Saya nggak tahu tuduhan buat Wardah itu dan pembelaannya di bawah benar
atau nggak. Saya juga nggak mau melakukan judgement dalam isu ini. Cuman,
jika Wardah memang berbuat seperti yang dituduhkan, MEMANGNYA KENAPA?
That's her personal life! Buat apa kita mengutak-atik kehidupan pribadinya?
Toh jika tuduhan itu betul perbuatan tersebut nggak merugikan siapa-siapa
dan nggak illegal.

Kalo memang benar Jumhur yang melontarkan tuduhan itu, maka sebenarnya
Jumhur adalah politikus tanpa etika. Jumhur nggak mampu membantah tuduhan
Wardah, makanya dia lontarkan tuduhan nggak etis itu. Buat Wardah, saya
salut sepenuhnya atas keberaniannya mengungkapkan kebenaran, sendirian.

At 07:50 01/06/99 +0700, �� wrote:
>Bung Hasan,
>
>Tiada kebahagian melebihi saat melihat sebuah kebenaran.
>
>Semoga pertanyaan Bung Hasan telah terjawab dengan tiga posting
>berikut ini.
>
>salam
>
>====================================================
>From: Juliana Atmadja <[EMAIL PROTECTED]>
>
>mungkin tulisan teman saya seorang wartawan, dapat membantu
>menjelaskan masalahnya. Beritanya saya cantumkan di bawah ini.
>
>Best Regards,
>Juliana
>------
>Wardah Kumpul Kebo dengan Seorang Pastor?
>
>Tuduhan Wardah Hafidz kumpul kebo dengan seorang pastor, agaknya
>terlalu
>dibesar-besarkan. Begitulah politik. Masing-masing pihak berusaha
>menyerang pihak lawan dengan mengungkap semua kebusukan pihak lawan.
>Hanya
>saja, tuduhan Jumhur Hidayat, Sekjen PDR, tentang kumpul kebonya
>Wardah
>menyedihkan banyak orang yang mengenal Wardah dari dekat. Tuduhan ini
>bukan saja fitnah tetapi sudah mengarah ke character assasination.
>
>Suami Wardah adalah Dr. Wiladi, seorang penggiat Yayasan Ilmu-ilmu
>Sosial.
>Sejauh yang saya tahu, yayasan ini banyak menerbitkan buku, memberikan
>dana penelitian terutama kepada peneliti muda, serta mengorganisasi
>pertemeuan-pertemuan ilmiah. Memang benar Dr. Wiladi adalah seorang
>bekas
>calon pastor dari Ordo Jesuit. Kalau tidak salah, dia seangkatan
>dengan
>Dr. Sastrapratedja, sekarang Rektor Universitas Sanata Dharma,
>Yogyakarta.
>
>Tetapi dia bukan pastor. Wardah sendiri, lebih dikenal sebagai
>seorang aktivis LSM, khususnya perempuan. Bolehlah kalau disebut,
>Wardah
>sesungguhnya seorang feminis. Lalu, apa kaitan antara status
>perkawinan
>seseorang dengan kasus yang diungkap Wardah?
>
>Pernyataan Jumhur Hidayat memang terasa melebih-lebihkan. Kita semua
>tahu
>bahwa Jumhur adalah bekas aktivis mahasiswa. Dia pernah dipenjara
>karena
>keberaniannya berdemonstrasi. Hanya saja, tuduhan yang sedikit ngawur
>tentang lawan politiknya (dalam hal ini Wardah Hafidz) rasa-rasanya
>telah
>mengurangi semua wibawa yang pernah ia miliki sebagai seorang aktivis.
>Jika hanya sekian kualitas politisi kita, maka kita boleh menyesal
>bahwa
>sampai kapanpun Indonesia tidak akan pernah bisa berdemokrasi.
>
>Wassalam,
>
>Bisri Tanri
>====================================================
>
>From: Samin <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Memangnya kenapa? Apa nggak boleh? Mereka adalah suami istri yang sah.
>Suami
>Wardah adalah Mas Wiladi yang dulunya memang pernah jadi orang
>seminari.
>Wardah sendiri dibesarkan dalam keluarga yang memiliki tradisi
