From: iwans <[EMAIL PROTECTED]>
Sisi gelap ?
Dan siapa yang tahu kalau sebetulnya Wardah Hafidz punya sisi gelap
juga ?
Senin, sewaktu dia dan sejumlah orang berdemo di Kejagung ada yang
sempat
menanyakan soal itu. Wardah apa betul anda hidup serumah dengan
seorang
Pastor ? Luar biasa. Sisi gelapnya muncul. Dia melototi si penanya dan
mengatakan itu tidak benar. Tapi, siapa yang bisa membohongi roman
muka
seseorang yang memerah mendadak ? Saya kira, Wardah sendiri perlu
menjelaskan soal ini kembali. Bukankah dia punya alamat email ?
Salam.
==========================================================
Bung Iwan tentu mengikuti milis ini bukan? Mudah-mudahan Anda juga
sempat membaca posting saya.
Saya tidak mengenal Wardah Hafidz secara pribadi, namun saya telah
memposting 3 copy email yang menjelaskan "sisi gelap Wardah" kalau itu
yang Anda maksudkan. Pertanyaannya adalah apakah salah bila seseorang
apapun latar belakangnya menikah dengan pastor DO? Apakah masyarakat
mempunyai hak untuk mangadili?
Roman muka memerah mendadak dengan mata melotot jelas menunjukkan
sebuah reaksi, apakah itu reaksi marah atau reaksi malu. Persoalannya
adalah apakah reaksi itu berarti m e m b e n a r k a n isu itu?
Apakah kita bisa menyimpulkan bahwa reaksi Wardah seperti itu karena
dia m a l u karena kelemahannya dibuka di depan umum dan bukan
karena dia m a r a h bahwa personal life nya dibirakan didepan umum?
Saya akan marah besar dan mungkin tidak bisa mengendalikan diri kepada
siapapun yang membicarakan masalah pribadi saya tidak pada tempatnya.
Selama ini kita telah dibiasakan hidup dalam logika kepuntir dengan
budaya dimana hak-hak individu tidak memperoleh tempat yang benar
sehingga pelanggaran hak azasi terjadi dimana-mana.
Dalam sebuah peradaban kelompok masyarakat dengan tingkat
intelektualitas tertentu apakah etis mempertanyakan "personal life"
apalagai kalau itu dimunculkan sebagai stigma sisi gelap didepan
publik terlepas itu benar atau salah? Apalagi hal itu tidak ada
sangkut pautnya sama sekali dengan isu pokok yang sedang dibicarakan.
Dengan kata lain tidak pada tempatnya.
Seandainya Wardah memiliki email maka perkenankanlah saya dengan
segala kerendahan hati untuk menyarankan agar jangan menanggapi isu
itu. Just do not waste your valuable time. Yang merasa dirugikan telah
menyerahkan tuntutannya maka kini marilah kita mendukung sebuah proses
peradilan yang bersih dari KKN. Ini bakal menjadi sebuah test case
bagi sistem dan penegakan hukum di Indonesia dijaman reformasi ini.
Good luck Wardah.
Ever onward never retreat!
------------------------------------------------------------------------
eGroups Spotlight:
"Kosovo-Reports" - Direct reports from Kosovo/Serbia/Yugoslavia.
http://offers.egroups.com/click/252/0
eGroup home: http://www.eGroups.com/list/reformasitotal
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com