Ini adalah contoh bagaimana logika bisa dipuntir. -----Original Message----- From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tuesday, June 01, 1999 6:46 AM Subject: [freemail] "TIME bukan Dewa Kebenaran" "Benarkah tulisan TIME itu? "TIME itu bukan dewa kebenaran. Nama besar TIME itu tidak bisa dijadikan jaminan. Jadi apa ditulis TIME jangan lantas ditelan mentah-mentah,"kata Amir Syamsuddin, pengacara Mbak Tutut, kepada wartawan usai mendampingi Mbak Tutut menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung." Kalimat di atas cuplikan dari detikcom, 31 Mei 1999. Komentarnya adalah: Dan harus diingat Soeharto juga bukan dewa bangsa dan negara ini. Maka tidak masuk akal kalau Habibie bilang, "Soeharto tidak pernah bohong." Lha, kalau memang Habibie yakin Soeharto tidak pernah bohong, untuk apa dia capek-capek mengirim Ghalib dan Muladi jauh-jauh ke Austria dan Swiss untuk mengecek kebenaran berita TIME? Kalau dia konsekuen dengan kata-katanya itu 'kan, seharusnya Habibie percaya saja apa yang disangkal Soeharto di RCTI/AN baru-baru ini. Logikanya kan begitu? Komentar Anda? Daniel H.T. ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
