Orang sekualitas Wardah Hafidz, dari kelompok apapun dia, bukan hanya pantas
dikagumi dan dapat dukungan moral, tetapi pantas didukung dan dibela dalam
arti sebenarnya.
Lihatlah betapa dia terkesan lemah, tak berdaya, tetapi tetap teguh pendirian
dan pantang menyerah.
Lihatlah dia membuat mati kutu Pakar PDR (dipanggil mas Iwan???) dengan muka
merah hitam ketika Wardah dengan lembut mengungkap fakta kebusukan PDR.
Lihatlah dia dengan santun menghadapi pendemo (bayaran ???) yang beringas,
dengan pertanyaan yang membuat mati kutu : Kalau Bapak-bapak minta bukti,
inilah buktinya. Dan bubarlah para pendemo itu, bukan karena takut PHH, tetapi
memang mati kutu.
Lihatlah pernyataannya didepan Panwaspus yang dilontarkan dengan polos : Kalau
memang tidak berwenang mendiskualifikasi, kenapa tidak membubarkan diri saja?
Dan Todung-pun terhenyak dengan statement yang sangat logic ini, lalu
berprakarsa mengakses Kejagung dan Mahkamah Agung.
Wardah bukan jagoan dan tidak pernah sok jago. Tetapi Wardah bukan pengecut,
tidak pernah melingkar-lingkar. Dia nominator kuat untuk duduk dipemerintahan
mendatang kalau kita mau melihat Kabinet kita dihiasi lebih banyak orang
sejenis Yunus Yosfiah, Muladi, Wimar Witular, Nurcholish Madjid dan
sebangsanya.
 
Samin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Memangnya kenapa? Apa nggak boleh? Mereka adalah suami istri yang sah. Suami
Wardah adalah Mas Wiladi yang dulunya memang pernah jadi orang seminari.
Wardah sendiri dibesarkan dalam keluarga yang memiliki tradisi pesantren.
Saya kira mereka ini justru pasangan Pancasila, dalam arti sesungguhnya. 

Yang perlu digarisbawahi di sini adalah jangan sampai orang yang mencoba
membongkar kebusukan dan politik uang kelompok penjahat yang berselubung
partai atau gerombolan lain, diserang dengan pergunjingan yang tak ada
kaitannya dengan substansi kritik yang dilontarkan sebagai antitesis
kebusukan. 

Samin.-


=========

At 02:26 PM 5/31/99 +0700, you wrote:
>Tolong konfirmasi rekan wartawan, apa betul ada tuduhan dari Kopermas( ?)
>bahwa Wardah Hafiz hidup serumah dengan seorang pastor Katolik ?  Bagaimana
>reaksi Wardah Hafiz ?
>
>Kelihatannya kok tuduh-menuduh kok sudah bertambah busuk ya ? Bagaiamanapun
>kabar tersebut sempat membuat shock diri saya .  Dan bagaimanapun , kalau
>benar , bagi saya paling sedikit, mengurangi kekuatan moral pernyataan
>Wardah Hafiz.
>
>Bung Iwan, dapatkah anda membantu saya ?
>
>Content-Type: text/plain; charset=
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!






____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!




Kirim email ke