From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
del
Sudah terang isu moral ini dengan isu temuan Wardah bukan suatu
koinsedensi. Dalam situasi hukum yang belum bisa dipercaya ini , orang
bisa menjadi penuntut umum , pengacara, atau menjadi hakim dari suatu
perkara. Itu lho ... Trial by the Press , Trial by the Public , dll.
Sebagian dari kita kan sudah percaya betul bahwa isyu yang dilempar
Wardah adalah suatu kebenaran ? Dan mungkin dalam hati andapun
barangkali sudah terbersit kecurigaan besar atas orang2 yang menulis
seperti saya bukan ? Bagian dari ORBA ?
==============================================
Bung Hasan,
Menurut nalar saya yang cupet ini, apa yang dilempar oleh Wardah
dengan UPC nya itu bukan sebuah isu. Resikonya terlalu besar bagi
Wardah dan organisasinya kalau dia tidak memiliki bukti tentang
kebenaran itu. Bahkan ia telah berani datang ke Kejagung dan Panwaslu
untuk memberikan bukti-bukti itu. Jadi, dia bukan as-mu-ni.
Yang refot memang perilaku bangsa ini. Bila yang ngomong bangsa
sendiri maka orang acuh. Namun kalau kemudian hal yang sama di
omongkan oleh orang asing maka para pejabat lalu ribut. Kasus Winter
dan Time adalah salah dua contohnya. Nabi memang tidak dikenal
didaerahnya Bung!
.-
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
TUNTASKAN REFORMASI: Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!