Dia adalah srikandi yang RI harapkan.
> ----------
> From: Yap C.Young[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, June 01, 1999 8:12 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Kuli Tinta] Re: [Re: [Kuli Tinta] WARDAH HAFIDZ ]
>
> Orang sekualitas Wardah Hafidz, dari kelompok apapun dia, bukan hanya
> pantas
> dikagumi dan dapat dukungan moral, tetapi pantas didukung dan dibela dalam
> arti sebenarnya.
> Lihatlah betapa dia terkesan lemah, tak berdaya, tetapi tetap teguh
> pendirian
> dan pantang menyerah.
> Lihatlah dia membuat mati kutu Pakar PDR (dipanggil mas Iwan???) dengan
> muka
> merah hitam ketika Wardah dengan lembut mengungkap fakta kebusukan PDR.
> Lihatlah dia dengan santun menghadapi pendemo (bayaran ???) yang beringas,
> dengan pertanyaan yang membuat mati kutu : Kalau Bapak-bapak minta bukti,
> inilah buktinya. Dan bubarlah para pendemo itu, bukan karena takut PHH,
> tetapi
> memang mati kutu.
> Lihatlah pernyataannya didepan Panwaspus yang dilontarkan dengan polos :
> Kalau
> memang tidak berwenang mendiskualifikasi, kenapa tidak membubarkan diri
> saja?
> Dan Todung-pun terhenyak dengan statement yang sangat logic ini, lalu
> berprakarsa mengakses Kejagung dan Mahkamah Agung.
> Wardah bukan jagoan dan tidak pernah sok jago. Tetapi Wardah bukan
> pengecut,
> tidak pernah melingkar-lingkar. Dia nominator kuat untuk duduk
> dipemerintahan
> mendatang kalau kita mau melihat Kabinet kita dihiasi lebih banyak orang
> sejenis Yunus Yosfiah, Muladi, Wimar Witular, Nurcholish Madjid dan
> sebangsanya.
>
> Samin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Memangnya kenapa? Apa nggak boleh? Mereka adalah suami istri yang sah.
> Suami
> Wardah adalah Mas Wiladi yang dulunya memang pernah jadi orang seminari.
> Wardah sendiri dibesarkan dalam keluarga yang memiliki tradisi pesantren.
> Saya kira mereka ini justru pasangan Pancasila, dalam arti sesungguhnya.
>
> Yang perlu digarisbawahi di sini adalah jangan sampai orang yang mencoba
> membongkar kebusukan dan politik uang kelompok penjahat yang berselubung
> partai atau gerombolan lain, diserang dengan pergunjingan yang tak ada
> kaitannya dengan substansi kritik yang dilontarkan sebagai antitesis
> kebusukan.
>
> Samin.-
>
>
> =========
>
> At 02:26 PM 5/31/99 +0700, you wrote:
> >Tolong konfirmasi rekan wartawan, apa betul ada tuduhan dari Kopermas( ?)
> >bahwa Wardah Hafiz hidup serumah dengan seorang pastor Katolik ?
> Bagaimana
> >reaksi Wardah Hafiz ?
> >
> >Kelihatannya kok tuduh-menuduh kok sudah bertambah busuk ya ?
> Bagaiamanapun
> >kabar tersebut sempat membuat shock diri saya . Dan bagaimanapun , kalau
> >benar , bagi saya paling sedikit, mengurangi kekuatan moral pernyataan
> >Wardah Hafiz.
> >
> >Bung Iwan, dapatkah anda membantu saya ?
> >
> >Content-Type: text/plain; charset=
> >
> >______________________________________________________________________
> >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
> >
> >
> >
> >
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
>
> ____________________________________________________________________
> Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!