselnya sudah sampai ubun-ubun Gus Dur
sudah tidak kontrol lagi ...
Dari sisi dia ... saya katakan dia tidak melakukan public relations yang bagus
buat dirinya sendiri. Dia boleh tidak peduli ... tapi masalahnya adalah sebagian
besar rakyat bangsa ini sering terlalu terburu-buru menilai.
Tom
----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
> Dalam 'dialog tai ayam-nya" Gus Dur bertingkah sangat manusiawi. Dia ngomong
> kotor-kotor, dia marah-marah , dia egoistis , dia tinggi hati bagai
> raja-raja, dia otoriter , dan lain2 tingkah manusia biasa.
>
> Siapa-siapa yang suka hal-hal manusiawi seperti itu , pasti mendukung beliau
> menjadi calon pemimpin bangsa ini.
>
> -----Original Message-----
> From: Arief <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Monday, May 31, 1999 4:19 PM
> Subject: Re: [is-lam] DIALOG TAI AYAM GUS DUR DI TPI DISIAR ULANG
>
>
>
> wa'alaikumussalam wr.wb,
>
> Justru terima kasih ama Gus Dur... karena sudah menolong kita, utk tidak
> bersimpati dg dia.. ;-))). Jadi hemat energi..
>
> wassalam
> arief w
>
>
> On Fri, 28 May 1999 [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Assalamu 'alaikum wr wb,
> > Di situ, ternyata tampilan Gus Dur yang sering dikultuskan sebagai "Wali"
> oleh pengikutnya yang taqlid (membeo), ternyata sangat mengecewakan. Bahkan
> office boy di kantor saya (seorang simpatisan Gus Dur) yang biasa berkata
> kasar seperti (maaf) "Anjing" dll, kaget dan kecewa melihat Gus Dur seperti
> itu.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!