>pesantren.
>Saya kira mereka ini justru pasangan Pancasila, dalam arti
>sesungguhnya.
>
>Yang perlu digarisbawahi di sini adalah jangan sampai orang yang
>mencoba
>membongkar kebusukan dan politik uang kelompok penjahat yang
>berselubung
>partai atau gerombolan lain, diserang dengan pergunjingan yang tak ada
>kaitannya dengan substansi kritik yang dilontarkan sebagai antitesis
>kebusukan.
>
>====================================================
>-----Original Message-----
>From: [EMAIL PROTECTED]
>
>SMP dan SMA Wardah di Muhammadyah. Tapi Wardah berasal dari
>keluarga Masyumi, namun karena tinggal di Jombang (Wardah lahir
>di Jombang), mereka juga dekat dengan tradisi NU.
>
>Bung Hasan, sebaiknya Anda tabayyun dulu sebelum menuduh sesuatu.
>Karena saya lihat dalam posting Anda, Anda sangat mudah menuduh
>orang-orang PKB, NU hanya semata-mata karena sentimen saja. Gus Dur
>itu bukan antek Yahudi. Dengan menggandeng kaum minoritas di bawah
>payung Islam Universal, beliau berusaha membentengi bangsa kita dari
>gempuran neokolonialisme baru (persaingan antara kapitalis raksasa
>Cina
>dan Yahudi). Itulah sebabnya jauh-jauh hari beliau membina hubungan
>dengan tokoh-tokoh Israel. Jika saja kita tahu ada apa di balik
>Kerusuhan
>Mei 98 dan kerusuhan-kerusuhan lanjutan pasca Mei (salah satu
>tujuannya
>adalah rebutan kekayaan alam Indonesia yg melimpah ruah. You know,
>siapa menguasai migas, dia menguasai dunia), niscaya kita akan
>bersyukur
>
>bahwa kita punya ahli strategi politik kelas dunia seperti Gus Dur.
>Dengan
>cantik Gus Dur bermain di tengah, bukan untuk kepentingannya
>sendiri, tapi semata-mata karena kecintaannya pada bangsa ini.
>Gogon, Eggy, Adi dg Kisdi dan PBBnya hanya ditunggangi oleh
>Lobby Moslem yg sesungguhnya ditunggangi lagi oleh Lobby Yahudi.
>Karena tidak mengerti petanya, mereka menjadi korban, orang-orang
>yang diiming-imingi lalu dikorbankan, kasihan. Itu pula sebabnya
>kenapa
>Wiranto cs sangat hormat pada Gus Dur. Bahkan Syarwan Hamid yg
>jelas-jelas musuhnya Mega, juga respek padanya. Para wartawan pasti
>tahu, Wiranto berkali-kali menemui Gus Dur tanpa publikasi. Gus Dur
>sudah membiarkan dirinya dihujat banyak orang demi kepentingan umat.
>Ingat sewaktu dia menggandeng Tutut? Pembantaian umat Islam langsung
>berhenti begitu Tutut digandeng Gus Dur. Cobalah wartawan mencoba
>melihat fenomena yang ada lalu mencoba menganalisanya. Saya pernah
>tanya Gus Dur kenapa beliau hanya bicara sedikit pada wartawan, beliau
>bilang, jika semua diberitahu, wartawan jadi goblok dan tidak belajar
>berpikir.
>
>Salam,
>----------------------------------------------------------------------
>----------------
>
>
>
>------------------------------------------------------------------------
>eGroups Spotlight:
>"Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia.
>http://offers.egroups.com/click/252/0
>
>eGroup home: http://www.eGroups.com/list/reformasitotal
>Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
>
>

Sincerely yours,

Permadi Witjaksono

To unsubscribe send a message to [EMAIL PROTECTED] with in the
message body the line:
unsubscribe demi-demokrasi

Kirim email ke